Lamun merupakan tumbuhan berbunga yang hidup sepenuhnya di laut dangkal dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Indonesia dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman lamun dunia, namun masih banyak spesies yang belum terdokumentasi secara menyeluruh.
Salah satu temuan penting terbaru berasal dari perairan Maluku Barat Daya, yaitu ditemukannya spesies lamun unik Thalassodendron ciliatum. Temuan ini menambah pengetahuan tentang sebaran lamun di Indonesia sekaligus membuka peluang penelitian lanjutan terkait ketahanan ekosistem pesisir terhadap perubahan iklim.
Apa itu Thalassodendron ciliatum?
Thalassodendron ciliatum adalah spesies lamun yang termasuk dalam famili Cymodoceaceae. Lamun ini umumnya ditemukan di wilayah tropis Samudra Hindia dan Pasifik bagian barat.
Ciri umumnya adalah daun yang relatif kaku dengan ujung meruncing, sistem perakaran kuat, serta rimpang yang mampu mencengkeram substrat berpasir maupun berbatu.
Sebagai tumbuhan berbunga, lamun ini melakukan fotosintesis dan berkembang biak melalui biji maupun perpanjangan rimpang. Keberadaannya sering dikaitkan dengan perairan jernih dan relatif dangkal yang masih memiliki kondisi lingkungan baik.
Temuan WWF di Maluku Barat Daya
Tim Yayasan WWF Indonesia melakukan ekspedisi di perairan Maluku Barat Daya pada Oktober hingga November 2025. Dalam ekspedisi tersebut, salah satu temuan penting adalah keberadaan Thalassodendron ciliatum.
Penemuan ini menjadi catatan kedua di Indonesia setelah sebelumnya spesies yang sama tercatat di Rote, Nusa Tenggara Timur. Temuan ini menunjukkan bahwa sebaran lamun tersebut di Indonesia kemungkinan lebih luas dari yang diperkirakan sebelumnya.
Kehadiran Thalassodendron ciliatum di Maluku Barat Daya juga memperkuat nilai ekologis kawasan tersebut sebagai wilayah penting bagi keanekaragaman hayati laut.
Salah satu keunikan utama Thalassodendron ciliatum adalah adanya pigmen kemerahan pada bagian daunnya. Pigmen ini jarang ditemukan pada sebagian besar spesies lamun lain yang umumnya berwarna hijau.
Pigmen kemerahan tersebut diduga berperan dalam melindungi jaringan daun dari paparan cahaya matahari yang intens. Secara morfologi, daun lamun ini lebih tebal dan kuat, sehingga tidak mudah rusak ketika terpapar kondisi lingkungan yang ekstrem.
Karakteristik tersebut menjadikannya spesies yang menarik untuk diteliti lebih lanjut, terutama dalam konteks adaptasi terhadap lingkungan pesisir tropis.
Tahan terhadap Perubahan Suhu
Menurut Senior Project Manager Yayasan WWF Indonesia, Hafizh Adyas, keunikan Thalassodendron ciliatum berkaitan dengan kemampuannya bertahan terhadap perubahan suhu. Lamun sangat dipengaruhi oleh kondisi pasang surut.
Ketika air laut surut, lamun dapat terpapar langsung oleh sinar matahari dan suhu yang lebih tinggi. Banyak spesies lamun tidak mampu bertahan dalam kondisi ini dan mengalami kematian sementara.
Namun, Thalassodendron ciliatum menunjukkan ketahanan yang lebih baik, sehingga mampu bertahan dan kembali tumbuh ketika air laut pasang kembali menutupi habitatnya.
Sebagai bagian dari ekosistem lamun, Thalassodendron ciliatum memiliki fungsi penting bagi lingkungan laut. Lamun berperan sebagai habitat dan tempat berlindung bagi berbagai biota laut, termasuk ikan kecil, moluska, dan invertebrata lainnya.
Selain itu, lamun membantu menstabilkan sedimen dasar laut melalui sistem perakarannya yang kuat, sehingga mengurangi erosi. Lamun juga berperan dalam penyerapan karbon dan produksi oksigen, yang berkontribusi pada kualitas perairan dan mitigasi perubahan iklim di wilayah pesisir.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


