Mulai hari Kamis (19 /02/2026) umat Muslim di Indonesia resmi menjalankan ibadah puasa pertama di tahun 1447 Hijriah. Hal tersebut telah ditetapkan sebagai hasil dari sidang isbat awal Ramadan, yang mana berlangsung pada Selasa (17/02/2026),
Agar ibadah hari ini berjalan lancar tanpa terburu-buru, yuk kita cek jadwal Imsakiyah dan Subuh untuk Jabodetabek, 19 Februari 2026! Dengan demikian, Kawan GNFI bisa mempersiapkan diri dan waktu ketika sahur.
Jadwal Imsak dan Azan Subuh Hari Ini di Jabodetabek: 19 Februari 2026/1 Ramadan 1447 H
Bagi teman-teman yang tinggal di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), penting untuk memperhatikan waktu imsak sebagai penanda kita harus segera menyudahi makan sahur.
Berikut adalah jadwal lengkapnya berdasarkan data dari Bimas Islam Kementerian Agama RI:
| Wilayah | Imsak | Subuh |
DKI Jakarta | 04:31 WIB | 04:41 WIB |
Kota Bogor | 04:31 WIB | 04:41 WIB |
Depok | 04:31 WIB | 04:41 WIB |
Tangerang | 04:32 WIB | 04:42 WIB |
Bekasi | 04:31 WIB | 04:41 WIB |
Catatan: Mengingat luasnya wilayah Jabodetabek, selisih waktu antarwilayah biasanya hanya berkisar 1-2 menit. Pastikan Kawan GNFI sudah siap 10 menit sebelum waktu imsak tiba.
Beberapa Sunnah saat Sahur yang Perlu Diamalkan
Seringkali kita mengejar sahur hanya supaya tidak lapar di siang hari. Padahal, sahur bukan sekadar urusan kenyang, lo.
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa di dalam sahur terdapat keberkahan. Nah, agar ganjaran kebaikannya bisa maksimal, ada beberapa sunnah yang bisa kita lakukan:
- Mengakhirkan Sahur: Berbeda dengan buka puasa yang harus disegerakan, sahur justru disunahkan untuk dilakukan mendekati waktu azan Subuh.
- Mengonsumsi Kurma: Jika bosan dengan nasi, santaplah kurma. Ini adalah makanan terbaik untuk sahur sesuai anjuran Nabi.
- Jangan Lupa Minum Air Putih: Gunakan pola 2-4-2 (2 gelas saat buka, 4 gelas malam hari, 2 gelas saat sahur) agar tubuh tetap terhidrasi.
- Banyak Berzikir dan Memperbanyak Istighfar: Waktu sahur menjadi salah satu waktu mustajab dikabulkannya doa, sebab berada di sepertiga malam. Dengan begitu, kita disunnahkan untuk memperbanyak doa dan meminta ampunan.
Bacaan Niat Puasa Ramadan saat Sahur
Salah satu rukun wajib setiap Muslim yang akan berpuasa adalah dengan berniat. Namun, perlu diingat, bahwa terdapat perbedaan antara tata cara niat berpuasa sunnah dan wajib.
Untuk puasa Ramadan sendiri, dalam aturannya, ada dua cara yang bisa Kawan GNFI jadikan acuan.
Yang pertama, kita diharuskan untuk senantiasa berniat di malam hari sebelum fajar selama bulan puasa, berdasarkan Mazhab Syafi’i.
Adapun pada Mazhab Maliki, umat Islam ‘hanya’ perlu berniat puasa untuk sebulan penuh pada malam pertama Ramadan tanpa memperbarui niat setiap hari. Sebab, puasa Ramadan adalah satu kesatuan ibadah.
Dilansir dari MUI, jika Kawan GNFI sependapat dengan Mazhab Syafi’i, maka niat puasa bisa dilakukan setiap selesai shalat tarawih atau ketika makan sahur.
Adapun bacaan niat puasanya, sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala)
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”
Sementara niat puasa untuk satu bulan penuh bila Kawan GNFI bersepakat dengan Mazhab Maliki adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala)
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.” (Shafira Amalia, ed: Nashih)
Bacaan Niat Salat Subuh
Salat subuh menjadi salah satu salat wajib 5 waktu yang dilaksanakan paling awal, yakni sejak terbitnya fajar shadiq atau fajar kedua dan berakhir ketika matahari telah terbit.
Adapun pelaksanaannya yang terlambat, yakni ketika langit telah terang karena matahari telah menyingsing tidak diperbolehkan, kecuali uzur syar’i dan wajib menggantinya ketika telah tersadar.
Rasulullah SAW menegaskan dalam hadits riwayat Muslim: “Barang siapa melaksanakan shalat Subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah.” Dari sini, kita bisa tahu bahwa ibadah yang satu ini sangat istimewa karena selain menjadi salah satu bukti ketaatan pada Tuhan, kita juga mendapatkan perlindungan-Nya.
Nah, untuk Kawan GNFI yang belum mengetahui doa niat salat Subuh, baik yang dikerjakan sendiri, makmum, maupun menjadi imam, simak tulisan di bawah ini!
- Niat salat Subuh yang dilaksanakan sendiri
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
(Ushollii fardhos Subhi rok a’taini mustaqbilal qiblati adaa’an lilaahi ta’aalaa)
Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan salat fardhu Subuh 2 raka’at menghadap kiblat, (sholat sendiri) karena Allah Ta’ala.”
- Niat salat Subuh berjamaah sebagai imam
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لله تَعَالَى
(Ushollii fardhos Subhi rok a’taini mustaqbilal qiblati imaman lillahi ta’ala)
Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan salat fardhu Subuh 2 raka’at menghadap kiblat, menjadi Imam karena Allah Ta’ala.”
- Niat salat Subuh berjamaah sebagai makmum
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لله تَعَالَى
(Ushollii fardhos Subhi rok a’taini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillahi ta’ala)
Artinya: “Saya (berniat) mengerjakan salat fardhu Subuh 2 raka’at menghadap kiblat, sebagai Ma’mum karena Allah Ta’ala.”
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


