Bulan suci Ramadan 2026 atau 1447 Hijriah telah tiba. Bagi warga Jabodetabek, menjalankan ibadah puasa di tengah hiruk-pikuk mobilisasi Jakarta kini terasa lebih tenang berkat hadirnya kebijakan berbuka puasa di berbagai transportasi umum. Hal ini memungkinkan Kawan GNFI untuk membatalkan puasa meski masih dalam perjalanan.
Kebijakan toleransi merupakan bentuk toleransi agar "para pejuang transportasi umum" tetap dapat menjalankan ibadah dengan nyaman. Namun, terdapat beberapa aturan main dan batasan tertentu yang wajib dipatuhi demi menjaga kebersihan serta kenyamanan bersama.
Aturan Berbuka Puasa di KRL Commuter Line

Potret KRL Commuter Line dan kereta api jarak jauh di Stasiun Jatinegara | Sumber: Wikipedia Commons @Andra Radithya
Melansir unggahan resmi Instagram @commuterline, KAI Commuter Line memberlakukan aturan khusus selama bulan suci ini. Penumpang KRL diperbolehkan berbuka puasa di dalam rangkaian kereta dengan mengonsumsi air mineral dalam kemasan atau tumbler.
Menyantap makanan ringan seperti kurma, dan roti hingga satu jam setelah waktu berbuka puasa tiba juga diizinkan.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Line, Karina Amanda, mengimbau agar Kawan berbuka dengan makanan dan minuman ringan secara tidak berlebihan. "...Serta menghindari makanan atau minuman yang berbau menyengat demi kenyamanan bersama," jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com.
Kabar baiknya, KAI Commuter Line juga menyediakan fasilitas water station gratis di area stasiun. Kawan dapat mengisi ulang air minum dengan membawa botol minum (tumbler) sendiri untuk membatalkan puasa dengan lebih praktis.
Aturan Berbuka Puasa di MRT Jakarta dan LRT Jakarta

Portret MRT Jakarta | Sumber: Wikipedia Commons @Alvin Imanuel
MRT Jakarta dan LRT Jakarta menerapkan standar kebersihan yang lebih tinggi guna memastikan kenyamanan bersama. Mengacu pada informasi dari akun Instagram @mrtjktinfo, Kawan diperkenankan untuk membatalkan puasa (hanya dengan) air mineral dan buah kurma.
Durasi berbuka di MRT Jakarta dan LRT Jakarta pun dibatasi maksimal 10 menit sejak waktu berbuka tiba. Kawan juga diimbau untuk tidak mengonsumsi makanan berat yang dapat menimbulkan bau menyengat di dalam kereta yang tertutup.
Aturan Berbuka Puasa di LRT Jabodebek

LRT Sesaat Setelah Memutar Balik Di Stasiun Jatimulya | Sumber: Wikipedia Commons @Mercyvano
Merujuk informasi dari akun Instagram resmi @lrt_jabodebek, penumpang diperbolehkan membatalkan puasa di dalam kereta maupun stasiun dengan memakan kurma, roti, dan minum air mineral.
Berbeda dengan LRT Jakarta yang membatasi waktu berbuka selama 10 menit, LRT Jabodebek memberikan kelonggaran durasi yang lebih panjang, yakni hingga pukul 19.00 WIB.
Menariknya, selain menyediakan air minum gratis di seluruh stasiun, LRT Jabodebek juga memastikan fasilitas musala tersedia di setiap stasiun. Hal ini memudahkan Kawan yang ingin segera menunaikan ibadah salat Magrib setelah membatalkan puasa.
Aturan Berbuka Puasa di Transjakarta

Bus Transjakarta, bernomor MB-1601 untuk Koridor 1 sedang melewati Jalan Jenderal Sudirman, Tosari, Jakarta. | Sumber: Wikipedia Commons @AdityaPrasetyo
Bagi Kawan pengguna setia bus Transjakarta, aturan berbuka puasa yang ditetapkan juga cukup fleksibel. Berdasarkan informasi dari Instagram @infotije, penumpang diperbolehkan makan dan minum di dalam bus dan halte maksimal 10 menit setelah azan Magrib.
Kawan disarankan untuk berbuka secukupnya dengan air putih, kurma, atau kudapan praktis seperti roti.
Uniknya, jika Kawan ingin berburu takjil yang lebih bervariasi, beberapa halte Transjakarta kini menghadirkan area ritel yang menyediakan beragam pilihan jajanan untuk membatalkan puasa dengan nyaman.
Dilansir dari Kompas.com, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan bahwa kebijakan ini diberlakukan agar pelanggan dapat tetap menjalankan ibadah puasa dengan tenang meski sedang dalam perjalanan.
Menjaga Kebersihan Tetap menjadi Prioritas
Meskipun diberikan kelonggaran, seluruh operator penyedia layanan transportasi umum menekankan bahwa kebersihan tetap menjadi poin yang sangat penting.
Kawan diharapkan untuk selalu menyimpan sampah bekas berbuka puasa dan membuangnya di tempat sampah yang telah tersedia di stasiun atau halte tujuan.
Melalui sikap saling menghormati dan kesadaran menjaga kebersihan, perjalanan di bulan Ramadan tentu akan terasa lebih nyaman dan menyenangkan bagi kita semua. Selamat menjalankan ibadah puasa, Kawan!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


