belajar dari konflik global apa yang bisa dilakukan indonesia untuk menjaga perbatasan demi kedaulatan - News | Good News From Indonesia 2026

Belajar dari Konflik Global, Apa yang Bisa Dilakukan Indonesia untuk Menjaga Perbatasan Demi Kedaulatan?

Belajar dari Konflik Global, Apa yang Bisa Dilakukan Indonesia untuk Menjaga Perbatasan Demi Kedaulatan?
images info

Belajar dari Konflik Global, Apa yang Bisa Dilakukan Indonesia untuk Menjaga Perbatasan Demi Kedaulatan?


Dunia kini tengah diliputi ketidakpastian akibat konflik yang terjadi di mana-mana. Yang paling hangat, konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat membuka kekhawatiran akan munculnya eskalasi konflik yang lebih meluas.

Konflik Iran dan Israel-Amerika Serikat menjadi bukti bahwa perang modern cukup berbeda dengan perang di masa lalu yang umumnya berkutat pada kekuatan militer. Di era modern ini, konflik bisa berubah menjadi ujian ketahanan sosial, ekonomi, hingga moral bangsa.

Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP) menyebut, dinamika konflik global yang semakin abu ini harus dicermati oleh Indonesia. Indonesia harus melihat bagaimana pengelolaan wilayah perbatasan adalah bagian integral sebagai strategi ketahanan nasional yang menyeluruh.

Menjaga Perbatasan Negara Demi Kedaulatan Bangsa

Tulisan Drs. Hamidin, Kelompok Ahli BNPP RI, dalam situs resminya menyebutkan jika Indonesia bisa memetik pelajaran strategis dalam mengelola perbatasan sebagai ruang yang aman melalui perang yang tengah terjadi saat ini, utamanya pada konflik Iran vs Israel-Amerika Serikat.

Sebagai negara dengan belasan ribu pulau, Indonesia berbatasan darat dan laut dengan beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Timor Leste, hingga Australia. Dengan kondisi ini, Indonesia tentu menghadapi tantangan pengelolaan perbatasan yang kompleks.

baca juga

Wilayah perbatasan bukan hanya menjadi titik interaksi dengan negara tetangga, tapi juga simbol kedaulatan negara. Oleh karena itu, demi menjaga kedaulatan, ada beberapa strategi yang diberikan oleh Hamidin, di antaranya:

  • Memaksimalkan pelayanan lintas batas melalui sistem Custom, Immigration, and Quarantine (CIQ). Pos lintas batas bukan hanya berfungsi sebagai gerbang administratif, tap juga pusat pengawasan.
  • Memperkuat kerja sama bilateral dengan negara tetanga dalam pengelolaan kawasan perbatasan. Koordinasi lintas negara sangat penting untuk mengatasi berbagai persoalan, seperti penyelundupan, perdagangan ilegal, sampai kejahatan lintas batas.
  • Memaksimalkan peran Border Liaison Officer (BLO) sebagai penghubung komunikasi antara aparat keamanan dua negara. BLO bisa membantu menyelesaikan berbagai persoalan lapangan secara cepat sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
  • Mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan. Wilayah perbatasan yang maju secara ekonomi umumnya memiliki daya tahan sosial yang kuat. Tak hanya itu, strategi ini juga bisa mengurangi ketergantungan masyarakat pada aktivitas ilegal.
  • Mengedepankan pendekatan kearifan lokal alias local wisdom. Komunitas di wilayah perbatasan memiliki hubungan budaya dan sosial lintas batas. Pendekatan dialog berbasis budaya bisa menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas kawasan.

Pengelolaan kawasan perbatasan yang baik, entah itu dari sisi keamanan, ekonomi, atau sosial, dapat menjadi benteng alami bagi stabilitas nasional. Sebaliknya, jika kawasan perbatasan tertinggal dan terabaikan, kawasan itu justru bisa menjadi titik paling rentan dalam sistem pertahanan negara.

“Indonesia tentu berharap tidak pernah menghadapi situasi konflik terbuka. Namun dengan belajar dari pengalaman global, memperkuat pengelolaan perbatasan, serta membangun ketahanan nasional yang inklusif dan berkelanjutan, Indonesia dapat memastikan bahwa wilayah perbatasannya tidak hanya menjadi garis terluar negara, tetapi juga menjadi pilar kokoh penjaga kedaulatan, persatuan, dan masa depan bangsa,” tulis Hamidin.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.