pakar ugm sebut ada 3 tahapan dalam pengembangan pltn di indonesia apa saja - News | Good News From Indonesia 2026

Pakar UGM Sebut Ada 3 Tahapan dalam Pengembangan PLTN di Indonesia, Apa Saja?

Pakar UGM Sebut Ada 3 Tahapan dalam Pengembangan PLTN di Indonesia, Apa Saja?
images info

Pakar UGM Sebut Ada 3 Tahapan dalam Pengembangan PLTN di Indonesia, Apa Saja?


Sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, pemerintah Indonesia menargetkan pemanfaatan teknologi nuklir akan mulai beroperasi per tahun 2032. Dalam agenda tersebut, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) menjadi salah satu opsi strategis, berjangka panjang, dan berkelanjutan.

Meskipun demikian, Indonesia dinilai bisa mempercepat pemanfaatan nuklir hingga tahun 2029 jika seluruh prasyarat regulasi, teknologi, dan kelembagaan bisa dipenuhi. Kapasitas pembangkit nuklir juga direncanakan meningkat secara bertahap hingga 35 gigawatt (GW), dan diprediksi bisa menyuplai kebutuhan energi nasional hingga 14 persen.

Demi mewujudkan percepatan penggunaan energi nuklir, Dosen Bidang Reaktor Maju Pembangkit Daya, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Andang Widi Harto, merekomendasikan tiga tahapan yang bisa dilakukan untuk merealisasi gagasan PLTN. Apa saja?

baca juga

3 Tahapan untuk Merealisasikan PLTN

Dalam keterangannya di ugm.ac.id, tahapan pertama dimulai lewat pemanfaatan teknologi yang sudah dimiliki. Tahap ini harus dibarengi dengan Research and Development (RnD) untuk menghasilkan sebuah desain yang bisa dimanfaatkan sebagai pengembangan teknologi yang tersedia.

“Kita ingin suatu saat bisa mandiri secara teknologi, jadi R&D bisa dimulai bersamaan dengan tahapan awal” katanya.

Kemudian, perlu kesiapan regulasi dalam proses pengembangannya. Harus ada penguatan kelembagaan, kepastian investasi, dan pengembangan riset dan sumber daya manusia agar pengembangan bisa berjalan baik.

Lebih lanjut, Andang mengatakan jika sumber daya manusia, utamanya dalam proses persiapan, kelayakan, dan pengawasan juga tak boleh dilupakan. Ia mencontohkan bagaimana UGM yang saat ini masih menjadi satu-satunya kampus dengan Program Studi Teknik Nuklir di Indonesia bisa ikut mempersiapkan sampai memberi training dan konsultasi terkait pengembangan nuklir.

Selanjutnya, Andang turut menyoroti aspek pengelolaan limbah radioaktif yang menjadi salah satu perhatian utama dalam pengoperasia PLTN. Andang menjelaskan, saat ini limbah radioaktif sudah dikelola dengan sistem penanganan yang ketat dan terkontrol.

Namun, tetap ada tantangan yang dihadapi, yakni usia limbah radioaktif yang bisa bertahan hingga ribuan tahun. Hal ini tentu memerlukan sistem penyimpanan aman dalam jangka waktu yang panjang.

Limbah radioaktif PLTN sudah ditangani. Semua limbah diwadahi dalam kontainer. Tantangannya adalah bagaimana kontainer tersebut bisa bertahan sampai ratusan tahun dan tidak rusak,” paparnya.

Andang mengatakan, sebenarnya saat ini sudah ada solusi jangka panjang terkait limbah radioaktif itu, yaitu dengan teknologi daur ulang. Akan tetapi, teknologi ini masih dalam tahap pengembangan dan belum bersifat komersial.

“Teknologinya memang belum siap pakai, tetapi secara konsep dan teori sudah ada dan sebenarnya bisa terus dikembangkan,” papar Andang.

Andang tak menampik, pengembangan PLTN di Indonesia memang tidak dapat terwujud secara instan. Meskipun demikian, tetap ada peluang besar untuk memanfaatkan nuklir sebagai opsi sumber energi yang rendah emisi karbon.

Penggunaan PLTN sebagai nuklir damai bisa tetap terwujud dengan perencanaan yang matang. Pemerintah juga diminta untuk memperhatikan pengelolaan risiko terkontrol, sehingga perwujudan kemandirian teknologi untuk Indonesia di masa depan bisa tercapai.

“Risiko pasti ada. Tapi, secara teknologi kita sudah bisa mengatasi itu,” pungkasnya.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.