Dunia hari ini seolah sedang berdiri di tepi jurang. Perang terjadi di mana-mana. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar akan meletusnya Perang Dunia III di era modern.
Belakangan, konflik besar melibatkan Iran dan Israel-Amerika Serikat. Israel melakukan serangan brutal ke Iran pada akhir Februari 2026 yang disusul dengan serangan balasan Iran ke Israel dan beberapa pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk.
Ketegangan yang tak kunjung mereda itu memicu kewaspadaan mendalam atas potensi eskalasi konflik dengan jangkauan yang lebih luas. Namun, di tengah kekhawatiran itu, ternyata ada 10 negara di dunia yang dianggap relatif aman jika Perang Dunia III terjadi. Di mana saja?
10 Negara yang Aman dari Perang Dunia III
Di bawah ini adalah daftar negara yang dianggap paling aman jika Perang Dunia III meletus:
- Afrika Selatan
- Argentina
- Bhutan
- Cile
- Fiji
- Greenland
- Indonesia
- Islandia
- Selandia Baru
- Swiss
Kawan GNFI, dalam daftar tersebut, tampak beberapa negara yang menonjol karena letaknya yang “terisolasi”, seperti Bhutan. Negara Zero Carbon ini berada damai di tengah kepungan pegunungan tinggi.
Sementara itu, ada pula negara-negara seperti Argentina, Afrika Selatan, dan Cile yang jaraknya jauh dari target nuklir. Selandia Baru pun masuk daftar karena lokasinya yang sangat jauh di belahan bumi selatan, sehingga cenderung lebih “aman” dari dampak langsung konflik. Selandia Baru juga memiliki ketahanan pangan yang luar biasa, sehingga bisa mencukupi kebutuhan masyarakatnya jika terjadi perang.
Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Mengapa Indonesia dianggap aman saat Perang Dunia III meletus?
Mengapa Indonesia Dianggap Aman Jika PD III Meletus?
Melalui The Daiy Mail, Indonesia dianggap aman karena mengusung prinsip politik luar negeri bebas aktif. Bebas bermakna tidak memihak pada blok atau kubu mana pun. Sementara itu, aktif berarti dalam menjalankan kebijakan luar negerinya, Indonesia bersikap aktif dalam memberikan kontribusi nyata di kancah internasional.
Dengan prinsip ini, Indonesia bebas untuk menentukan sikap dan kebijakan tanpa harus condong ke salah satu blok tertentu. Selain itu, sebagai “penyeimbang”, Indonesia ikut berpartisipasi aktif dalam penyelesaian konflik, sengketa, serta masalah lain di dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Di lain sisi, Indonesia adalah salah satu negara yang memprakarsai berdirinya Gerakan Non-Blok (GNB). Kelompok ini mendeklarasikan diri sebagai kelompok yang tidak memihak pakta militer mana pun.
Sebagai informasi, GNB memang didirikan untuk menyatukan negara-negara yang mayoritas adalah negara berkembang dan bekas jajahan yang tidak ingin terlibat dalam persaingan Blok Barat dan Blok Timur. GNB dianggap sebagai penyeimbang.
Gerakan ini juga mendukung hak untuk menentukan nasib sendiri serta melawan segala bentuk imperialisme, kolonialisme, dan sebagainya. Mayoritas anggota dalam GNB adalah negara-negara di Asia dan Afrika.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


