Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa perubahan besar dalam arus informasi global. Di tengah derasnya banjir informasi, termasuk meningkatnya misinformasi dan disinformasi, komunikasi dinilai memiliki peran yang semakin strategis dalam menjaga kedaulatan bangsa sekaligus mendorong terciptanya perdamaian dunia. Hal tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indonesia (ISKI) periode 2026–2030 yang digelar di Auditorium Prof. Dr. Djayusman, Kampus LSPR Sudirman Park, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Ketua Umum ISKI periode 2026–2030, Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si., menegaskan bahwa komunikasi di era digital tidak lagi sekadar proses penyampaian pesan, tetapi telah berkembang menjadi instrumen strategis dalam menjaga stabilitas nasional dan memperkuat demokrasi. Ia menilai peran para sarjana komunikasi menjadi semakin penting untuk memastikan ruang komunikasi publik dipenuhi oleh informasi yang berkualitas dan bertanggung jawab.
“Karena itu, Sarjana Ilmu Komunikasi memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa ruang komunikasi publik tidak hanya dipenuhi oleh arus informasi yang cepat, tetapi juga oleh narasi yang membangun, memperkuat demokrasi, serta memperkaya kehidupan masyarakat,” tegas Atwar dalam sambutannya.
Pelantikan pengurus baru ISKI berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Momentum ini sekaligus menjadi titik awal bagi komunitas sarjana komunikasi Indonesia untuk memperkuat kontribusi ilmu komunikasi dalam menghadapi berbagai tantangan nasional maupun global di tengah transformasi digital yang terus berlangsung.
Komunikasi sebagai Instrumen Kedaulatan Informasi
Dalam periode kepengurusan baru ini, ISKI mengusung tema “Communication for National Sovereignty and Global Peace”. Tema tersebut mencerminkan komitmen organisasi untuk memperkuat kedaulatan informasi bangsa, memperkokoh identitas nasional, serta mendorong dialog global yang konstruktif dan berorientasi pada perdamaian.
Sebagai organisasi profesi yang menghimpun sarjana komunikasi Indonesia sejak didirikan pada 12 Oktober 1983, ISKI memiliki mandat untuk mengembangkan ilmu komunikasi sekaligus mengabdikan keahlian para anggotanya bagi kemajuan bangsa dan kemanusiaan. Pelantikan kepengurusan baru ini juga menjadi penegasan komitmen organisasi dalam memperkuat peran sarjana komunikasi sebagai aktor penting dalam pembangunan sosial, politik, ekonomi, dan budaya.
Di era digital saat ini, komunikasi tidak hanya memengaruhi cara masyarakat berinteraksi, tetapi juga berperan dalam membentuk kebijakan publik, dinamika demokrasi, hingga hubungan antarnegara. Oleh karena itu, keberadaan para ahli komunikasi dinilai semakin relevan dalam menghadapi tantangan kompleks yang muncul akibat perkembangan teknologi informasi.
Kepengurusan ISKI periode 2026–2030 terdiri dari para akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Selain itu, sejumlah praktisi dari sektor industri serta perwakilan lembaga pemerintah juga turut bergabung dalam kepengurusan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktik profesional dalam pengembangan ilmu komunikasi.
Penguatan Literasi Media dan Kolaborasi Global
Dalam menjalankan program kerjanya, kepengurusan baru ISKI akan fokus pada sejumlah agenda strategis. Beberapa di antaranya meliputi penguatan ekosistem keilmuan komunikasi, peningkatan literasi media dan informasi, penguatan diplomasi komunikasi Indonesia, serta pengembangan kompetensi profesional sarjana komunikasi.
Melalui agenda tersebut, ISKI juga mendorong pengembangan riset komunikasi yang relevan dengan berbagai isu strategis, seperti transformasi digital, komunikasi krisis, komunikasi kebijakan publik, hingga diplomasi komunikasi global. Penelitian di bidang-bidang tersebut dinilai penting untuk memperkuat peran ilmu komunikasi dalam menjawab berbagai tantangan zaman.
Selain itu, di tengah maraknya misinformasi dan disinformasi di ruang digital, ISKI berkomitmen untuk memperkuat literasi media masyarakat. Upaya ini dilakukan agar masyarakat memiliki kemampuan untuk memahami, memverifikasi, serta menggunakan informasi secara kritis dan bertanggung jawab.
ISKI juga berencana memperluas kolaborasi internasional di bidang komunikasi guna memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan global. Melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan, seminar, serta kerja sama lintas sektor, organisasi ini berupaya meningkatkan kapasitas profesional para sarjana komunikasi agar mampu beradaptasi dengan dinamika industri komunikasi dan media yang terus berkembang.
Selain penguatan kapasitas profesional, kepengurusan baru ISKI juga menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, praktisi, pemerintah, industri media, serta masyarakat sipil. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem komunikasi yang sehat, produktif, dan mampu mendukung pembangunan nasional.
Dengan berbagai program dan kolaborasi yang dirancang, ISKI berharap dapat terus menjadi ruang bersama bagi para sarjana komunikasi Indonesia untuk berkontribusi secara nyata dalam pembangunan nasional. Pada saat yang sama, organisasi ini juga berupaya memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa yang aktif mempromosikan dialog, toleransi, dan perdamaian di tingkat global.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


