AIESEC in UIN Jakarta Pada 9 Februari 2026 mengadakan "School Wrap Up" yang berlangsung di SDS Niaga Ekasari. Kegiatan ini diikuti oleh 38 peserta yang terdiri dari siswa sekolah mitra, Exchange Participants (EPs), serta Local Volunteers (LVs).
Program ini bertujuan untuk merefleksikan pembelajaran yang telah diperoleh siswa selama program berlangsung sekaligus mendorong mereka untuk terus menerapkan perilaku ramah lingkungan di lingkungan sekolah.
Acara dimulai dengan sesi pembukaan yang dipandu oleh Master of Ceremony (MC). Pada sesi ini, para peserta diajak untuk mengingat kembali rangkaian kegiatan yang telah mereka ikuti selama program Green Leaders.
Suasana pembukaan berlangsung hangat ketika para siswa mulai berbagi cerita mengenai pengalaman dan pengetahuan baru yang mereka dapatkan selama mengikuti program tersebut.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi refleksi yang bertujuan untuk meninjau kembali perjalanan belajar siswa sepanjang program.
Dalam sesi ini, fasilitator mengajak siswa mengingat berbagai topik yang telah dipelajari sejak awal kegiatan, seperti isu perubahan iklim, pengelolaan sampah, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan di sekitar sekolah.
Melalui diskusi yang interaktif, siswa diajak untuk melihat perkembangan pemahaman mereka mengenai isu lingkungan. Mereka juga mulai menyadari bahwa perubahan kebiasaan kecil dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Beberapa siswa turut berbagi pengalaman mengenai kebiasaan baru yang mulai mereka lakukan setelah mengikuti program, misalnya membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Kegiatan kemudian berlanjut ke sesi Progress Journey Review, di mana fasilitator mengajak siswa untuk meninjau kembali berbagai aktivitas yang telah mereka lakukan selama program berlangsung.
Dalam sesi ini, siswa diingatkan kembali pada berbagai kegiatan yang telah mereka jalani bersama EPs dan LVs serta bagaimana pengalaman tersebut membantu mereka memahami pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini.
Setelah sesi tersebut, fasilitator memperkenalkan konsep Eco Ambassadors Launchpad. Pada sesi ini siswa diajak memahami peran mereka sebagai duta lingkungan di sekolah yang dapat menginspirasi teman-temannya untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab juga dilakukan untuk membantu siswa memahami tanggung jawab mereka dalam menjaga lingkungan sekolah.
Diskusi berlangsung aktif ketika para siswa mulai menyampaikan ide serta pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan ini.
Fasilitator kemudian mendorong siswa untuk memikirkan berbagai langkah sederhana yang dapat dilakukan bersama-sama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekolah.
Agenda berikutnya adalah sesi Eco Restoration Fieldwork. Dalam acara ini, para siswa bersama EPs dan LVs melakukan penanaman bibit tanaman di area sekolah sebagai bentuk aksi nyata dalam menjaga lingkungan.
Sebelum proses penanaman dimulai, fasilitator terlebih dahulu memberikan penjelasan singkat mengenai teknik dasar menanam serta cara merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik.

Para siswa kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk melakukan penanaman bersama. Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat antusias bekerja sama menggali tanah, menanam bibit tanaman, serta merapikan area di sekitar tanaman.
Melalui aktivitas ini, siswa memperoleh pengalaman langsung mengenai bagaimana tindakan sederhana dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekolah.
Selain kegiatan penanaman, beberapa Exchange Participants dan Local Volunteers juga berdiskusi dengan para guru untuk memperoleh masukan terkait perkembangan siswa selama mengikuti program ini.
Diskusi tersebut memberikan gambaran mengenai perubahan perilaku serta meningkatnya kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Salah satu Local Volunteer, Rachman, menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Saya senang karena bisa menanam tanaman bersama teman-teman. Dari kegiatan ini saya jadi belajar cara menanam dan merawat tanaman dengan benar,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu Exchange Participant, Kisal, juga membagikan pengalamannya selama berinteraksi dengan para siswa.
“Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi kami untuk berinteraksi langsung dengan siswa. Melalui aktivitas sederhana seperti menanam tanaman, kami dapat berdiskusi mengenai cara menjaga lingkungan di sekitar sekolah,” tuturnya.
Setelah kegiatan lapangan selesai, acara dilanjutkan dengan School Partnership Closing Ceremony yang dihadiri oleh perwakilan pihak sekolah.
Dalam sesi ini disampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah mengikuti rangkaian program School Wrap Up serta kepada para fasilitator yang telah mendampingi jalannya kegiatan.
Sebagai bagian dari penutup acara, dilakukan pula penyerahan sertifikat kepada perwakilan sekolah sebagai simbol kerja sama dalam pelaksanaan program.
Momen ini menjadi bentuk penghargaan atas dukungan sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan edukasi lingkungan bagi para siswa.
Menjelang akhir kegiatan, para peserta diminta untuk mengisi formulir feedback guna memberikan tanggapan terhadap program yang telah mereka ikuti.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi check-out, di mana peserta menyampaikan refleksi singkat mengenai pengalaman yang mereka peroleh selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara siswa, guru, EPs, dan LVs sebagai dokumentasi akhir kegiatan.
Melalui kegiatan School Wrap Up,AIESEC in UIN Jakarta berharap para siswa dapat terus menerapkan kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.
Penulis: Ghazy Hakaiksyah
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


