beda dari yang lain tempat bukber di jakarta ini menyajikan 70 macam menu - News | Good News From Indonesia 2026

Beda dari yang Lain, Tempat Bukber di Jakarta Ini Menyajikan 70 Macam Menu

Beda dari yang Lain, Tempat Bukber di Jakarta Ini Menyajikan 70 Macam Menu
images info

Beda dari yang Lain, Tempat Bukber di Jakarta Ini Menyajikan 70 Macam Menu


Modern tapi tetap punya sentuhan tradisional. Kulinernya banyak lokal tapi makanan mancanegara pun tak absen. Itulah gambaran berbuka puasa di Quba Ramadan Pop-up Resto yang berada di The Tribrata Hotel & Convention Center, Darmawangsa, Jakarta.

Bagi para pencinta kuliner yang biasa mencari aneka sajian sedap saat Ramadan tiba, nama Quba Ramadan Pop-up Resto mungkin tak asing. Restoran tersebut memang dikenal punya sajian menarik yang biasa jadi buruan untuk berbuka puasa.

Pada Ramadan 1447 H ini, Quba Ramadan Pop-up Resto kembali hadir. Seperti tahun sebelumnya, lokasinya masih berada di The Aria Ballroom & Terrace lantai 2 gedung The Tribrata Darmawangsa. Untuk tahun ini, restorannya hadir mulai 18 Februari hingga 18 Maret 2026 mendatang.

Sebagai restoran, tentu saja Quba Ramadan Pop-up Resto menawarkan makanan dan minuman sebagai daya tarik utamanya. Di sini pula hal menariknya hadir: kuliner yang disajikan sangat beragam, mulai dari lokal, Asia Timur sampai Timur Tengah.

Quba Ramadan Pop-up Resto memang selalu mengajak pengunjungnya untuk menikmati culinary journey. Untuk itulah, aneka menu dari berbagai belahan dunia dihadirkan.

"Kami akan merepresentasikan kurang lebih 70 macam authentic dishes mulai dari Indonesia sampai yang Timur Tengah jadi inilah highlight dari Quba," kata Director of Sales & Marketing The Tribrata, Marina Wirasanti.

Untuk menu lokal, misalnya ada aneka makanan yang tak asing mulai dari bakwan malang, sop buntut, hingga soto mie. Ada pula makanan Jepang seperti onigiri dan sushi. Lalu tak ketinggalan terdapat kudapan Timur Tengah seperti mahalabia, umm ali, dan baklava.

Serunya lagi, keragaman kuliner di Quba Ramadan Pop-up Resto bukan hanya lintas negara tapi juga lintas waktu. Terdapat jajanan jadul seperti kue cubit yang siap mengajak pengunjung untuk bernostalgia.

"Ada juga stall-nya seperti gultik, kue pukis, kue cubit sama abangnya. Jadi kalau mau nostalgia zaman dulu minta kue cubit setengah matang, bisa," lanjut Marina.

Ada satu hal menarik lagi yang ada di Quba Ramadan Pop-up Resto. Saat baru datang pengunjung akan langsung melihat nuansa serba biru yang memenuhi seisi ruangan. Ini karena inspirasi di balik dekorasinya adalah Blue Mosque, masjid bersejarah yang berada di Istanbul, Turki.

"Blue Mosque itu kan kerajaan Ottoman, jadi warna yang pokok memang biru dan pirus," kata Marina lagi.

Tersohornya nama Quba Ramadan Pop-up Resto memang tak main-main. Eksis sejak 8 tahun yang lalu, Quba selalu jadi incaran masyarakat dari tahun ke tahun. Pengunjungnya mencapai belasan ribu orang setiap tahunnya, dan antrean reservasinya nyaris selalu ramai.

"Tempat kami selalu sibuk tahun lalu kami punya tamu hampir 16.700. Setiap hari ke Quba selama hampir 22 hari. Per hari ini kami sudah punya 1.800 reservasi yang masuk," ujar General Manager The Tribrata, Ferri Irawan, kepada awak media termasuk GNFI, Senin (16/2/2026).

Ferri juga menyarankan agar masyarakat segera melakukan reservasi untuk ikut mencicipi kuliner di Quba Ramadan Pop-up Resto. Sebab, saking ramainya, pihaknya kerap kesulitan untuk menerima tamu dadakan alias walk-in.

 Quba Ramadan Pop-up Resto yang berada di The Tribrata Hotel & Convention Center, Darmawangsa, Jakarta.

baca juga

Menikmati Kuliner Sekaligus Atraksi

Tak hanya menikmati makanan, pengunjung juga bisa menyaksikan langsung proses bagaimana makanan tersebut dibuat. Itu karena Quba Ramadan Pop-up Resto juga menghadirkan live station.

Dengan live station, chef akan memasak makanan langsung di stall dan bukannya di dapur yang aksesnya tertutup. Dengan demikian, aksi para chef saat memamerkan kebolehannya mengolah bahan makanan turut pula dapat dinikmati pengunjung sebagai tontonan seru.

"Jadi orang bisa lihat tidak cuma yang di serving dish tapi juga lihat proses pembuatannya," ujar salah satu chef The Tribrata, Edwin Hendarwin.

Tentu saja, bukan perkara mudah bagi Edwin dan chef lainnya dalam menyediakan makanan dan minuman yang begitu beragam sambil menyuguhkan aksi memasak secara langsung di depan pengunjung. Akan tetapi, menurut Edwin, semua bisa terlaksana berkat kolaborasi antara semua anggota tim The Tribrata.

"Biasanya tantangan tiap tahun berbeda, kita akan berikan yang terbaik buat tamu. Misal hari ini coba kita hilangkan ini tapi kita cari yang baru ini," pungkas Edwin.

baca juga

 

 

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.