perjanjian kalijati awal masa pendudukan jepang di indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

Perjanjian Kalijati: Awal Masa Pendudukan Jepang di Indonesia

Perjanjian Kalijati: Awal Masa Pendudukan Jepang di Indonesia
images info

Perjanjian Kalijati: Awal Masa Pendudukan Jepang di Indonesia


Perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui begitu banyak peristiwa. Mengubah peta perlawanan dan orientasi perjuangan. Peralihan kekuasaan Belanda kepada Jepang atas Indonesia, memberikan penderitaan baru sebagai bangsa terjajah.

Perjanjian Kalijati mengawali masa pendudukan Jepang di Indonesia. Peralihan kekuasaan yang seakan membawa angin segar dan janji kemerdekaan. Dengan kenyataan, penjajahan tetaplah penjajahan. 

Berikut sejarah terjadinya Perjanjian Kalijati yang bisa Kawan GNFI simak!

Latar Belakang

Pada perang dunia II, Jepang dan Belanda berada di Blok yang bertentangan. Jepang berada di Blok Poros bersama Jerman dan negara lainnya. sedangkan Belanda, berada di Blok Sekutu bersama Amerika Serikat dan negara lainnya. 

Melansir dari situs kotasubang.com, dengan ambisi untuk memenangkan perang Asia Timur Raya yang berarti menguasai seluruh Asia dan Pasifik, pada tanggal 7 Desember 1941, Jepang menyerang Pearl Harbour pangkalan militer Amerika Serikat di Hawaii.

Setelah serangan tersebut, Jepang lanjut melakukan invasi terhadap Filipina, Myanmar, Hong Kong, Thailand dan Semenanjung Malaya.

Pada tanggal 11 Januari 1942, pasukan Jepang mulai tiba di Indonesia—saat itu Hindia Belanda, melalui Tarakan. Lalu pada tanggal 1 Maret 1942, Jepang mendarat di tiga titik pulau Jawa sekaligus.

Teluk Banten yang dipimpin oleh Letnan Jenderal Hitoshi Imamura, Eretan Wetan di Indramayu yang dipimpin oleh Kolonel Shoji, serta Kragan yang dipimpin oleh Brigade Sakaguchi.

Jakarta berhasil dikuasai oleh Jepang, dengan pasukan Letnan Jenderal Hitoshi Imamura, pada tanggal 5 Maret 1942. Pada tanggal 5—6 Maret 2026, serangan 3.000 pasukan yang dipimpin Kolonel Shoji terus dilakukan kepada pasukan Belanda. Pasukan Jepang terus bergerak menuju Lapangan Udara Kalijati, hingga pasukan Belanda tersingkir ke Ciater dan Lembang, Bandung.

Hingga pada tanggal 7 Maret 1942, Lembang telah berhasil dikuasai oleh pasukan Jepang. Dengan terpaksa, pihak Belanda mengajukan permintaan berunding.

baca juga

Perjanjian Kalijati

Sebagai respon dari permintaan pihak Belanda, Letnan Jenderal Hitoshi Imamura menyetujui dan meminta untuk dapat berunding langsung dengan Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh, di Jalancagak, Subang pada tanggal 8 Maret 1942.

Pada hari yang sama, Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh bersama Panglima Hein ter Poorten menerima undangan untuk berunding tersebut. Perundingan akhirnya berlangsung di Kalijati, tepatnya di sebuah hanggar di Lapangan Udara Kalijati.

Melansir dari situs intisari.grid.id, perundingan tersebut berlangsung dengan pihak Jepang diwakili oleh Letnan Jenderal Hitoshi Imamura beserta Kolonel Shoji.

Perundingan tersebut menghasilkan perjanjian yang ditandatangani oleh kedua pihak, mengenai penyerahan tanpa syarat pemerintah Hindia Belanda kepada Jepang. Perjanjian tersebut ditandatangani pada pukul 10.30 pagi.

Isi dari perjanjian tersebut adalah:

  1. Belanda harus menyerahkan seluruh wilayah Indonesia kepada Jepang tanpa syarat.
  2. Jepang akan membentuk pemerintahan militer di Indonesia.

Pemerintahan militer tersebut dibagi dalam tiga wilayah yaitu:

  • Pemerintah Tentara 16 Angkatan Darat, wilayah meliputi Jawa dan Madura, dengan pusat di Jakarta.
  • Pemerintah Tentara 25 Angkatan Darat, wilayah di Sumatra, dengan pusat di Bukittinggi.
  • Pemerintah Armada Angkatan Laut, wilayah meliputi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Papua, dan Maluku, dengan pusat di Makassar.

Lalu pada tanggal 9 Maret 1942, penyerahan kekuasaan diumumkan melalui radio oleh pemerintah kolonial Belanda.

Dengan begitu, pemerintah kolonial Belanda digantikan oleh pendudukan Jepang, yang berhasil menguasai seluruh wilayah Hindia Belanda dalam waktu kurang dari tiga bulan.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Alsha Nuraini lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Alsha Nuraini.

AN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.