laksamana mengamuk minuman khas riau yang cocok untuk berbuka puasa - News | Good News From Indonesia 2026

Laksamana Mengamuk, Minuman Khas Riau untuk Berbuka Puasa

Laksamana Mengamuk, Minuman Khas Riau untuk Berbuka Puasa
images info

Laksamana Mengamuk, Minuman Khas Riau untuk Berbuka Puasa


Berbuka puasa identik dengan minuman manis dan menyegarkan. Berbagai minuman khas daerah seperti es kuwut dari Bali atau selendang mayang dari Jakarta kerap menjadi pilihan saat azan Magrib berkumandang. Nah, masyarakat di Riau juga punya minuman khas yang tak kalah menggoda, yakni laksamana mengamuk.

Sajian berbahan dasar buah kuini (kweni atau mangga kweni) ini kerap menjadi pilihan untuk melepas dahaga setelah seharian menahan lapar dan haus. Perpaduan rasa manis, gurih, dan aroma harum khas kuini menjadikan minuman tersebut berbeda dari es buah pada umumnya.

Selain menyegarkan, laksamana mengamuk dinilai memiliki cita rasa autentik karena penggunaan bahan yang jarang ditemukan pada minuman lain, yaitu potongan buah kuini.

Dalam penyajiannya, kuini dicampur dengan kuah santan segar dan larutan gula merah. Beberapa variasi juga menambahkan biji selasih atau serutan kelapa sebagai pelengkap.

Asal Usul Penamaan Laksamana Mengamuk

Hal unik dari minuman berbahan dasar buah kuini ini adalah namanya. “Laksamana Mengamuk” terdengar tidak biasa untuk sebuah hidangan. Nama tersebut memang tidak menggambarkan isi atau bahan yang dipakai, melainkan diambil dari cerita rakyat yang telah lama berkembang di tengah masyarakat Melayu di Riau.

Dilansir dari buku Menjelajah Kuliner Tradisional Riau, konon, dahulu ada seorang laksamana yang pergi berperang. Saat kembali, ia mengetahui bahwa sang istri telah dilarikan oleh seorang tuan kebun kuini. Laksamana tersebut pun mendatangi rumah sang tuan kebun, tetapi tidak menemukan siapapun di sana.

Warga sekitar mengatakan bahwa keduanya kabur ke kebun kuini. Ketika sampai di kebun tersebut, sang laksamana tak kunjung menemukan istrinya. Karena diliputi amarah, ia mengamuk dan mengayunkan pedangnya ke segala arah hingga mengenai banyak pohon kuini. Buah-buah kuini pun jatuh berserakan di tanah.

Masyarakat yang menyaksikan kejadian itu kemudian mengumpulkan buah-buah kuini yang berjatuhan. Buah tersebut diolah menjadi minuman dengan campuran santan dan gula merah, lalu dibagikan kepada warga kampung. Sejak saat itu, minuman tersebut dikenal dengan nama laksamana mengamuk.

baca juga

Buah Kuini sebagai Pembeda

Potret Buah Mangga
info gambar

Mangga (Pexels | Roman Odintsov)


Bahan utama minuman ini seperti yang sudah disebutkan sebelumnya yaitu menggunakan buah kuini atau kuweni. Buah kuini sendiri masih tergolong ke dalam keluarga buah mangga atau Mangifera.

Kuini bisa dengan mudah dibedakan dari buah mangga lain karena wanginya yang khas dan bentuknya yang unik. Buah tersebut tumbuh di iklim tropis, menjadikan kuini dapat tumbuh di seluruh wilayah Indonesia.

Namun, jika bukan musim panen, salah satu jenis mangga ini bisa menjadi sangat sulit untuk ditemukan.

Rasa yang dihasilkan oleh buah ini bisa asam hingga sangat manis. Daging buahnya pun cenderung tebal dan berserat sehingga cocok untuk dipadu padankan dengan berbagai macam bahan makanan lain dan diolah menjadi sebuah hidangan.

baca juga

Cocok untuk Menu Berbuka Puasa

Ilustrasi Buka Puasa Bersama
info gambar

Buka puasa bersama (Pexels | Salman Al Farizi)


Laksamana mengamuk sering dihidangkan saat berbuka puasa karena dianggap mampu menghadirkan kesegaran sekaligus rasa manis dari perpaduan bahan yang pas. Setelah seharian berpuasa, tubuh membutuhkan asupan gula untuk mengembalikan energi.

Kandungan alami dari buah kuini serta larutan gula merah dalam minuman ini membantu memenuhi kebutuhan tersebut.

baca juga

Tak hanya itu, minuman tersebut seringkali dianggap sebagai simbol kebersamaan dan kehangatan saat dihidangkan untuk berbuka puasa.

Laksamana mengamuk ini juga kerap dijumpai di pasar takjil dan festival kuliner selama bulan Ramadan. Selain dijual oleh pedagang, banyak keluarga juga membuatnya sendiri di rumah sebagai sajian berbuka bersama.

Jadi bagaimana Kawan GNFI, mau mencobanya di rumah?

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Amanda Jingga Rambadani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Amanda Jingga Rambadani.

AJ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.