aiesec in uin jakarta menyelenggarakan global village winter peak 2025 - News | Good News From Indonesia 2026

Global Village Winter Peak 2025: Mempertemukan Budaya, Menguatkan Aksi untuk SDGs

Global Village Winter Peak 2025: Mempertemukan Budaya, Menguatkan Aksi untuk SDGs
images info

Global Village Winter Peak 2025: Mempertemukan Budaya, Menguatkan Aksi untuk SDGs


Poins Square, Lebak Bulus, dipenuhi warna dan antusiasme pada 14 Februari 2026 saat AIESEC in UIN Jakarta menyelenggarakan Global Village Winter Peak 2025. Sekitar 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa, relawan, mitra, serta Exchange Participants (EPs) dari berbagai negara hadir dalam kegiatan yang memadukan pertukaran budaya dengan pembahasan isu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Sejak sesi Open Gate dibuka, area Global Village Country Booth langsung ramai dikunjungi. Para Exchange Participants memperkenalkan budaya negara masing-masing melalui makanan khas, pakaian tradisional, artefak, hingga cerita tentang kehidupan sosial di negara asal mereka. Percakapan terjadi secara spontan dan hangat. Beberapa peserta terlihat aktif bertanya, sementara yang lain mencoba kuliner dan berfoto bersama.

Memasuki seremoni pembukaan, peserta diajak untuk beralih dari suasana eksplorasi menuju rangkaian inti acara. Sambutan disampaikan oleh perwakilan pemerintah (Bapelitbangda), perwakilan Embassy of India, Local Committee President (LCP), serta Organizing Committee President (OCP). Pesan yang disampaikan menekankan pentingnya ruang kolaborasi lintas budaya sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman global.

Rangkaian acara kemudian berlanjut ke EP Parade. Dalam sesi ini, para Exchange Participants tampil mengenakan busana tradisional negara masing-masing. Setiap penampilan disertai penjelasan singkat tentang makna budaya yang mereka bawakan. Momen ini menjadi salah satu bagian yang paling menyita perhatian, sekaligus memperlihatkan keberagaman dalam satu panggung.

Setelah itu, acara berlanjut pada Exchange Talkshow. Para pembicara berbagi pengalaman mengikuti program pertukaran internasional, mulai dari tantangan adaptasi budaya hingga pembelajaran yang mereka dapatkan. Diskusi berlangsung terbuka dan interaktif. Peserta memanfaatkan sesi tanya jawab untuk menggali lebih jauh mengenai peluang global tersebut.

Program Global Volunteer (GV) kemudian diperkenalkan sebagai kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat dalam proyek sosial internasional. Melalui penjelasan dan tayangan video, peserta memperoleh gambaran mengenai proses pendaftaran hingga dampak yang dapat diberikan melalui kontribusi nyata.

Rangkaian kegiatan juga menghadirkan penampilan budaya lokal yang memperlihatkan kekayaan tradisi Indonesia. Tak lama setelah itu, para Exchange Participants kembali naik ke panggung dalam sesi International Performance. Tarian dan lagu tradisional dari berbagai negara ditampilkan dengan penuh semangat, menciptakan suasana yang meriah dan penuh apresiasi.

Setelah rangkaian penampilan budaya, fokus acara beralih pada pembahasan isu global melalui SDGs Talk Show bertema Fast Fashion. Pembicara membahas dampak industri fesyen cepat terhadap lingkungan, termasuk limbah tekstil dan pola konsumsi yang berlebihan. Peserta diajak untuk mulai mempertimbangkan kembali kebiasaan belanja dan penggunaan produk sehari-hari.

Farhan, salah satu peserta, mengungkapkan kesannya. “Saya datang karena tertarik dengan pertukaran budayanya. Tapi setelah mengikuti talkshow SDGs, saya jadi lebih sadar bahwa pilihan kecil dalam konsumsi ternyata punya dampak besar,” ujarnya.

Anar, selaku Exchange Participant, juga menyampaikan pandangannya. “Global Village memberi saya kesempatan untuk berbagi budaya dan belajar dari peserta di sini. Diskusi tentang keberlanjutan terasa relevan karena isu ini juga terjadi di negara saya,” tuturnya.

Sesi kemudian dilanjutkan dengan workshop kelompok yang mengajak peserta untuk mengolah pakaian bekas menjadi tas totebag yang dapat digunakan kembali. Dalam sesi ini, peserta bekerja sama secara kreatif untuk mengubah bahan yang sudah tidak terpakai menjadi produk fungsional. Workshop ini menjadi bentuk praktik langsung dari pembahasan mengenai keberlanjutan dan pengurangan limbah tekstil.

Di penghujung acara, apresiasi diberikan kepada beberapa booth dan peserta dalam sejumlah kategori. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan dokumentasi bersama yang diikuti seluruh panitia dan peserta.

Melalui Global Village Winter Peak 2025, AIESEC in UIN Jakarta berharap kegiatan ini dapat memperluas pemahaman lintas budaya serta mendorong generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi peserta untuk terus terlibat dan mengambil peran aktif dalam menjawab tantangan global.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.