Rukun puasa dan syarat puasa merupakan fondasi utama yang menentukan keabsahan ibadah seorang Muslim di bulan suci Ramadhan.
Memahami kedua aspek ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk ketaatan mutlak agar setiap detik menahan lapar dan dahaga tidak berakhir sia-sia tanpa nilai pahala.
Mengingat pentingnya hal tersebut, Kawan GNFI perlu menyelisik kembali literatur fikih agar tidak terjadi kekeliruan dalam praktik ibadah harian. Secara esensi, puasa adalah menahan diri dari makan, minum, serta segala hal yang membatalkannya mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari dengan niat yang tulus karena Allah SWT.
Simak artikel berikut ini seputar syarat dan rukun puasa Ramadhan adalah sebagai berikut.
Syarat Puasa Ramadhan

rukun puasa, syarat puasa | Sumber: Pexels
Sebelum menjalankan ibadah, Anda harus memenuhi kriteria tertentu agar kewajiban ini jatuh kepada Anda secara hukum syariat.
Diktuip dari Baznas Jogja, berikut adalah syarat puasa Ramadhan yang harus dipenuhi:
Beragama Islam
Ibadah puasa hanya diwajibkan dan dianggap sah bagi mereka yang memeluk agama Islam.
Baligh
Seseorang telah mencapai usia dewasa secara biologis dan hukum agama. Anak-anak yang belum baligh tidak diwajibkan, namun disarankan untuk mulai berlatih.
Sehat Jasmani dan Rohani
Kewajiban puasa berlaku bagi mereka yang secara fisik mampu menjalaninya dan memiliki kesehatan mental yang stabil.
Mukallaf
Seorang Muslim yang sudah dibebani tanggung jawab syariat. Ini berarti ia harus mencapai tingkat akal usia baligh kecuali anak-anak dan orang tidak berakal.
Rukun Puasa
Setelah memenuhi kriteria wajib di atas, Anda harus melaksanakan poin-poin inti di dalam ibadah tersebut.
Rukun puasa Ramadhan adalah pilar-pilar yang harus ada saat menjalankan ibadah; jika salah satunya tidak terpenuhi, maka puasa tersebut dianggap tidak sah.
Rukun puasa Ramadhan yang dikutip dari Baznas adalah sebagai berikut:
1. Mengucapkan Niat
Sesuai tuntunan, niat merupakan pembeda antara sekadar menahan lapar biasa dengan ibadah. Adapun niat puasa Ramadhan Anda harus mengucapkan niat pada saat sahur atau malam sebelumnya sebelum fajar.
2. Menahan Diri
Langkah selanjutnya adalah menahan diri dari semua hal yang membatalkannya, seperti makan, minum, berhubungan suami istri di siang hari, atau dengan sengaja memasukkan sesuatu ke dalam lubang tubuh.
Menahan diri ini dilakukan sejak fajar shadiq (waktu subuh) hingga matahari terbenam (waktu maghrib).
Memahami secara detail mengenai rukun dan syarat ini akan memberikan ketenangan batin bagi Kawan GNFI dalam beribadah.
Dengan niat puasa Ramadhan yang benar dan pemenuhan syarat yang tepat, semoga ibadah kita diterima oleh Allah SWT.
Sudahkah Anda menyiapkan diri untuk menyambut bulan suci tahun ini?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


