Kabar baik bagi para Kawan pendaki yang sudah merindukan puncaknya, karena Gunung Rinjani kembali dibuka pada 28 Maret 2026 mendatang. Pengumuman ini menjadi angin segar bagi para Kawan pecinta alam di seluruh penjuru tanah air.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Budhy Kurniawan, atas hasil dari evaluasi panjang sejak kebijakan penutupan pendakian diberlakukan pada 1 Januari 2026 lalu. Masa penutupan tersebut digunakan secara maksimal untuk pemulihan ekosistem di kawasan taman nasional.
Inovasi Teknologi untuk Keamanan Pendaki
Gunung Rinjani dibuka lagi dengan membawa standar layanan yang jauh lebih modern. Balai TNGR kini menghadirkan berbagai inovasi teknologi demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan Kawan GNFI selama berada di jalur pendakian.
Salah satu inovasi utamanya adalah penggunaan gelang Radio Frequency Identification (RFID). Teknologi ini memungkinkan petugas memantau pergerakan pendaki secara lebih akurat dan meminimalisir risiko pendaki yang tersesat.
Selain gelang RFID, setiap kelompok pendaki juga akan dibekali perangkat pelacak posisi atau personal beacon. Alat ini sangat krusial untuk mengirimkan sinyal darurat jika terjadi kondisi yang tidak diinginkan.
Pihak pengelola juga telah membangun pusat komando (command center) yang terintegrasi. Pusat kendali ini akan memantau seluruh aktivitas di jalur pendakian resmi melalui sistem komunikasi radio yang telah diperbarui.
Komitmen terhadap Lingkungan dan Konservasi
Kabar mengenai Gunung Rinjani dibuka lagi juga membawa misi lingkungan yang kuat. Balai TNGR mulai menerapkan konsep zero waste berbasis digital untuk mengatasi persoalan sampah plastik.
Sistem digital ini akan mendata seluruh barang bawaan Kawan yang berpotensi menjadi sampah sejak di pintu masuk. Saat turun gunung, Kawan wajib membawa kembali sampah tersebut sesuai dengan data yang telah terekam secara digital.
Budhy Kurniawan turut menjelaskan bahwa pihaknya telah meningkatkan aspek konservasi secara signifikan. Sejak penutupan Januari lalu, flora dan fauna di kawasan Rinjani telah diberikan ruang untuk tumbuh tanpa gangguan aktivitas manusia.
Pengelolaan destinasi kini dilakukan secara lebih inklusif dengan melibatkan pemerintah daerah. Masyarakat lingkar Rinjani juga turut dilibatkan dalam menjaga kelestarian kawasan hutan yang menjadi sumber kehidupan mereka.
Visi Wisata Eksklusif dan Berkualitas
Langkah Balai TNGR ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Dirinya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang lebih erat demi memastikan pembukaan pendakian berjalan optimal dan terintegrasi.
Menurutnya, arah pengelolaan Gunung Rinjani ke depan bukan lagi mengejar pariwisata massal. Pemerintah ingin menciptakan pengalaman mendaki yang eksklusif, berkualitas, dan tetap berorientasi pada perlindungan alam.
"Pengalaman kelas dunia harus berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem," tegas Lalu Muhamad Iqbal sebagaimana dilansir dari Antaranews.com (24/2/2026). Baginya, Rinjani adalah simbol kehidupan yang harus dijaga martabat dan kelestariannya oleh semua pihak.
Gubernur Iqbal juga menyoroti pentingnya kesiapan tim penyelamat seperti vertical rescue. Belajar dari pengalaman sebelumnya, optimalisasi koordinasi lintas pihak dalam menangani kecelakaan wisatawan kini menjadi prioritas utama di TNGR.
Persiapan Menuju Puncak Rinjani

Tampilan laman website e-Rinjani | Tangkapan Layar @Revaldy Latumeten
Bagi Kawan GNFI yang berencana mendaki, pendaftaran tetap dilakukan secara daring melalui aplikasi e-Rinjani. Pastikan Kawan sudah memesan kuota jauh-jauh hari karena minat pendaki diprediksi melonjak usai Lebaran mendatang.
Ada enam jalur resmi yang bisa Kawan pilih, mulai dari jalur legendaris Sembalun hingga jalur eksotis Torean. Setiap jalur memiliki karakteristik unik yang menawarkan keindahan panorama berbeda di setiap sudutnya.
Meskipun Gunung Rinjani dibuka lagi pada 28 Maret 2026, persiapan fisik tetap menjadi kunci utama. Pastikan Kawan dalam kondisi sehat dan membawa perlengkapan mendaki yang sesuai dengan standar keamanan internasional.
Mari kita sambut pembukaan kembali atap Lombok ini dengan semangat konservasi alam. Dengan mematuhi aturan dan inovasi yang ada, kita turut berkontribusi menjaga Rinjani tetap menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


