anggrek hantu si cantik yang bersembunyi di kegelapan hutan merapi - News | Good News From Indonesia 2026

Anggrek Hantu: Si Cantik yang Bersembunyi di Kegelapan Hutan Merapi

Anggrek Hantu: Si Cantik yang Bersembunyi di Kegelapan Hutan Merapi
images info

Anggrek Hantu: Si Cantik yang Bersembunyi di Kegelapan Hutan Merapi


Indonesia dikenal sebagai rumah bagi ribuan spesies anggrek. Namun di antara jenis yang mempesona dengan warna-warni cerah, terdapat satu spesies yang menarik perhatian karena sifatnya yang misterius. Namanya adalah Gastrodia bambu. Di kalangan peneliti, bunga unik ini lebih populer dengan sebutan Anggrek Hantu.

Julukan tersebut melekat karena karakteristik ekologisnya yang unik. Gastrodia bambu menyukai lingkungan yang gelap dan lembap. Kemunculannya di permukaan tanah sering kali tidak terduga, seolah muncul begitu saja dari kegelapan lantai hutan. Bunga ini tidak memiliki daun, sehingga ia tidak melakukan proses fotosintesis. Sebagai gantinya, ia mengandalkan nutrisi dari material organik melalui simbiosis dengan jamur mikoriza.

Sosok Lonceng di Balik Rumpun Bambu

Secara visual, Gastrodia bambu adalah bagian dari kelompok tumbuhan holomikotropik. Ia sering ditemukan bersembunyi di antara rumpun bambu tua, terutama di wilayah dengan kanopi hutan yang sangat lebat di lereng Gunung Merapi dan kawasan Jawa Barat.

Gastrodia bambu disebut anggrek hantu karena bunga ini berasal dari kelompok holomikotropik. Foto: LIPI
info gambar

Gastrodia bambu disebut anggrek hantu karena bunga ini berasal dari kelompok holomikotropik. Foto: LIPI


Bunganya berwarna cokelat gelap dengan tekstur mengkilap, berbentuk menyerupai lonceng kecil (sekitar 1,7–2 cm). Keunikan lainnya adalah bunga ini tidak pernah terbuka lebar dan mengeluarkan bau menyengat seperti ikan busuk untuk menarik polinator. Kehadiran fisiknya hanya berlangsung singkat, sekitar dua sampai empat minggu dalam setahun, sebelum akhirnya membusuk dan lenyap tanpa bekas.

Temuan Riset Terbaru: Melintasi Batas Benua

Sejarah Gastrodia bambu terus berkembang seiring penemuan-penemuan baru. Awalnya, saat dipublikasikan oleh Destario Metusala dan Jatna Supriatna pada 2017, bunga ini dianggap sebagai spesies endemik Pulau Jawa. Statusnya kemudian berubah ketika pada 2020 diketahui bahwa spesies yang ditemukan di Vietnam (Gastrodia khangii) identik dengan Gastrodia bambu.

Bunga anggrek hantu ini sempat ditetapkan sebagai bunga endemik Jawa, sebab hanya ditemukan di Yogyakarta dan Jawa Barat. Foto: LIPI
info gambar

Bunga anggrek hantu ini sempat ditetapkan sebagai bunga endemik Jawa, sebab hanya ditemukan di Yogyakarta dan Jawa Barat. Foto: LIPI


Namun, riset terbaru membawa kejutan lebih besar. Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam Journal of Japanese Botany (Desember 2023) dan laporan riset tahun 2024, Gastrodia bambu kini resmi tercatat ditemukan di India, tepatnya di wilayah Kalimpong, Bengal Barat. Para peneliti di India menemukan individu yang tumbuh di habitat serupa: hutan bambu pada ketinggian sekitar 1.120 mdpl.

Temuan ini sangat signifikan karena membuktikan bahwa "si hantu" ini memiliki daya jelajah ekologis yang luar biasa, membentang dari kepulauan Indonesia, daratan Asia Tenggara (Vietnam), hingga ke kaki pegunungan Himalaya di India.

Ancaman di Balik Ekosistem Spesifik

Meskipun area persebarannya meluas, keberadaannya tetap dalam kondisi mengkhawatirkan. Tanaman ini sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Ia membutuhkan kondisi tanah dan kelembapan yang sangat spesifik yang hanya disediakan oleh ekosistem rumpun bambu tua.

Di Gunung Merapi, tantangan konservasinya cukup berat. Banyak titik lokasi penemuan berada di luar batas Taman Nasional. Penebangan rumpun bambu oleh masyarakat dan fenomena awan panas Merapi menjadi ancaman nyata. Riset terbaru menekankan bahwa gangguan pada habitat rumpun bambu secara langsung akan memutus siklus hidup anggrek ini karena hilangnya jamur mikoriza yang menjadi sumber nutrisinya.

Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 5.000 spesies anggrek, dengan Pulau Jawa menampung sekitar 986 spesies. Berdasarkan Peraturan Menteri LHK No. P.106 tahun 2018, terdapat puluhan jenis anggrek yang masuk dalam status dilindungi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

AH
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.