lontong cap go meh simbol akulturasi budaya makna filosofis dan resep lengkap - News | Good News From Indonesia 2026

Lontong Cap Go Meh: Sejarah, Simbol Akulturasi Budaya, Makna Filosofis, dan Resep Lengkap

Lontong Cap Go Meh: Sejarah, Simbol Akulturasi Budaya, Makna Filosofis, dan Resep Lengkap
images info

Lontong Cap Go Meh: Sejarah, Simbol Akulturasi Budaya, Makna Filosofis, dan Resep Lengkap


Lontong Cap Go Meh merupakan salah satu hidangan yang identik dengan Cap Go Meh dan tak boleh absen pada perayaan hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek tersebut.

Sajian ini bukan sekadar lontong dengan kuah santan, melainkan menu lengkap yang lahir dari pertemuan budaya Tionghoa dan Jawa. Di balik sepiring hidangan ini tersimpan sejarah panjang, simbol harapan, serta tradisi keluarga yang terus diwariskan.

Banyak orang mencari tahu sejarah lontong Cap Go Meh, makna di balik isiannya, hingga resep lengkapnya untuk disajikan di rumah. Jika Kawan salah satunya, temukan seluruh informasi yang Kawan butuhkan dalam artikel ini.

Sejarah dan Asal-Usul Lontong Cap Go Meh: Jembatan Budaya Tionghoa dan Jawa

Dalam tradisi Tionghoa, Cap Go Meh identik dengan bola ketan manis atau yang dikenal dengan yuanxiao yang disantap hangat. Namun ketika para imigran Tionghoa menetap di pesisir utara Jawa seperti Semarang dan Surabaya, tradisi tersebut pun beradaptasi dengan budaya setempat.

Di dapur keluarga peranakan, bahan lokal lebih mudah diakses. Lontong yang padat dan mengenyangkan menggantikan bola ketan manis. Dari sinilah sejarah lontong Cap Go Meh bermula sebagai hasil akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa.

Perkawinan antara imigran Tionghoa dan perempuan lokal juga turut membentuk tradisi baru ini. Pada akhirnya, teknik memasak Tionghoa berpadu dengan bumbu dan kebiasaan makan masyarakat Jawa. Hidangan yang awalnya sederhana kemudian berkembang menjadi sajian lengkap dengan opor ayam, sambal goreng, hingga sayur lodeh. Dari proses inilah lontong Cap Go Meh kemudian dikenal sebagai bagian dari kuliner khas perayaan Cap Go Meh di Indonesia.

Makna Filosofis di Balik Sepiring Lontong Cap Go Meh

Makna filosofis lontong Cap Go Meh tersimpan dalam setiap isiannya. Berikut makna mendalam yang terkandung:

  • Lontong berbentuk panjang dan padat, dimaknai sebagai doa untuk umur panjang dan kehidupan yang kokoh.
  • Kuah kuning dari opor dan lodeh melambangkan kemakmuran. Warna keemasan identik dengan harapan rezeki dan keberuntungan.
  • Telur pindang yang bulat utuh menjadi simbol kebulatan tekad dan keberuntungan yang menyeluruh.
  • Bubuk koya atau kedelai menghadirkan rasa gurih sekaligus makna kesederhanaan dan keseimbangan dalam hidup.

Komponen Wajib Lontong Cap Go Meh Autentik

Jika ingin memahami keutuhan hidangan legendaris ini, Kawan dapat memperhatikan isian lontong Cap Go Meh.Uniknya, setiap elemen punya peran rasa, tekstur, dan karakter yang saling melengkapi. Inilah komponen yang membuat sajian ini begitu autentik:

1. Lontong

Lontong menjadi fondasi utama hidangan ini. Teksturnya harus padat namun tetap empuk saat dipotong, tidak mudah hancur ketika disiram kuah panas. Fungsinya bukan hanya sebagai sumber karbohidrat, tetapi juga sebagai penyerap kuah santan agar bumbu meresap hingga ke bagian dalam.

