Upaya pencegahan dan mendukung penanganan stunting dan gizi buruk di Lampung terus diperkuat melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.
Kelompok Mahasiswa KKN Universitas Lampung (Unila) periode 1 menginisiasi program aksi gizi dan pencegahan stunting di Kelurahan Rajabasa Pemuka, Lingkungan 1 dengan menggandeng posyandu setempat sebagai mitra pelaksana.
Program ini hadir sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Kelurahan Rajabasa Pemuka dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Provinsi Lampung. Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa lintas fakultas, mulai dari Kedokteran, Pertanian, Peternakan, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Hukum, hingga Ekonomi dan Bisnis.
Kolaborasi mahasiswa KKN ini diharapkan mampu menghadirkan pendekatan yang maksimal dalam menangani persoalan gizi di tingkat masyarakat.
Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam waktu yang panjang.
Dampaknya tidak hanya terlihat pada pertumbuhan fisik, tetapi juga memengaruhi perkembangan kognitif dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, pencegahan sejak dini menjadi langkah krusial agar generasi mendatang dapat tumbuh optimal.

Dokumentasi bersama masyarakat dan petugas posyandu | Foto : PDD KKN
Dalam pelaksanaannya program aksi gizi ini berfokus pada intervensi gizi spesifik. Mahasiswa membagikan tablet tambah darah kepada remaja putri, perempuan yang sedang menstruasi, serta ibu hamil sebagai upaya mencegah anemia.
Selain itu, mereka juga menyalurkan susu, telur, suplemen vitamin, dan obat cacing, serta melakukan pemeriksaan kesehatan rutin bagi balita dan lansia.
Program tersebut dilaksanakan beriringan dengan agenda posyandu agar lebih efektif dan mudah menjangkau masyarakat sasaran kelurahan.
Adapun pemeriksaan berat badan, tinggi badan, serta pemantauan tumbuh kembang anak menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang dilakukan. Dengan pendekatan ini, intervensi tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif.
Tidak berhenti pada aspek intervensi, mahasiswa KKN Unila tersebut juga mengedepankan edukasi sebagai strategi utama. Mereka memasang banner edukatif mengenai pencegahan stunting di sejumlah titik strategis di Lingkungan 1 Kelurahan Rajabasa Pemuka.
Materi yang disampaikan menekankan pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan sebagai periode emas yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak.
Koordinator Desa KKN Rajabasa Pemuka, Ifalliyu Luthfiendri, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang.
“Tujuan dari dilakukannya program aksi gizi ini adalah untuk memberikan edukasi dan aksi nyata tentang pentingnya mengonsumsi makanan bergizi dan tinggi protein agar terhindar dari gizi buruk serta mencegah terjadinya stunting sejak dini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Menurutnya, keterlibatan aktif warga dalam kegiatan posyandu menunjukkan adanya kepedulian bersama terhadap kesehatan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unila berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pola makan bergizi seimbang serta rutin memantau kesehatan anak.
Edukasi yang berkelanjutan diyakini dapat menjadi solusi preventif dalam menurunkan angka gizi buruk dan stunting di tingkat kelurahan.
Program aksi gizi dan pencegahan stunting ini tidak hanya menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga bentuk kontribusi konkret dalam mendukung pembangunan kesehatan daerah.
Dengan kolaborasi yang berkesinambungan, upaya menciptakan generasi sehat dan berkualitas di Lampung diharapkan dapat terwujud secara nyata.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


