kuliner ramadan nusantara yang melegenda - News | Good News From Indonesia 2026

15 Kuliner Ramadan Nusantara yang Melegenda, Bukan Hanya Kolak

15 Kuliner Ramadan Nusantara yang Melegenda, Bukan Hanya Kolak
images info

15 Kuliner Ramadan Nusantara yang Melegenda, Bukan Hanya Kolak


Ramadan selalu menghadirkan suasana yang khas di berbagai daerah di Indonesia. Menjelang waktu berbuka, jalanan menjadi lebih ramai dengan pedagang takjil, pasar Ramadan yang dipadati pengunjung, serta aroma masakan dari rumah-rumah warga yang menggugah selera.

Momen menunggu azan magrib pun terasa semakin hangat dengan beragam pilihan hidangan yang siap disantap saat berbuka.

Selama ini, kolak sering menjadi menu yang identik dengan waktu berbuka puasa. Hidangan manis berbahan pisang, ubi, kolang-kaling, dan santan ini memang mudah ditemukan di banyak tempat.

Namun, kekayaan kuliner Indonesia sebenarnya menawarkan berbagai alternatif menu berbuka yang tidak kalah lezat. Setiap daerah memiliki makanan khas yang kerap hadir selama Ramadan.

Menariknya, sebagian kuliner tersebut hanya mudah dijumpai saat bulan puasa tiba. Selain menjadi hidangan berbuka, makanan-makanan ini juga mencerminkan tradisi dan budaya masyarakat setempat. 

Berikut beberapa kuliner khas Ramadan dari berbagai daerah di Indonesia yang bisa menjadi alternatif takjil selain kolak!

baca juga

15 Kuliner Ramadan Nusantara yang Melegenda

1. Bubur Kampiun – Sumatra Barat

Bubur kampiun dikenal sebagai salah satu takjil khas dari Sumatera Barat yang cukup populer. Hidangan ini terdiri dari berbagai jenis bubur yang disajikan dalam satu mangkuk.

Biasanya bubur kampiun berisi bubur sumsum, bubur kacang hijau, bubur ketan hitam, bubur candil, serta ketan putih.

Semua bahan tersebut disiram dengan kuah santan manis yang gurih. Kombinasi berbagai tekstur dan rasa menjadikan bubur kampiun sebagai hidangan yang kaya dan mengenyangkan.

 2. Kicak – Yogyakarta

Kicak merupakan takjil legendaris dari Yogyakarta yang sangat identik dengan Ramadan. Makanan ini banyak dijual di kawasan Kampung Kauman yang terkenal dengan Pasar Ramadan.

Kicak dibuat dari ketan yang ditumbuk halus lalu dicampur dengan santan, nangka, dan kelapa parut. Rasanya manis dan gurih dengan aroma nangka yang khas. Teksturnya yang lembut membuat kicak sangat nikmat disantap saat berbuka puasa.

3. Bubur Kanji Rumbi – Aceh

Aceh memiliki hidangan khas Ramadan bernama bubur kanji rumbi. Berbeda dengan bubur pada umumnya yang manis, kanji rumbi memiliki cita rasa gurih dan kaya rempah.

Bubur ini dimasak dengan berbagai bumbu seperti lada, bawang, dan rempah khas Aceh lainnya, terkadang juga dilengkapi dengan potongan daging atau ayam. Menariknya, kanji rumbi sering dimasak secara bersama-sama oleh masyarakat lalu dibagikan di masjid untuk berbuka puasa.

4. Bongko Kopyor – Gresik

Bongko kopyor merupakan takjil khas dari Gresik, Jawa Timur, yang banyak dicari saat Ramadan. Hidangan ini dibuat dari campuran sagu, roti tawar, pisang, nangka, kelapa muda, dan santan

 Semua bahan tersebut dibungkus dengan daun pisang lalu dikukus hingga matang. Rasanya manis dengan tekstur lembut serta aroma daun pisang yang khas.

5. Putu Mangkok – Kepulauan Riau

Putu mangkok adalah kue tradisional yang sering menjadi pilihan takjil di Kepulauan Riau. Kue ini dibuat dari tepung beras dan gula aren yang dikukus hingga mengembang.

Bentuknya menyerupai mangkuk kecil yang terbalik. Putu mangkok biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut sehingga rasa manisnya berpadu dengan gurihnya kelapa.