2. Opor Ayam

Opor ayam adalah pusat rasa dalam lontong Cap Go Meh. Kuahnya kental, berwarna kuning, dengan aroma serai, lengkuas, daun salam, hingga sentuhan pala dan cengkeh. Daging ayam yang dimasak perlahan membuat bumbu benar-benar meresap, menghasilkan rasa gurih yang dalam dan lembut di lidah.

3. Sayur Lodeh atau Labu Siam

Komponen ini menghadirkan rasa pedas-manis yang lebih ringan dibanding opor. Labu siam yang dimasak hingga empuk namun tidak lembek memberi tekstur segar, sementara kuah santannya lebih ringan sehingga tidak membuat hidangan terasa terlalu berat. Kehadirannya menyeimbangkan kekayaan rasa opor.

4. Sambal Goreng Ati Ampela atau Kentang

Di antara dominasi gurih santan, sambal goreng menghadirkan kontras. Bumbu merahnya lebih tajam dengan rasa pedas dan sedikit manis. Ati ampela memberi tekstur kenyal dan gurih khas, sementara kentang menjadi alternatif yang lebih lembut namun tetap menyerap bumbu dengan baik.

5. Telur Pindang

Telur pindang tampil dengan warna coklat gelap hasil proses perebusan bersama rempah. Rasanya gurih dengan aroma khas yang lebih kompleks dibanding telur rebus biasa. Selain memperkaya rasa, tampilannya juga mempercantik sajian di atas piring.

6. Bubuk Koya

Bubuk koya merupakan taburan sederhana yang justru memberi sentuhan rasa khas pada lontong Cap Go Meh. Terbuat dari kerupuk udang dan bawang putih goreng yang dihaluskan, koya menghadirkan cita rasa gurih yang langsung terasa saat bercampur dengan kuah hangat.

7. Abon Sapi dan Kerupuk Udang

Abon sapi menghadirkan rasa manis-gurih yang halus dan berserat, sementara kerupuk udang memberi sensasi renyah yang memecah dominasi tekstur lembut dari kuah dan lontong. Kombinasi keduanya membuat setiap suapan kaya rasa.

Resep Eksklusif Lontong Cap Go Meh ala Chef

Bagi Kawan yang ingin menyajikan lontong Cap Go Meh untuk keluarga tercinta. Berikut Resep lontong Cap Go Meh lengkap ala chef dengan komposisi autentik yang mudah dicoba di rumah.

Bahan Lontong

  • 500 gram beras pulen
  • 2 lembar daun pandan
  • 1 sendok teh garam
  • Air secukupnya
  • Daun pisang untuk membungkus

Bahan Opor Ayam

    • 1 ekor ayam kampung, potong-potong
    • 3 lembar daun salam
    • 2 lembar daun jeruk
    • 1 batang serai, memarkan
    • 2 ruas lengkuas, memarkan
  • 3 siung bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 1 cabai merah (sesuai selera)
  • 1 sendok teh ketumbar bubuk
  • ½ sendok teh jintan bubuk
  • ½ sendok teh pala bubuk
  • ¼ sendok teh kayu manis bubuk
  • ¼ sendok teh cengkeh bubuk
  • 1 sendok makan bawang merah goreng
  • 1 sendok teh gula pasir
  • Garam secukupnya
  • Santan kental dan air secukupnya

Bahan Sambal Goreng

  • 200 gram udang, kupas
  • 200 gram hati ayam, rebus dan potong
  • 2 kentang, rebus dan potong dadu
  • 3 siung bawang merah, iris tipis
  • 2 siung bawang putih, iris tipis
  • 1 cabai merah, iris tipis
  • ½ sendok teh ketumbar bubuk
  • ½ sendok teh jintan bubuk
  • ¼ sendok teh gula pasir
  • Garam dan minyak goreng secukupnya

Bahan Sayuran

  • 100 gram wortel, potong korek api
  • 100 gram buncis, potong-potong
  • 100 gram labu siam, potong korek api
  • Garam dan air secukupnya

