Bulan Ramadan merupakan waktu bagi umat Islam untuk menjalankan kewajiban puasa. Bahkan, seharusnya tidak menjadi penghalang untuk tetap rutin berolahraga agar badan tetap bugar.
Dosen Fakultas Kedokteran UM Surabaya, Kartika Prahasanti, menjelaskan ketika berolahraga saat puasa, asupan karbohidrat tubuh berkurang. Ini membuat tubuh membakar lebih banyak lemak untuk dijadikan energi. Hal inilah yang memicu penurunan berat badan agar tetap ideal.
Nah Kawan GNFI, jenis olahraga yang dilakukan saat berpuasa harus disesuaikan dengan kemampuan tubuh masing-masing. Karena itu, kita disarankan untuk berolahraga dengan intensitas ringan hingga sedang, seperti di bawah ini!
Rekomendasi 5 Olahraga Ringan ketika Berpuasa
Berjalan kaki
Olahraga ini tidak memerlukan banyak energi dan tidak membuat tubuh terlalu lelah, sehingga cocok dilakukan saat berpuasa. Jalan santai dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, sedangkan jalan cepat dapat melatih dan menjaga kesehatan jantung. Untuk menjaga kebugaran tubuh selama berpuasa, Kawan bisa melakukan jalan ringan selama 30—60 menit.
Bersepeda
Olahraga ini juga direkomendasikan untuk dilakukan saat berpuasa, karena dapat membantu membakar kalori, menurunkan berat badan, hingga mengencangkan berbagai otot di tubuh, seperti lengan, pinggang, kaki dan paha. Bersepeda bisa dilakukan dengan santai dengan menghindari intensitas tinggi, seperti jalur yang ekstrem.
Jogging
Melakukan jogging saat berpuasa dapat membantu tubuh untuk tetap aktif, tidak mudah lemas, hingga menjaga daya tahan tubuh agar tetap optimal. Sama dengan bersepeda, hindari intensitas tinggi saat jogging dengan membatasi waktu dan menyesuaikan ritme santai.
Disarankan untuk melakukan jogging di lingkungan yang memiliki sirkulasi udara baik. Jogging selama 20—30 menit cukup karena tidak membuat tubuh kelelahan saat berpuasa, sekaligus dapat melatih stamina secara bertahap.
Pilates
Latihan kelenturan seperti pilates, direkomendasikan untuk membantu tubuh agar tetap bugar. Kegiatan tersebut dapat meredakan ketegangan otot, meningkatkan keseimbangan dan kelenturan tubuh, serta memperkuat otot inti, seperti otot perut dan otot punggung. Tubuh jadi terasa lebih ringan untuk beraktivitas meskipun sedang berpuasa.
Yoga
Melakukan yoga dapat membantu mengelola dan menstabilkan emosi, sehingga mood jadi lebih baik. Yoga juga dapat meningkatkan energi baik mental maupun fisik, lewat berbagai posenya.
Sama seperti pilates, yoga juga dapat membuat tubuh menjadi lebih ringan. Dengan melakukan yoga, produksi hormon kebahagiaan meningkat bersamaan dengan hormon pemicu stres yang menurun, sehingga dapat meningkatkan kualitas tidur.
Berbagai olahraga tersebut dapat dilakukan 3—5 kali dalam seminggu, dengan tetap menjaga asupan nutrisi yang didapatkan saat waktu sahur, serta tidur yang berkualitas. Penggunaan energi untuk berolahraga saat berpuasa perlu diperhatikan. Lantas, kapan waktu idealnya?
Waktu Ideal Berolahraga
Menurut dr. Kartika Prahasanti, waktu ideal untuk berolahraga saat puasa adalah 30 menit sebelum sahur, dilanjutkan menyantap makanan yang berkualitas. Dengan begitu, tubuh tetap mendapatkan energi yang cukup dan terasa lebih segar untuk beraktivitas.
Sebelum berbuka puasa juga menjadi waktu yang ideal untuk berolahraga. Olahraga dapat menjadi aktivitas ngabuburit yang sehat dan menyenangkan, dilakukan 30 menit sebelum berbuka puasa.
Olahraga setelah berbuka puasa atau shalat tarawih juga baik dilakukan. Jika ingin dilakukan setelah berbuka, disarankan untuk menunggu hingga makanan tercerna dengan sempurna selama kurang lebih 1 jam.
Kawan GNFI dapat menyesuaikan kembali dengan kemampuan dan ritme tubuh.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

