uniknya twin tunnel pertama indonesia di tol cisumdawu yang ujungnya berbentuk seperti bambu runcing - News | Good News From Indonesia 2026

Uniknya Twin Tunnel Pertama Indonesia di Tol Cisumdawu yang Ujungnya Berbentuk Seperti Bambu Runcing

Uniknya Twin Tunnel Pertama Indonesia di Tol Cisumdawu yang Ujungnya Berbentuk Seperti Bambu Runcing
images info

Uniknya Twin Tunnel Pertama Indonesia di Tol Cisumdawu yang Ujungnya Berbentuk Seperti Bambu Runcing


Kawan GNFI mungkin sudah tahu jika Indonesia memiliki Twin Tunnel atau terowongan kembar pertamanya di Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan atau Tol Cisumdawu. Terowongan ini menjadi terowongan pertama yang berada di jalan tol di Indonesia.

Tak hanya itu, dengan panjang 472 meter, Twin Tunnel Tol Cisumdawu juga menjadi yang terpanjang di Indonesia. Sementara itu, total ruas panjang jalan Tol Cisumdawu adalah 61,6 km.

Terowongan ini memiliki arsitektur yang cukup unik karena bagian ujung atau mulut terowongannya berbentuk seperti bambu runcing. Kira-kira, apa alasannya?

Ujung Terowongan Cisumdawu yang Berbentuk Bambu Runcing

Melansir dari situs resmi Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, ujung atau bagian mulut Terowongan Cisumdawu sengaja dibentuk seperti bambu runcing untuk penyesuaian pengguna jalan terhadap transisi pencahayaan dari terang ke gelap.

Selain itu, ada pencahayaan lampu khusus di bagian pintu masuk yang berwarna kuning, di tengah dengan warna putih, dan pencahayaan warna kuning lagi di pintu keluar. Dikatakan bahwa pembangunan terowongan ini memang tidak dibuat mengikuti cahaya matahari terbit atau terbenam karena akan sangat membahayakan pengemudi.

Mungkin ada Kawan GNFI yang bertanya-tanya, kenapa terowongan ini dibangun kembar? Alasannya adalah karena terowongan ini membutuhkan enam lajur, sehingga perlu dibuat dua terowongan dengan dua arah yang berbeda.

Hal ini mirip dengan negara-negara lain yang juga mencoba untuk memaksimalkan tiga lajur untuk pembangunan terowongan. Jika dibuat satu area permukaan terowongan yang besar dengan kebutuhan enam lajur, akan ada risiko yang cukup besar, salah satunya keruntuhan saat pelaksaan konstruksi atau setelah selesai konstruksi.

Sebagai informasi, Terowongan Cisumdawu memang dibangun menembus bukit yang ada di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pembangunan terowongan ini merupakan shortcut jalan karena faktor topografi daerah yang berada di kawasan pegunungan dan bukit.

baca juga

Pembangunan jalan yang menyusuri bukit akan sangat sulit dan berisiko karena terjal, sempit, dan tepinya merupakan jurang. Hal ini jelas akan sangat berbahaya bagi kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.

Menariknya, area Terowongan Cisumdawu termasuk dalam material vulkanik yang mudah runtuh jika terkena air. Oleh karena itu, pembangunan terowongannya menggunakan inovasi teknologi yang bernama New Austrian Tunneling Metode (NATM) atau metode penggalian bertahap.

Ketidakstabilan lereng menjadi tantangan besar dalam pembangunan terowongan ini. Untuk mengatasinya, dilakukan penguatan tanah atau forepoling, yakni sistem pipa yang dimasukkan dalam tanah dan digali berbentuk setengah lingkaran dan diisi dengan grouting untuk menguatkan sekitar terowongan.

Tol Cisumdawu yang Koneksikan Jawa Barat

Tol Cisumdawu diresmikan pada 11 Juli 2023 oleh Presiden Joko Widodo. Saat itu, peresmiannya dilakukan di depan twin tunnel yang juga menjadi ikon Tol Cisumdawu.

Tol ini menghubungkan Kota Bandung melalui Jalan Tol Cipularang. Selain itu, Tol Cisumdawu juga terhubung dengan Cirebon melalui Jalan Tol Cipali dan Kertajati yang bisa ditempuh dengan waktu 40-50 menit saja.

Ada enam seksi di Tol Cisumdawu, di antaranya:

  • Seksi 1 Cileunyi – Pamulihan (11,4 Km)
  • Seksi 2 Pamulihan – Sumedang (17 Km)
  • Seksi 3 Sumedang – Cimalaka (4 Km)
  • Seksi 4 Cimalaka – Legok (8,2 Km)
  • Seksi 5A dan 5B Legok – Ujung Jaya (14,9 Km)
  • Seksi 6A dan 6B Ujung Jaya – Dawuan (6,1 Km).

Kehadiran Tol Cisumdawu mengoneksikan wilayah Jawa Barat, khususnya dari Bandung ke Kertajati. Tol ini juga membantu pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan membuka peluang usaha baru di wilayah Jawa Barat.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.