bersama abu nawas hingga haddad alwi dan danilla riyadi suara hati manusia di hadapan tuhan terus bergema - News | Good News From Indonesia 2026

Bersama Abu Nawas hingga Haddad Alwi & Danilla Riyadi, Suara Hati Manusia di Hadapan Tuhan Terus Bergema

Bersama Abu Nawas hingga Haddad Alwi & Danilla Riyadi, Suara Hati Manusia di Hadapan Tuhan Terus Bergema
images info

Bersama Abu Nawas hingga Haddad Alwi & Danilla Riyadi, Suara Hati Manusia di Hadapan Tuhan Terus Bergema


Haddad Alwi dan Danilla Riyadi berkolaborasi membuat satu karya musik mungkin sulit dibayangkan. Meski demikian, itulah yang kini terjadi.

Maklum saja, Haddad Alwi dan Danilla adalah dua musisi yang jelas jauh berbeda dari berbagai sisi. Dari segi generasi saja, keduanya terpaut cukup jauh di mana Haddad Alwi sudah dikenal luas oleh publik sejak era 1990-an. Sementara itu, nama Danilla baru melambung setelah tahun 2010.

Dari segi gaya musik, apalagi. Semua orang tentu tahu bahwa Haddad Alwi adalah penyanyi religi Islam yang di atas panggung biasa membawakan selawat alias doa, pujian, dan bentuk penghormatan yang ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW. Namanya berada di jajaran penyanyi religi paling beken di Indonesia, bahkan albumnya yang bertajuk Cinta Rasul menyandang predikat sebagai album religi terlaris sepanjang sejarah musik Indonesia.

Sementara itu, Danilla adalah musisi indie yang lagu-lagunya banyak berisi pengalaman hidup yang terkadang kelam. Liriknya pun bernuansa puitis namun sendu, berbalut melodi yang ringan.

Pada Januari 2026 lalu bertepatan dengan menjelangnya Ramadan 1447, Haddad Alwi dan Danilla mengumumkan kolaborasinya. Keduanya membawakan syair Al-I'tirof yang digubah aransemennya.

"Menurut Abi, ini curahan dari seorang Danilla dan Abi kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala," kata Haddad Alwi.

"Semua liriknya tuh mewakili perasaan manusia yang memang rapuh terus jadinya buatku pribadi pas nyanyiin ini dan baca lirik semua itu kayak mengingatkan aku jadi manusia tuh harus stay humble," ujar Danilla.

Hasilnya, jadilah lagu berjudul "Pengakuan". Selain dirilis di platform digital, lagu tersebut juga dibawakan secara langsung untuk yang pertama kalinya oleh Haddad Alwi dan Danilla dalam konser "A Journey to Remember" Vol. 2 di M Bloc Live House, Sabtu (28/2/2026).

Danilla Riyadi

baca juga

Dari Syair Abu Nawas ke Lagu Haddad Alwi & Danilla

Di balik ciamik kolaborasi Haddad Alwi dan Danilla serta segala kesan yang ditinggalkan konser "A Journey to Remember", sejatinya ada kisah tersendiri di balik inspirasi lagu "Pengakuan". Al-I'tirof ternyata merupakan salah satu syair paling termasyhur di dunia.

Al-I'tirof diciptakan oleh Abu Nawas, sosok yang diakui sebagai salah satu penyair terbesar dalam khazanah sastra Arab klasik. Karya-karyanya merupakan bagian dari gerakan pembaruan puisi Arab yang dimulai sejak periode Umayyah dan semakin mantap di bawah masa kekhalifahan Abbasiyah pertama.

Seperti dicatat oleh Halimatun Nashihah dalam publikasinya di Journal of Arabic Studies and Teaching, Al-I’tirof karya Abu Nawas memiliki kedudukan yang sangat istimewa di kalangan umat Muslim. Syair ini sering dilantunkan atau dibacakan pada waktu-waktu tertentu, seperti saat menunggu waktu salat berjamaah di masjid atau sebelum memulai pengajian Al-Qur’an di pesantren.

Di tengah banyak puisi lain yang muncul pada masanya, Al-I’tiraf tetap menjadi karya yang paling populer hingga saat ini. Puisi ini berisi ungkapan hati Abu Nawas kepada Tuhan mengenai pengakuan atas dosa-dosanya yang bertambah setiap hari yang disertai ekspresi pertobatan yang mendalam.

Lebih lanjut lagi, Halimatun Nashihah juga mencatat bahwa dalam sebuah kajian literatur, disebutkan bahwa melalui syair Al-I’tiraf ini, Abu Nawas berhasil menciptakan puisi ratapan atau elegi yang hingga kini mampu mewakili suara hati banyak orang.

Bisa dibilang, suara hati itu pula yang disampaikan Haddad Alwi dan Danilla dari atas panggung M Bloc Live House.

baca juga

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.