global village winter peak 2026 aiesec in untan hadirkan perjalanan lintas budaya dalam equatorial odyssey - News | Good News From Indonesia 2026

Global Village Winter Peak 2026: AIESEC in Untan dan Perjalanan Lintas Budaya dalam “Equatorial Odyssey”

Global Village Winter Peak 2026: AIESEC in Untan dan Perjalanan Lintas Budaya dalam “Equatorial Odyssey”
images info

Global Village Winter Peak 2026: AIESEC in Untan dan Perjalanan Lintas Budaya dalam “Equatorial Odyssey”


AIESEC in Untan menyelenggarakan hari pertama Global Village Winter Peak 2026 bertajuk Equatorial Odyssey: Discovering the World Within Us pada Senin (24/1) di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura, Teater 3.

Kegiatan yang berlangsung pukul 15.00 hingga 21.30 WIB tersebut dihadiri oleh ratusan peserta yang disebut sebagai “Voyagers”, bersama jajaran panitia, mitra, relawan, serta tamu undangan.

Global Village Winter Peak 2026 merupakan program tahunan yang diselenggarakan oleh AIESEC in Untan sebagai wadah pertukaran budaya dan pengembangan kepemimpinan generasi muda.

Melalui konsep perjalanan budaya, kegiatan ini menghadirkan ruang interaksi antara budaya lokal dan internasional dalam satu rangkaian acara yang edukatif sekaligus interaktif.

baca juga

Acara dibuka secara resmi dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama. Selanjutnya, Organizing Committee President Global Village Winter Peak 2026, Arrini Gloria Situmorang, menyampaikan sambutan pembuka.

Dalam pidatonya, Arrini menekankan bahwa kegiatan ini dirancang bukan hanya sebagai perayaan keberagaman, tetapi juga sebagai sarana refleksi diri.

“Global Village bukan hanya tentang mengenal budaya orang lain, tetapi juga tentang memahami diri kita sendiri melalui setiap interaksi dan cerita yang kita temui hari ini,” ujarnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Local Committee President AIESEC in Untan, Maria Olga Bapage. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, mitra, dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk terlibat aktif dalam setiap sesi.

“Saya berharap setiap pengalaman hari ini mampu memperluas perspektif kita dan menginspirasi untuk menciptakan dampak positif, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat,” tuturnya.

Sebagai bagian dari pembukaan, peserta diajak mengikuti sesi energizer khas AIESEC seperti roll dance, expectation setting, dan check-in. Sesi ini bertujuan membangun suasana yang partisipatif dan menciptakan rasa kebersamaan sebelum memasuki agenda utama.

Melalui pendekatan ini, peserta didorong untuk lebih terbuka, fokus, dan siap berinteraksi dengan sesama.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan penjelasan permainan bertajuk Cultural Journey of Steps. Permainan ini dirancang untuk mendorong interaksi lintas kelompok melalui tantangan yang tersebar di berbagai booth budaya.

baca juga

Setiap peserta diminta untuk mengeksplorasi nilai, tradisi, serta pengetahuan baru melalui aktivitas kolaboratif yang menekankan komunikasi dan kerja sama.

Dari sisi pertunjukan, Tari Sekapur Sirih oleh Sanggar Gita Natia menjadi pembuka rangkaian penampilan. Tarian tradisional Melayu tersebut dipilih sebagai simbol penyambutan dan penghormatan kepada tamu.

Penampilan ini mencerminkan komitmen panitia untuk menampilkan identitas budaya lokal sebagai bagian integral dari kegiatan internasional.

Suasana semakin meriah dengan penampilan idol group Shiny Star yang menghadirkan hiburan energik di tengah rangkaian agenda. Penampilan tersebut disambut antusias oleh para Voyagers dan menjadi salah satu momen yang memperkuat suasana kebersamaan di dalam ruangan.

Tidak hanya menghadirkan hiburan, Global Village Winter Peak 2026 juga memuat unsur edukatif melalui sesi laporan dari Departemen Incoming Global Volunteer (iGV).

Dalam sesi tersebut, perwakilan departemen memaparkan perkembangan program relawan internasional yang telah berlangsung selama dua minggu di Pontianak.

Laporan ini menampilkan dokumentasi kegiatan sosial, interaksi dengan komunitas lokal, serta dampak yang dihasilkan dari kolaborasi lintas negara.

Sebagai bagian dari agenda utama, talkshow bertema pengalaman lintas budaya menghadirkan pembicara dari Vietnam dan Tiongkok. Diskusi ini membahas proses adaptasi budaya, tantangan komunikasi, serta pentingnya empati dalam membangun hubungan internasional.

Peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan berbagi pandangan, sehingga tercipta dialog dua arah yang konstruktif.

Kegiatan hari pertama ditutup dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif mengikuti seluruh rangkaian acara. Melalui penyelenggaraan Global Village Winter Peak 2026, AIESEC in Untan menegaskan komitmennya dalam menyediakan platform pembelajaran global yang relevan bagi generasi muda.

Acara ini diharapkan tidak hanya menjadi pengalaman sesaat, tetapi juga mendorong terbentuknya pola pikir terbuka, toleran, dan berorientasi pada kolaborasi lintas budaya di masa mendatang.

 

 

 

Penulis: Fishana Syaria Shoffi Unnidha

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.