optimisme ketahanan energi indonesia di tengah gejolak geopolitik timur tengah - News | Good News From Indonesia 2026

Optimisme Ketahanan Energi Indonesia di Tengah Gejolak Geopolitik Timur Tengah

Optimisme Ketahanan Energi Indonesia di Tengah Gejolak Geopolitik Timur Tengah
images info

Optimisme Ketahanan Energi Indonesia di Tengah Gejolak Geopolitik Timur Tengah


Dinamika geopolitik yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran global mengenai stabilitas harga dan pasokan minyak mentah. Namun, di tengah ketidakpastian tersebut, ketahanan energi Indonesia dinilai masih berada dalam posisi yang solid.

Masyarakat diimbau untuk menyikapi situasi ini dengan bijak dan menghindari tindakan panic buying atau pembelian BBM secara berlebihan. Hal ini dikarenakan, tindakan panic buying justru dapat memicu gangguan distribusi di lapangan.

Praktisi energi dan infrastruktur, Tommy Jamail Jr., menegaskan bahwa sistem energi nasional memiliki fondasi yang cukup tangguh untuk meredam guncangan eksternal. Menurutnya, meskipun fluktuasi harga minyak dunia sulit dihindari akibat konflik internasional, hal itu tidak secara otomatis mengganggu ketersediaan stok di dalam negeri.

“Secara sistem, infrastruktur energi Indonesia telah dirancang untuk menghadapi berbagai dinamika eksternal. Distribusi dan pengelolaan pasokan BBM dilakukan dengan perencanaan yang matang sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi,” kata Tommy dalam rilis yang diterima GNFI.

Rekam Jejak Menghadapi Krisis Global

Kepercayaan diri terhadap sistem energi Indonesia bukan tanpa alasan. Secara historis, Indonesia telah melewati berbagai periode kritis energi dunia. Tommy mencatat setidaknya ada empat tonggak sejarah krisis besar yang berhasil dilalui, di antaranya:

  1. Krisis minyak 1973 yang disebabkan oleh embargo yang diprakarsai Arab Saudi pada negara pendukung Israel di Perang Yom Kippur.
  2. Krisis Ekonomi 2008 yang menyebabkan ejolak finansial global yang mengguncang sisi permintaan dan pasokan energi.
  3. Konflik Rusia-Ukraina 2022 yang memicu krisis energi dan pangan global.
  4. Konflik Iran vs Israel-Amerika Serikat 2026 yang mendorong terjadinya lonjakan harga minyak dunia serta gangguan rantai pasok global akibat Selat Hormuz yang ditutup.

Melihat rekam jejak tersebut, Tommy optimis Indonesia memiliki resiliensi yang mumpuni. Krisis-krisis di atas menunjukkan bahwa sistem energi di nasional sebetulnya mampu beradaptasi dengan tekanan eksternal.

“Sejarah Indonesia sudah sangat panjang menghadapi krisis. Saya yakin kita bisa menghadapi itu dengan baik,” tegasnya.

baca juga

Tantangan Logistik Indonesia sebagai Negara Kepulauan

Secara teknis, tantangan terbesar Indonesia sebenarnya bukan sekadar harga global, melainkan kompleksitas distribusi di belasan ribu pulau. Menjelang Idulfitri 2026, beban logistik dipastikan meningkat seiring dengan mobilitas pemudik yang diprediksi mencapai angka jutaan orang.

Sebagai gambaran, pada periode Idulfitri seperti ini, konsumsi bahan bakarbiasanya mengalami kenaikan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan, konsumsi bensin akan naik sekitar 12 persen. Sementara itu, konsumsi avtur untuk penerbangan meningkat sekitar 2,8 persen.

Menyikapi hal ini, Tommy mengingatkan agar operator energi nasional tetap waspada pada titik-titik krusial distribusi. Pelaku industri energi dimita untuk melakukan manajemen pasokan agar siap menghadapi peningkatan permintaan di momen Idulfitri.

“Lonjakan konsumsi saat Idulfitri sebenarnya sudah menjadi pola tahunan. Untuk itu, sistem energi nasional telah terbiasa melakukan penyesuaian untuk memastikan pasokan tetap aman dan distribusi berjalan lancar,” jelas Tommy.

Di akhir penjelasannya, Tommy meminta masyarakat agar tidak terpengaruh oleh spekulasi yang beredar di ruang publik terkait kemungkinan kelangkaan BBM akibat konflik global. Tommy merasa edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar tidak terjadi panic buying yang justru dapat mengganggu stabilitas distribusi energi di tingkat lokal.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.