Legenda Syekh Surbakti merupakan salah satu cerita rakyat yang berasal dari Yogyakarta. Legenda ini berkisah tentang Syekh Surbakti, seorang tokoh sakti yang memberantas jin di Hutan Mentaok untuk membuka daerah tersebut.
Simak kisah dari legenda Syekh Surbakti ini dalam artikel berikut.
Legenda Syekh Surbakti yang Sakti, Cerita Rakyat dari Yogyakarta
Dilihat dari buku Antologi Cerita Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta, pada suatu hari Sultan Agung tengah berbincang dengan punggawa Kerajaan Mataram di Plered. Sang raja tengah memikirkan nasib para pekerja yang tengah membuka daerah di Hutan Mentaok.
Daerah ini memang dikenal sebagai rumah bagi para jin. Banyak para pekerja yang hilang dan tewas ketika membuka daerah tersebut.
Sultan Agung merasa masalah ini mesti cepat teratasi. Dengan demikian, pemukiman bagi masyarakat Mataram bisa dibangun di sana.
Punggawa kerajaan kemudian memberi saran agar meminta pertolongan pada Syekh Surbakti. Tokoh ini dikenal sebagai orang sakti dengan ilmu yang tinggi.
Sultan Agung setuju dengan saran ini. Dirinya kemudian memanggil Syekh Surbakti dan memberikan tugas untuk membuka Hutan Mentaok.
Syekh Surbakti menerima titah yang diberikan padanya. Namun sebelum menjalankan tugas, dia meminta izin untuk menemui gurunya terlebih dahulu, yakni Sunan Kalijaga.
Akhirnya Syekh Surbakti berangkat menuju tempat Sunan Kalijaga untuk meminta nasihat. Begitu tiba di tempat Sunan Kalijaga, Syekh Surbakti langsung menyampaikan maksud kedatangannya.
Sunan Kalijaga memberikan petunjuk untuk muridnya tersebut. Dia meminta Syekh Surbakti untuk bertapa di tempat hilangnya para pekerja.
Selain itu, Sunan Kalijaga juga menitipkan Cambuk Kiai Jepun pada Syekh Surbakti. Setelah menerima kedua pesan ini, berangkatlah Syekh Surbakti menuju hutan Mentaok.
Syekh Surbakti melaksanakan saran yang diberikan oleh Sunan Kalijaga. Dirinya langsung bertapa begitu tiba di Hutan Mentaok.
Tidak lama kemudian, suara menggelegar muncul di hadapan Syekh Surbakti. Ternyata ada sosok raja jin yang menampakkan wujudnya.
Raja jin tersebut bernama Jagarumeksa. Dia menanyakan maksud kedatangan Syekh Surbakti ke sana.
Syekh Surbakti kemudian menjelaskan jika dia menjalankan tugas dari Sultan Agung untuk membebaskan daerah Hutan Mentaok. Mendengarkan hal ini, Jagarumeksa menjadi marah dan memanggil pasukan jinnya.
Semua jin yang ada di sana langsung mengerubungi Syekh Surbakti. Begitu Jagarumeksa memberi perintah, pertempuran pun langsung pecah di sana.
Meskipun dikepung oleh pasukan jin, Syekh Surbakti tidak merasa gentar sedikit pun. Dia percaya bahwa Yang Maha Kuasa akan melindunginya dalam menjalankan tugas tersebut.
Satu per satu pasukan jin berhasil dikalahkan oleh Syekh Surbakti. Hingga tiba waktunya Syekh Surbakti mesti berhadapan dengan Jagarumeksa.
Syekh Surbakti kemudian mengeluarkan Cambuk Kiai Jepun yang dititipkan Sunan Kalijaga padanya. Dalam satu kali tebasan saja, semua jin yang ada di sana, termasuk Jagarumeksa berhasil dikalahkan dengan mudah.
Jagarumeksa mengakui kesaktian dari Syekh Surbakti. Dia memohon agar Syekh Surbakti tidak menghabisi para jin yang ada di sana.
Syekh Surbakti kemudian meminta Jagarumeksa bersama bangsa jin lainnya pergi dari Hutan Mentaok. Para jin ini diminta untuk pindah ke Sungai Winongo yang tidak jauh dari sana.
Setelah berhasil melakukan tugas, Syekh Surbakti kemudian kembali ke Plered dan melaporkan hal tersebut. Syekh Surbakti kemudian ditugaskan oleh Sultan Agung untuk memimpin pembukaan daerah Hutan Mentaok.
Syekh Surbakti kemudian mengajak tiga keluarga dari Kulon Progo untuk membuka lahan tersebut. Ketiga keluarga tersebut adalah Kiai Wanaraya, Kiai Mendhung, dan Kiai Gemak.
Kelak daerah yang nantinya berada di Bantul ini kemudian diberi nama Sulang. Nama ini merupakan singkatan dari "kesusu ilang" yang berarti tergesa-gesa hilang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


