Kisah Tengu dan raja adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Wawonii, Sulawesi Tenggara. Cerita rakyat ini berkisah tentang seorang pemuda yang memiliki sifat lugu dan bodoh.
Berikut kisah lengkap dari cerita rakyat Wawonii, Sulawesi Tenggara tersebut.
Kisah Tengu dan Raja, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara
Dinukil dari buku Cerita Rakyat Wawonii (Bahasa Daerah dan Bahasa Indonesia), pada zaman dahulu hiduplah seorang pemuda yang bernama Tengu. Dirinya dikenal sangat lugu dan bodoh, sehingga sering membuat masyarakat lain kesal dengan tingkahnya.
Pada suatu hari, raja memerintahkan pengawal untuk memanggil Tengu menghadapnya. Setelah mendatangi istana, Tengu diperintahkan untuk membersihkan kebun yang ada di pinggir sungai.
Kebun tersebut akan ditanami sayuran nantinya. Selain itu, kebun itu dibersihkan agar tidak rusak ketika musim hujan tiba nantinya.
Tengu pun melaksanakan perintah yang diberikan oleh sang raja. Sesampainya di kebun, dia pun membersihkan semua sampah yang ada di sana.
Ketika semua sudah bersih, Tengu melihat pohon-pohon yang masih berjejer di sana. Dia menangkap perintah sang raja untuk membersihkan semua tanaman yang ada di sana.
Tengu pun mengambil kapak ke rumah dan menebang semua pohon yang ada di sana. Akhirnya semua lahan yang ada di pinggir sungai tersebut menjadi bersih tak bersisa.
Sore harinya, sang raja berkunjung untuk melihat hasil kerja Tengu. Namun alangkah terkejutnya sang raja melihat lahan yang ada di sana gundul tak bersisa.
Sang raja langsung memarahi Tengu yang melaksanakan tugas tidak sesuai instruksinya. Namun sang raja tidak bisa berbuat apa-apa atas kejadian tersebut.
Keesokan harinya, sang raja kembali memanggil Tengu. Kali ini dia diajak sang raja untuk bepergian ke suatu daerah.
Sang raja menaiki kuda untuk menuju daerah tersebut. Sementara itu, Tengu mengikutinya dari belakang.
Tengu diperintahkan untuk memungut apa saja yang terjatuh selama perjalanan. Tengu pun memahami dan melaksanakan perintah sang raja.
Akhirnya berangkatlah mereka menuju daerah tersebut. Sepanjang perjalanan, Tengu memunguti barang-barang yang jatuh dari atas kuda raja.
Namun tidak barang saja yang diambil oleh Tengu. Kotoran kuda yang terjatuh juga ikut dia ambil dan dimasukkan dalam tas yang sama.
Setelah berjalan cukup jauh, sang raja memutuskan untuk beristirahat. Ketika beristirahat, sang raja meminta Tengu membawakan tas yang dia bawa sebelumnya.
Tengu pun menyerahkan tas tersebut tanpa rasa bersalah. Alangkah terkejutnya sang raja ketika membuka tas tersebut dan menemukan kotoran kuda di dalamnya.
Sang raja merasa murka melihat hal tersebut. Namun di satu sisi sang raja juga merasa lucu atas tingkah laku Tengu tersebut.
Ketika kembali ke istana, sang raja menceritakan kejadian ini pada permaisurinya. Sang raja mengatakan jika perbuatan Tengu ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.
Akhirnya sang raja berencana untuk melenyapkan Tengu dari kerajaannya. Dia meminta permaisuri untuk membuat sebuah kue yang diisi racun di dalamnya.
Sang raja kemudian mengundang Tengu untuk datang dan makan bersama di istana. Namun Tengu hanya boleh datang seorang diri ke sana.
Meskipun bodoh dan ceroboh, Tengu merasa ada yang janggal dari undangan tersebut. Dia merasa sang raja akan menjebak dirinya nanti.
Namun dia bertekad untuk tetap memenuhi undangan tersebut. Istri Tengu yang menyadari hal ini sebenarnya menolak sang suami untuk pergi ke istana.
Akan tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa atas keputusan Tengu. Akhirnya berangkatlah Tengu ke istana memenuhi undangan sang raja.
Sesampainya di sana, Tengu langsung dihidangkan kue yang dibuat oleh permaisuri. Tanpa rasa ragu Tengu langsung memakan kue tersebut.
Tidak lama kemudian dia kembali pulang ke rumah. Tengu sudah merasakan efek racun yang ada di dalam kue tersebut.
Dia pun meminta sang istri menyediakan pakaian terbagus yang dimilikinya. Tengu pun langsung memakai baju tersebut dan membakar rokok di ujung bibirnya.
Tengu kemudian berdiri mematung di depan rumahnya. Dirinya pun menemui ajalnya di sana.
Sang raja kemudian memerintahkan pengawalnya untuk mengecek kondisi Tengu ke rumahnya. Ketika sampai di rumah, pengawal melihat Tengu tengah berdiri sambil merokok di depan rumahnya.
Pengawalnya tidak tahu jika Tengu sebenarnya sudah meninggal dunia. Mendengarkan laporan ini, sang raja menduga jika kue yang diberikan sebelumnya baik-baik saja.
Sang raja kemudian mencicipi kue yang sebelumnya dimakan oleh Tengu. Namun sang raja justru langsung meregang nyawa setelah memakan kue tersebut.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


