Pesantren Ekologi Ramadhan 2026 adalah program yang diluncurkan Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) di bulan suci tahun 1447 Hijriah ini. Tak sebatas mengkaji pelajaran agama di lingkungan sekolah, para siswa juga dibekali pemahaman karakter yang kuat untuk menjaga lingkungan hidup.
Bagi Kawan yang ingin tahu lebih banyak tentang apa itu Pesantren Ekologi Ramadhan, tujuan, hingga kegiatan, dan kapan pelaksanaan program tersebut, simak artikel ini sampai habis, ya!
Apa itu Pesantren Ekologi Ramadhan?

Pengertian dan Tujuan Pesantren Ekologi Ramadhan, Program Cetusan Disdik Jabar Tahun 2026 | Unsplash @Syed Aoun Abbas
Secara sederhana, Pesantren Ekologi adalah program penguatan karakter para siswa-siswi sekolah yang diinisiasi oleh Disdik Jabar untuk mengisi waktu Ramadhan 2026/1447 H dengan kegiatan edukasi berbasis lingkungan.
Melalui konten kolaborasi Disdik Jabar dan SMK Negeri 12 Bandung, mereka menjabarkan bahwa program ini membawa kegiatan berpedoman pada nilai Panca Waluya yang bertujuan untuk meningkatkan iman serta mengeratkan hubungan antara lingkungan dan sesamanya.
Nilai Panca Waluya sendiri adalah sebagai berikut: cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (pintar), singer (terampil).
Program ini menyasar seluruh peserta didik di Jawa Barat, mulai dari tingkat SD hingga SMA/SMK/SLB di tingkatnya. Kegiatannya dilaksanakan di lingkungan sekolah masing-masing maupun di rumah, dengan memanfaatkan aset digital dan alam sekitar sebagai media pembelajaran.
Lantas, mengapa harus ada kata "ekologi" di dalamnya?
Diterangkan oleh Riberu (2002), ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dua arah antara makhluk hidup, misalnya manusia, hewan, dan tumbuhan, yang merupakan bagian dari lingkungan hidupnya. Hal ini menonjolkan bagaimana hubungan antar makhluk tidak bersifat individu yang tegak berdiri sendiri, melainkan melibatkan interaksi.
Dengan membawa konsep ini ke dalam kegiatan pesantren, siswa diharapkan paham bahwa menjaga alam adalah bagian dari iman.
Sebagaimana yang ditegaskan Sekdisdik Jabar, Deden Saepul Hidayat, dalam acara pembukaan Pesantren Ekologi Ramadhan pada Selasa lalu (24/02/2026) bahwa ketakwaan kepada Allah tidak hanya terwujud melalui ibadah salat dan puasa, melainkan juga dari sikap peduli terhadap lingkungan.
Tujuan Kegiatan Pesantren Ekologi Ramadhan
Seperti yang sudah disinggung, tujuan Pesantren Ekologi Ramadhan adalah untuk meningkatkan iman dan membangun hubungan erat antara lingkungan hidup dan para generasi muda.
Melalui program yang inklusif dan berkelanjutan ini, Disdik Jabar juga berharap dapat menumbuhkan generasi yang beriman, berkarakter, dan bertanggung jawab dalam merawat bumi sebagai bentuk amanah bersama.
Apa Saja Kegiatan Pesantren Ekologi Ramadhan 2026?

Apa itu Pesantren Ekologi Ramadhan dan Apa Saja Kegiatannya? Ini Penjelasannya | Sumber: YouTube Disdik Jabar | Unsplash @Ismail Hasan
Berdasarkan informasi dari media sosial resmi Disdik Jabar, terdapat tiga pilar utama kegiatan Pesantren Ekologi Ramadhan 2026:
- Tadabur alam dengan pendekatan pancaniti: siswa diajak untuk merenungkan kebesaran Sang Pencipta melalui kegiatan berjalan-jalan sambil melakukan pengamatan langsung terhadap alam.
- Karomah (kegiatan amaliah Ramadan di rumah): program ini memastikan bahwa pembelajaran tidak berhenti di gerbang sekolah. Siswa melakukan praktik ibadah harian dan pembiasaan baik di rumah yang dipantau secara digital, misalnya melalui aplikasi Genep Waluya.
- Aksi tasyakur (aktualisasi tanggung jawab dengan rasa syukur): di dalamnya siswa didorong untuk mengisinya dengan konsep 7 pembiasaan anak Indonesia hebat, aksi ekologi, poe ibu (infak dan sedekah Ramadhan), rantang kanyaah (paket makanan), dan wakaf Al-Qur’an.
Kapan Pelaksanaan Pesantren Ekologi Ramadhan 2026?

Pengertian Pesantren Ekologi Ramadhan dan Kapan Pelaksanaannya | Sumber: Unsplash @Abdullah Faraz
Mengacu dari Timeline Pembelajaran Selama Ramadhan 2026 yang dirilis Disdikpora Cianjur, kegiatan Pesantren Ekologi Ramadhan 1447 Hijriah kemungkinan akan dilaksanakan antara tanggal 23 Februari-13 Maret 2026 atau pada pekan kedua hingga pekan keempat mendekati Lebaran mendatang.
Hal ini mengingat pada tanggal 14-28 Maret 2026 diperkirakan sudah memasuki libur menyambut Hari Raya Idul Fitri/Lebaran 1447 Hijriah.
Meski begitu, kegiatan di atas tampaknya akan dilakukan secara hybrid, di mana beberapa materi diberikan di sekolah melalui sesi tatap muka, sementara aktivitas praktis seperti "Karomah" dilakukan secara mandiri di rumah masing-masing.
Monitoring dilakukan melalui aplikasi khusus yang telah disiapkan oleh Disdik Jabar, sehingga setiap progres yang dilakukan Kawan GNFI atau adik-adik kita di sekolah bisa tercatat dengan baik sebagai bagian dari penilaian karakter.
Sekian artikel seputar Pesantren Ekologi Ramadhan 2026, semoga informasi ini membantu Kawan untuk lebih siap menyambut Ramadan dengan cara yang lebih hijau dan bermakna!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


