Harga minyak dunia saat ini melonjak pasca adanya laporan serangan pada setidaknya 3 kapal di jalur perdagangan vital Selat Hormuz. UKMTO atau United Kingdom Maritime Trade Operations melaporkan sejumlah gangguan keamanan yang terjadi selama tanggal 1 Maret 2026, salah satunya melaporkan ledakan sebuah proyektil tak dikenal sangat dekat dengan salah satu kapal di barat Sharjah, Arab Saudi.
Selain itu, ada pula laporan serangan proyektil tak dikenal yang menyebabkan kabin mesin kapal terbakar hingga aktivitas mencurigakan di sebelah utara Oman.
Insiden terbaru di dekat Selat Hormuz dan situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah secara langsung memberikan tekanan pada suplai energi global, menyebabkan pasar bereaksi negatif dan harga minyak mentah dunia hari ini menunjukkan kenaikan.
Sebagai tambahan informasi, UKMTO adalah lembaga di bawah Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang berfungsi sebagai penghubung antara militer dan kapal perdagangan internasional untuk memastikan keamanan jalur maritim.
Tabel Harga Minyak Dunia Hari Ini
Berdasarkan data terbaru Trading Economics, berikut adalah rincian harga minyak dunia hari ini per pukul 13.48 WIB:
| Jenis Minyak | Harga 27 Februari 2026 | Harga 1 Maret 2026 | Kenaikan |
| Brent Crude | US$ 67,3 | $78,6 | 7,92% |
| WTI Crude | US$ 66,8 | $72 | 7.49% |
Brent dan WTI (West Texas Intermediate) merupakan dua acuan untuk menentukan harga minyak dunia saat ini.
Dikutip dari laman organisasi Seputar Forex, Brent atau Brent Crude merupakan nama yang diambil dari lahan tambang minyak di Laut Utara (Eropa) yang dibuka tahun 1970. Mulai tahun 1971 hingga sekarang, harga minyak Brent menjadi patokan untuk hampir 40% harga minyak dunia.
Sejak tahun 2007, ketika produksi minyak Amerika meningkat dan berkontribusi pada pasar minyak dunia, harga minyak WTI (minyak produksi Amerika Utara) mulai digunakan. WTI sendiri banyak diminati di Amerika Serikat dan pasar Asia karena sifatnya yang lebih ringan dan mudah diolah.
Efek Domino Serangan Selat Hormuz
Lonjakan harga minyak dunia saat ini tidak lepas dari peran strategis Selat Hormuz. Jalur ini merupakan "urat nadi" energi dunia, di mana hampir seperlima konsumsi minyak global melintas di sini setiap harinya.
Selat Hormuz sendiri berada di wilayah strategis di antara wilayah Oman dan Arab Saudi serta Iran di sisi lain. Energy Information Administration (EIA) dan Al Jazeera menyebut ada sekitar 20 juta barel minyak atau bernilai setara 500 miliar dolar Amerika yang melewati selat ini pada tahun 2024 lalu.
Enmund King, yang dikutip dari BBC, memperingatkan lonjakan harga imbas gangguan distribusi minyak global pasca serangan di Selat Hormuz. Lonjakan harga itu pun diprediksi dapat berlangsung lama jika konflik Iran dan US-Israel berlangsung lebih panjang.
Mengapa Anak Muda Harus Peduli?
Mungkin Kawan bertanya, "Saya tidak trading minyak, apa pengaruhnya untuk hidup saya?"
Jawabannya ada pada biaya hidup. Kenaikan harga minyak hari ini berpotensi memicu inflasi pada berbagai sektor. Mulai dari harga tiket pesawat, biaya logistik belanja online, hingga harga barang kebutuhan pokok yang diangkut menggunakan kendaraan bermesin diesel.
Minyak adalah komoditas hulu, jika hulu bergejolak maka kehidupan di hilir pasti akan terdampak.
Sebagai contoh, harga emas hari ini pun tampak mulai melonjak dibandingkan dengan pekan sebelumnya, di mana emas mulai naik turun di angka normal, bahkan nilainya bisa stabil/tidak berubah.
Jadi, yuk tetap pantau update harga minyak mentah dunia hari ini secara berkala untuk menyesuaikan strategi keuangan Kawan. Di era informasi cepat seperti sekarang, menjadi relevan dan melek data adalah bentuk pertahanan ekonomi terbaik bagi generasi muda!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