6. Ketan Bintul – Banten

Ketan bintul merupakan makanan tradisional khas Banten yang sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Makanan ini dibuat dari ketan kukus yang disajikan dengan serundeng berbumbu.

Saat Ramadan, ketan bintul sering dinikmati bersama semur daging atau lauk lainnya sehingga menjadi menu berbuka yang cukup mengenyangkan.

baca juga

7. Mi Glosor – Bogor

Bogor memiliki kuliner Ramadan yang cukup unik bernama mi glosor. Mi ini berbeda dari mi biasa karena dibuat dari tepung aci atau singkong.

Teksturnya kenyal dan licin ketika dimakan, sehingga disebut “glosor”. Mi glosor biasanya disajikan dengan bumbu sederhana dan banyak ditemukan di pasar takjil saat bulan puasa.

8. Asida – Maluku

Asida merupakan makanan khas Maluku yang punya pengaruh kuliner Timur Tengah. Hidangan ini dibuat dari tepung terigu yang dimasak bersama gula merah, kayu manis, dan kapulaga hingga menghasilkan tekstur lembut seperti bubur kental. Biasanya asida disajikan dengan tambahan mentega cair yang menambah aroma dan rasa gurih.

9. Barongko – Makassar

Barongko adalah hidangan tradisional khas masyarakat Bugis dan Makassar yang populer sebagai menu berbuka. Makanan ini dibuat dari pisang yang dihaluskan lalu dicampur dengan telur, santan, gula, dan sedikit garam.

Adonan kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus hingga matang. Hasilnya adalah makanan bertekstur lembut dengan rasa manis gurih.

10. Bingka Kentang – Kalimantan Selatan

Bingka kentang merupakan kue tradisional yang populer di Kalimantan Selatan, khususnya di kalangan masyarakat Banjar. Kue ini dibuat dari campuran kentang, santan, gula, susu, dan tepung yang dipanggang hingga matang.

Teksturnya lembut dengan rasa manis yang legit. Biasanya bingka memiliki bentuk seperti bunga.

11. Sotong Pangkong – Pontianak

Sotong pangkong merupakan hidangan khas Ramadan dari Pontianak yang menggunakan cumi sebagai bahan utama.

Cumi dijemur terlebih dahulu hingga kering lalu dipanggang. Setelah dipanggang, cumi dipukul-pukul agar teksturnya lebih empuk. Hidangan ini biasanya disajikan dengan bumbu kacang atau saus pedas manis.

12. Bubur Pacar Cina – Betawi

Bubur pacar Cina merupakan kuliner khas Betawi yang sering hadir saat Ramadan. Makanan ini dibuat dari butiran tepung sagu yang direbus hingga matang lalu disajikan dalam kuah santan yang dimasak bersama gula dan daun pandan. Bubur ini sering disajikan dengan es sehingga terasa segar saat berbuka.

13. Pakat – Tapanuli

Pakat adalah makanan khas masyarakat Tapanuli yang cukup unik karena dibuat dari rotan muda.

Rotan muda dipanggang hingga matang lalu bagian dalamnya yang lembut dimakan. Biasanya pakat disajikan bersama sambal atau lauk pendamping lainnya.

14. Temakok – Natuna

Temakok merupakan makanan berbuka khas Pulau Natuna. Hidangan ini dibuat dari tepung terigu, santan, dan gula pasir.

Adonan tersebut kemudian dibungkus dengan daun pandan dan dimasak hingga matang. Bentuknya memanjang dengan rasa manis yang cocok dijadikan takjil berbuka puasa.

baca juga

15. Bubus Pedas – Natuna

Bubus pedas adalah bubur khas Melayu dari Natuna yang sering hadir saat Ramadan. Meski namanya “pedas”, bubur ini sebenarnya tidak terlalu pedas karena sambalnya disajikan terpisah. Cara penyajiannya mirip seperti bakso atau soto, sehingga setiap orang bisa menyesuaikan tingkat kepedasannya.

Keberagaman kuliner Ramadan ini menunjukkan betapa kayanya tradisi kuliner Indonesia. Setiap daerah memiliki cara khas dalam menyambut bulan suci, termasuk melalui makanan yang disajikan saat berbuka puasa.

Mencicipi berbagai hidangan khas tersebut tidak hanya memberikan pengalaman rasa yang berbeda, tetapi juga membantu kita mengenal lebih dekat budaya dan tradisi yang hidup di berbagai daerah Nusantara. Selamat Berpuasa!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SH
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.