legenda hasan basri dan bidadari kahyangan cerita rakyat dari wawonii sulawesi tenggara - News | Good News From Indonesia 2026

Legenda Hasan Basri dan Bidadari Kahyangan, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara

Legenda Hasan Basri dan Bidadari Kahyangan, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara
images info

Legenda Hasan Basri dan Bidadari Kahyangan, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara


Legenda Hasan Basri dan bidadari kahyangan merupakan salah satu cerita rakyat dari daerah Wawonii, Sulawesi Tenggara. Legenda ini berkisah tentang seorang pemuda yang menikahi bidadari dari kahyangan.

Bagaimana kisah lengkap dari legenda Hasan Basri tersebut? Simak cerita rakyat dari Wawonii, Sulawesi Tenggara ini dalam artikel berikut.

Legenda Hasan Basri dan Bidadari Kahyangan, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara

Dikutip dari buku Cerita Rakyat Wawonii (Bahasa Daerah dan Bahasa Indonesia), alkisah pada zaman dahulu hiduplah seorang pemuda yang dikenal sangat rajin beribadah. Pemuda tersebut bernama Hasan Basri.

Dirinya hanya fokus pada ibadah dan tidak memikirkan hal dunia. Hal ini membuat Hasan Basri jarang bersosialisasi dan menjadi gunjingan tetangganya.

Menanggapi hal tersebut, Hasan Basri memutuskan untuk masuk ke hutan. Dia memilih untuk tinggal di sana jauh dari pemukiman masyarakat.

Dirinya membawa berbagai macam bibit sebagai bekal. Begitu tiba di dalam hutan, Hasan Basri langsung membersihkan area tersebut dan membuat rumah beserta kebun untuk menanam bibitnya.

Sehari-hari Hasan Basri selalu disibukkan dengan beribadah. Di sela-sela waktu ibadah inilah Hasan Basri juga mengurus kebunnya tersebut.

Pada suatu siang, Hasan Basri dikejutkan dengan bunyi yang cukup keras di angkasa. Begitu melihat ke atas, Hasan Basri memperhatikan ada tujuh orang bidadari yang turun dari kahyangan.

Ketujuh bidadari ini bermain-main di area kebun Hasan Basri. Mereka memotong tebu yang ada di sana dan memakannya dengan riang gembira.

Hasan Basri yang melihat dari jauh kemudian menyadari jika ini sebab banyak sampah tebu yang berserakan di sekitar kebunnya. Setelah puas bermain, ketujuh bidadari ini kemudian mandi di kali yang ada di dekat sana.

Ketika sedang asik mandi, Hasan Basri kemudian mengambil salah satu sarungka milik bidadari tersebut. Setelah itu, dia kemudian bersembunyi di balik rumput-rumput yang ada di sana.

Para bidadari ini kemudian naik ke daratan setelah puas mandi. Mereka kemudian memakai sarungka masing-masing dan terbang kembali ke kahyangan.

Akan tetapi, bidadari bungsu terlihat kebingungan. Dia tidak bisa menemukan sarungkanya.

Akhirnya bidadari bungsu tersebut ditinggalkan oleh saudaranya. Dia hanya bisa meratapi nasib yang tinggal seorang diri di sana.

Melihat hal ini, Hasan Basri kemudian keluar dari persembunyian sambil memegang sarungka bidadari bungsu. Dirinya kemudian memutuskan untuk menikahi bidadari tersebut.

Menikahlah Hasan Basri bersama bidadari bungsu tersebut. Dari pernikahan tersebut, mereka mendapatkan seorang anak yang bernama Bonseatulagadi.

Bidadari bungsu biasanya mandi di sungai sehari-hari. Terkadang rambut-rambutnya yang rontok terbawa arus sungai.

Ternyata gulungan rambut ini ditemukan oleh pengawal kerajaan. Dia yakin jika ada orang yang tinggal di hutan tersebut.

Setelah diselidiki lebih lanjut, pengawal ini akhirnya mengetahui jika Hasan Basri dan istrinya lah yang tinggal di sana. Hal ini kemudian dilaporkan pada sang raja.

Raja kemudian mengundang Hasan Basri beserta istrinya ke istana. Hasan Basri pun memenuhi undangan dari sang raja tersebut.

Ternyata sang raja terpesona dengan kecantikan bidadari bungsu. Dia pun bertanya di mana Hasan Basri menemukan sosok wanita cantik tersebut.

Dengan bangga Hasan Basri menyebutkan bahwa istrinya bukanlah orang sembarangan. Dia menjelaskan bahwa istrinya merupakan bidadari dari kahyangan.

Sang raja kemudian mempersilahkan bidadari bungsu untuk unjuk keahlian di hadapan semua orang yang ada di sana. Bidadari bungsu kemudian menampilkan sebuah tarian dengan lincahnya.

Tarian ini berhasil memesona sang raja beserta semua orang yang ada di sana. Bidadari bungsu kemudian berkata jika dia bisa memberikan penampilan yang lebih baik dari itu.

Namun dia mesti memakai sarungka yang disimpan oleh Hasan Basri. Sang raja yang ingin melihat penampilan yang lebih indah kemudian menyuruh Hasan Basri menyerahkannya.

Bidadari bungsu kemudian memakai kembali sarungkanya. Dia pun menari dengan lebih baik dari sebelumnya.

Namun tubuh bidadari bungsu perlahan mulai terbang ke angkasa. Tidak lama kemudian, dirinya menghilang dan terbang kembali menuju kahyangan.

Hasan Basri yang melihat hal ini hanya bisa terpaku begitu saja. Dia menyadari jika sang istri sudah kembali ke tempat asalnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.