masjid nyak sandang hadiah untuk teungku nyak sandang penyumbang pesawat pertama indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

Masjid Nyak Sandang: Hadiah untuk Teungku Nyak Sandang, "Penyumbang" Pesawat Pertama Indonesia

Masjid Nyak Sandang: Hadiah untuk Teungku Nyak Sandang, "Penyumbang" Pesawat Pertama Indonesia
images info

Masjid Nyak Sandang: Hadiah untuk Teungku Nyak Sandang, "Penyumbang" Pesawat Pertama Indonesia


Berdiri gagah di Gampong Lhuet, Aceh Jaya, Masjid Nyak Sandang adalah masjid “hadiah” yang diberikan negara kepada Nyak Sandang. Masjid ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan mendalam untuk Nyak Sandang karena pernah ikut menyumbangkan hartanya dalam upaya pembelian pesawat pertama Indonesia.

Saat Indonesia baru merdeka, Nyak Sandang bersama dengan rakyat Aceh lainnya bersama-sama mendermakan harta yang mereka miliki untuk ikut membeli pesawat kenegaraan. Atas kontribusinya inilah Nyak Sandang diganjar hadiah berupa pembangunan masjid dengan namanya.

Masjid Nyak Sandang Aceh

Masjid Nyak Sandang didesain dengan konsep Islam, iman, dan ihsan. Merangkum dari Kementerian Pekerjaan Umum, kubahnya secara filosofis melambangkan keagungan Allah SWT, kesatuan umat, dan simbol perjuangan.

Bentuknya yang melengkung ke atas merepresentasikan Keesaan Allah dan arah hati yang tertuju pada-Nya. Bentuknya pun unik karena memiliki konsep gubahan masa berupa bentuk representatif dari pesawat terbang.

Masjid Nyak Sandang dibangun di Lhuet, Jaya, Kabupaten Aceh Jaya. Berdiri di atas lahan seluas 4.940,5 m2, masjid ini mulai digarap pada 2020. Pada 26 Maret 2022, Masjid Nyak Sandang diresmikan. Kapasitas tampungnya mencapai 940 jemaah.

Melalui ANTARA, disebutkan jika masjid ini menelan anggaran lebih dari Rp34 miliar dan diambil dari APBN. Masjid dengan nuansa biru putih itu kini menjadi ikon khas Kabupaten Aceh Jaya.

baca juga

Kedermawanan Hati Nyak Sandang dan Rakyat Aceh

Teungku Nyak Sandang bin Lamudin alias Nyak Sandang adalah tokoh Aceh yang merupakan salah satu penyumbang dana dalam pembelian pesawat pertama Republik Indonesia di awal kemerdekaan, Dakota RI-001 Seulawah.

Disadur dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), pesawat ini berjenis Dakota dengan nomor sayap RI-001. Nama “Seulawah” sendiri bermakna “gunung emas”.

Lebih lanjut, pesawat ini dibeli melalui penggalangan “Dana Dakota” dari rakyat Aceh, termasuk Nyak Sandang. Saat itu, Nyak Sandang yang masih sangat muda ikut menyumbangkan hartanya dengan cara menjual kebunnya.

Penggalangan dana untuk pesawat ini memang diinisiasi langsung oleh Soekarno yang pada tahun 1948 bertandang ke Aceh. Presiden pertama RI ini mengnumpulkan pemuda dan pengusaha di Bumi Serambi Makkah.

Soekarno “menantang” patriotisme rakyat Aceh untuk melestarikan perjuangan kemerdekaan. Walhasil, M. Djuned Joesoef yang kala itu merupakan Ketua Gabungan Saudagar Indonesia Daerah Aceh (Gasida) menjadi orang pertama yang menyumbang. Kemudian, pengusaha lainnya pun ikut menyumbang sampai terkumpul dana dengan jumlah besar.

Kemudian, Abu Daud Beureueh, pemimpin Aceh kala itu, berpidato dan membakar semangat nasionalisme rakyat Aceh. Ia mengatakan Indonesia membutuhkan pesawat.

Lebih lanjut, dalam penelitian yang dilakukan oleh Zulfa Nadia dari UIN Ar-Raniry Aceh, Nyak Sandang adalah salah satu orang yang mendengarkan pidato Daud Beureueh. Ia kemudian meminta izin kepada ayahnya untuk menjual kebun yang berisikan 40 pohon kelapa dengan luas kurang lebih satu hektare.

Namun, saat itu harga jualnya sangat murah, yakni Rp100 atau setara dengan 20 mayam emas. Hasil penjualan tanah ini kemudian disumbangkan untuk membeli pesawat.

Konon, saking banyaknya yang menyumbang, total uang yang terkumpul bisa dibelikan emas seberat 50 kilogram. Hasilnya, pesawat pun berhasil dibeli berkat kedermawanan Nyak Sandang dan seluruh rakyat Aceh.

Kawan GNFI, Dakota RI -001 Seulawah juga menjadi cikal bakal lahirnya national flag carrier kebanggan Indonesia, Garuda Indonesia.

Hadiah dari Negara sampai Bintang Jasa Utama dari Prabowo untuk Nyak Sandang

Masjid Nyak Sandang menjadi “hadiah” dari negara untuk Nyak Sandang yang ikut berjasa dalam menyumbangkan hartanya untuk membeli pesawat pertama Indonesia setelah kemerdekaan.

Menariknya, masjid bukanlah satu-satunya hadiah yang diterima Nyak Sandang. Tahun 2018, saat Nyak Sandang diundang ke Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo, ia diberikan tiga apresiasi, yakni pengobatan mata katarak, haji dan umrah, serta pembangunan masjid itu sendiri.

Kemudian, pada 25 Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto mengundang Nyak Sandang ke Istana Negara untuk diberikan Bintang Jasa Utama. Penghargaan ini diberikan atas jasanya dalam keikutsertaan untuk meyumbang dana pada pengadaan RI-001.

Dalam upacara penghargaan itu, Presiden Prabowo sampai berlutut untuk menunjukkan rasa hormatnya. Nyak Sandang dianggap berjasa karena mewariskan semangat nasionalisme demi negara.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.