Hendri Satrio (Hensat) adalah pakar komunikasi politik yang sudah dikenal namanya di kancah perpolitikkan Indonesia. Sepak terjangnya diakui banyak orang karena konsisten memberikan pandangan kritis mengenai dinamika partai politik, oposisi, dan kebijakan pemerintahan di berbagai media massa.
Meski sering terlihat di layar televisi atau podcast ternama, Hendri Satrio tetap menjaga akarnya sebagai seorang pendidik. Sebagai dosen di Universitas Paramadina, ia menularkan ilmu komunikasi politik kepada generasi penerus.
Nama Hendri Satrio terkenal pula lewat KedaiKOPI yang didirikannya pada 2014. Lembaga ini menyajikan diskusi hingga survei terkait isu-isu politik yang terjadi di Indonesia. Menariknya, nama lembaga tersebut pernah diremehkan akibat tidak mencerminkan keseriusan memperbincangkan politik.
Dirikan KedaiKOPI
Kesadaran Hendri Satrio mendirikan KedaiKOPI terdorong dari keinginannya membuka bisnis. Setelah mendapat pencerahan dari teman-teman yang sesama pengamat politik maka didirikanlah lembaga tersebut.
Nama KedaiKOPI kesannya lebih dekat dengan dunia kuliner lalu diambilnya. Menteri Keuangan kala itu, Bambang Bojonegoro bahkan sampai bertanya-tanya mengapa nama itu dipakai.
Hendri pun menjelaskan bahwa nama itu memiliki filosofi di mana masyarakat gemar membicarakan ngalor-ngidul soal politik kala senggang menyeruput kopi di kedai-kedai kopi. Walaupun namanya memang terkesan tidak terlalu canggih untuk kelompok diskusi yang mengedepankan metodologi ilmiah, ia tetap memilih nama itu yang merupakan akronim dari Kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia
“Karena perbincangan santai penting, no hard feeling, itu cuma terjadi di kedai kopi. Akhirnya gua panjangin Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia,” ucap Hendri kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.
Rupanya nama yang dipilihnya tersebut memancing protes dan pandangan remeh dari sejumlah kalangan. Namun, Hendri tetap percaya dengan nama KedaiKOPI keseriusan membahas isu publik dan politik akan terus konsisten diangkat olehnya.
“Diremehin, tapi kan akhirnya mereka ngelihat seorang Hendri Satrio bahwa Hendri Satrio itu serius kemudian memberikan masukan kritis dengan rasionalitas yang mumpuni,” ucap pemilik sapaan Hensat itu.
Seni Mendapatkan Kekuasaan
Dunia perpolitikkan sering menghadirkan kabar tidak mengenakkan bagi banyak orang terutama mereka yang berstatus sebagai rakyat biasa. Tidak jarang dari situ orang-orang menjadi tidak peduli atau malahan tidak menyukai perihal berbau politik yang sebenarnya berkaitan erat dengan kehidupan bernegara.
Sebagai pengamat politik, Hendri Satrio menyayangkan sikap itu. Menurutnya orang-orang harus terlebih dahulu paham dalam membedakan berita politik dan politik secara umum.
“Orang suka salah jadi suka ngomong, ‘Gua enggak suka politik. Politik itu jahat.’. Mungkin maksud lo, lo enggak suka berita politik kali. Berita politik itu ya berita-berita tentang politik. Prabowo ke Davos itu berita politik. Tapi kalau politik itu lo mau enggak mau, suka enggak suka ya mesti punya. Itu kan seni mendapatkan kekuasaan,” ungkap Hendri.
Hendri menegaskan politik itu tidak hanya kegiatan di elite partai saja. Ia menilai segala hal yang tujuannya ingin memiliki kepentingan akan sesuatu bisa disebut berpolitik.
“Selama lopunya kepentingan terhadap sesuatu. PDKT nyari cewek aja berpolitik. Secara enggak sadar kita melakukan suap kan. Trade sama opportunity-nya kan dihitung. Saingan gua siapa, kelebihan dia apa, kelebihan gua apa. Itu kan dihitung tuh, dan ya itu berpolitik,” ucapnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