Pelengkap

  • Telur pindang
  • Abon sapi
  • Bubuk koya
  • Kerupuk dan sambal

Cara Membuat

  1. Membuat Lontong
    • Cuci beras hingga bersih.
    • Campur dengan garam dan daun pandan.
    • Bungkus dengan daun pisang, lipat rapi, ikat dengan tali.
    • Rebus selama kurang lebih 2 jam sampai padat.
  2. Membuat Opor Ayam
    • Tumis bumbu halus (bawang merah, bawang putih, cabai merah, ketumbar, jintan) hingga harum.
    • Tambahkan daun salam, daun jeruk, serai, lengkuas, kayu manis, cengkeh, dan pala. Tumis hingga bumbu harum.
    • Tambahkan ayam, aduk hingga berubah warna.
    • Tuang santan dan sedikit air, masak dengan api kecil hingga ayam empuk dan kuah mengental.
    • Bumbui dengan gula dan garam secukupnya.
  3. Membuat Sambal Goreng
    • Panaskan minyak, lalu tumis bawang merah dan bawang putih hingga beraroma harum.
    • Masukkan udang, hati ayam, dan kentang, aduk rata hingga udang berubah warna.
    • Tambahkan ketumbar, jintan, gula, dan garam. Masak hingga meresap.
  4. Merebus Sayuran
    • Rebus wortel, buncis, dan labu siam dengan air secukupnya dan sedikit garam.
    • Masak hingga matang tapi tetap segar dan renyah, tiriskan.
  5. Penyajian
    • Letakkan lontong di piring saji.
    • Siram dengan opor ayam.
    • Tambahkan sambal goreng dan sayuran.
    • Lengkapi dengan telur pindang, taburan abon, bubuk koya, kerupuk, dan sambal.
    • Sajikan lontong Cap Go Meh selagi hangat.

Tips ala Chef

  • Gunakan santan segar agar opor lebih gurih.
  • Tumis bumbu opor hingga harum maksimal supaya cita rasa lebih kaya.
  • Jangan terlalu lama merebus sayuran agar tetap renyah dan berwarna cerah.

Rekomendasi Tempat Makan Lontong Cap Go Meh Legendaris

Bagi Kawan yang ingin menikmati lontong Cap Go Meh autentik tanpa repot memasak, beberapa tempat berikut menjadi pilihan legendaris di Jakarta dan Surabaya. 

Di Jakarta, Gado-Gado Bon Bin di kawasan Cikini menjadi salah satu pilihan klasik. Beralamat di Jalan Cikini IV Nomor 5, Menteng, tempat ini dikenal dengan menu kuliner peranakan yang kaya rasa. Saat momen Cap Go Meh, hidangan lontongnya selalu diburu karena kuahnya yang gurih dan komposisinya yang lengkap.

Masih di Jakarta, tepatnya di kawasan Glodok, Ketupat Gloria 65 juga tak kalah populer. Berlokasi di Jalan Pancoran Nomor 65, rumah makan ini telah lama menjadi destinasi pecinta kuliner peranakan. Sajian lontong dan ketupatnya dikenal memiliki kuah yang kental dengan cita rasa khas yang autentik.

Sementara itu, di Surabaya, lontong Cap Go Meh Bu Betty di kawasan Dharmahusada menjadi favorit banyak orang saat perayaan Cap Go Meh tiba. Tempat ini terkenal dengan porsi yang melimpah dan kuah santan yang gurih, menjadikannya selalu ramai dikunjungi setiap tahunnya.

Kesimpulan

Lontong Cap Go Meh menjadi contoh bagaimana tradisi kuliner merepresentasikan identitas bangsa yang terbentuk dari keberagaman budaya. Menjaga hidangan ini berarti merawat jejak sejarah, nilai kebersamaan, serta proses akulturasi yang telah berlangsung lama dalam kehidupan masyarakat Indonesia, sekaligus menjadi bagian dari perayaan tahun baru yang penuh makna.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RW
MS
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.