Bukit Sapu Angin merupakan destinasi alam yang terletak di Desa Bumi Asih, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Memiliki ketinggian sekitar 256 meter di atas permukaan laut (mdpl), bukit ini memiliki panorama pegunungan dengan hamparan rumput hijau yang luas di puncaknya. Destinasi ini mulai populer sejak tahun 2020-an sebagai alternatif kegiatan luar ruangan bagi masyarakat di wilayah Tanah Laut dan sekitarnya.
Kawasan ini berada di bawah naungan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tanah Laut sehingga dikelola secara komunal bersama masyarakat setempat. Hembusan angin yang sejuk di puncak bukit menjadi alasan utama pemberian nama Sapu Angin oleh warga lokal, karena siapapun yang berkunjung akan merasa "tersapu" oleh hembusan angin di sini.
Dari puncak bukit, pengunjung dapat menikmati pemandangan matahari terbit maupun terbenam dengan latar belakang perbukitan kecil dan hutan yang masih asri.
Jadi, ayo ketahui lebih lanjut soal Bukit Sapu Angin!
Sekilas Mengenai Bukit Sapu Angin
Bukit ini sempat mengalami dinamika pengelolaan, termasuk penutupan sementara pada Mei 2025 demi menjaga kondusivitas lingkungan dan penyelesaian status lahan hutan lindung.
Namun, melalui koordinasi intensif antara KPH Tanah Laut, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat, destinasi ini dibuka kembali pada Juli 2025. Pembukaan kembali ini disertai dengan penataan fasilitas yang lebih baik guna menggerakkan sektor UMKM masyarakat sekitar.
Jalur pendakian di Bukit Sapu Angin tergolong ramah bagi pendaki pemula karena medannya yang tidak terlalu ekstrem. Waktu tempuh dari titik awal pendakian menuju puncak berkisar antara 45 menit hingga 1,5 jam, tergantung pada kondisi fisik pendaki dan keadaan cuaca. Vegetasi di sepanjang jalur masih didominasi oleh hutan alami yang memberikan keteduhan selama perjalanan mendaki.
Kini, pengelolaan bukit difokuskan pada konsep ekowisata yang berkelanjutan dengan melibatkan pemuda desa sebagai pemandu maupun pengelola jasa wisata. Pemanfaatan area puncak sebagai lokasi perkemahan juga diatur sedemikian rupa agar tidak merusak ekosistem rumput yang ada.
Daya Tarik Utama Bukit Sapu Angin
Daya tarik utama dari Bukit Sapu Angin adalah hamparan sabana di puncak bukit yang sering dijadikan lokasi berkemah untuk menikmati pemdangan lepas di alam terbuka.
Pemandangan kawanan sapi yang merumput dengan tenang pun memberikan pengalaman unik tersendiri. Selain itu, terdapat pula puncak lapang yang memungkinkan pengunjung untuk mengambil foto tanpa terhalang oleh pohon atau semak belukar.
Selain keindahan puncaknya, jalur pendakian itu sendiri menawarkan pengalaman melintasi hutan perawan yang masih terjaga keasliannya. Kawan dapat merasakan ketenangan dari suara alam dan hembusan angin yang konsisten di sepanjang jalur. Tersedia pula fasilitas penyewaan alat mendaki bagi pengunjung yang ingin menginap namun tidak membawa perlengkapan sendiri sehingga sehingga memudahkan para pelancong dari luar daerah.
Bagi pencinta alam, Bukit Sapu Angin adalah lokasi yang cocok untuk melihat cakrawala tanpa batas. Saat cuaca cerah, Kawan dapat menyaksikan gradasi warna langit yang memukau saat matahari terbenam. Keberadaan gazebo sederhana di beberapa titik jalur pendakian membantu pengunjung untuk beristirahat sejenak sembari menghirup udara pegunungan.
Akses Menuju Bukit Sapu Angin
Lokasi Bukit Sapu Angin dapat dicapai dalam waktu sekitar 45 menit perjalanan dari Kota Pelaihari menggunakan sepeda motor atau mobil
Jalur utama yang digunakan adalah jalan raya menuju Pantai Batakan, di mana bukit ini sudah terlihat dari sisi kiri jalan raya. Terdapat dua rute pendakian utama, yaitu rute langsung dari pinggir jalan raya Pelaihari–Batakan dan rute melalui pemukiman Desa Bumi Asih yang menawarkan suasana pedesaan yang lebih kental.
Papan penanda lokasi sudah tersedia di titik awal pendakian untuk memudahkan wisatawan yang baru pertama kali berkunjung. Jalur menuju area parkir cukup mudah diakses karena berada tidak jauh dari jalan poros utama.
Mengingat sebagian besar jalur pendakian masih berupa tanah alami, pengunjung sangat disarankan untuk datang pada musim kemarau guna menghindari medan yang licin dan berlumpur.
Jam Operasional dan Harga Tiket
Bukit Sapu Angin dapat dikunjungi kapan saja, namun waktu pendakian yang paling disarankan adalah antara pukul 06.00 hingga 17.00 WIB guna faktor keamanan dan kenyamanan.
Untuk memasuki area wisata, pengunjung dikenakan tarif masuk sebesar 15.000 rupiah per orang. Bagi Kawan yang berencana untuk bermalam atau berkemah di puncak, terdapat biaya tambahan sebesar 10.000 rupiah per orang.
Fasilitas parkir juga tersedia dengan tarif yang relatif bersahaja, yaitu 3.000 rupiah untuk sepeda motor dan 5.000 rupiah untuk mobil. Di area basecamp bawah, pengelola telah menyediakan fasilitas penunjang seperti toilet umum, kamar mandi, dan lapak UMKM yang menjajakan kebutuhan pengunjung.
Ayo Jelajahi Keindahan Bukit Sapu Angin!
Mengunjungi Bukit Sapu Angin adalah cara terbaik untuk mengapresiasi keindahan alam Tanah Laut. Kawan bisa merasakan langsung sensasi mendaki ringan sembari menikmati pemandangan kawanan sapi di atas sabana hijau yang luas.
Pastikan Kawan membawa perbekalan yang cukup, menggunakan alas kaki yang sesuai, serta selalu membawa pulang kembali sampah pribadi.
Jadi, kapan Kawan mau berkunjung ke Bukit Sapu Angin?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


