Garis Wallace adalah sebuah garis imajiner yang memisahkan dua wilayah biogeografi besar di dunia, yaitu kawasan Asia dan kawasan Australia.
Konsep ini diperkenalkan pada abad ke-19 oleh Alfred Russel Wallace, seorang naturalis asal Inggris yang melakukan penelitian panjang di Kepulauan Nusantara.
Dalam perjalanannya, Wallace mengamati perbedaan yang sangat tajam antara jenis hewan di wilayah barat dan timur Indonesia, meskipun jarak antar pulau terkadang hanya dipisahkan oleh selat yang sempit.
Salah satu bagian terpenting dari garis ini membentang di Selat Makasar, yang memisahkan Kalimantan dan Sulawesi.
Selat Makasar sebagai Batas Alami yang Unik

Sumber: Wikimedia Commons CC-BY-SA 3.0.
Selat Makasar memiliki karakteristik geografis yang membuatnya sangat berbeda dari selat-selat lain di Indonesia.
Selat ini relatif sempit di beberapa titik, namun memiliki kedalaman laut yang sangat besar. Kedalaman inilah yang menjadikannya penghalang alami yang efektif bagi pergerakan hewan darat.
Bahkan pada masa zaman es, ketika permukaan laut global turun drastis, Selat Makasar tidak pernah menjadi jembatan darat. Akibatnya, fauna di Kalimantan dan Sulawesi berkembang secara terpisah selama jutaan tahun.
Kondisi ini menjadikan Selat Makasar sebagai salah satu lokasi paling jelas untuk melihat efek isolasi geografis.
Hewan-hewan Asia seperti gajah, harimau, dan badak dapat ditemukan di Kalimantan, tetapi sama sekali tidak pernah mencapai Sulawesi. Sebaliknya, Sulawesi memiliki fauna khas yang tidak ditemukan di wilayah barat, seperti anoa dan babirusa.
Perbedaan Fauna yang Sangat Kontras

Babirusa. Sumber: Flickr/su-lin.
Signifikansi Garis Wallace terletak pada kontras biologis yang sangat tajam di kedua sisinya. Di sebelah barat Selat Makasar, fauna didominasi oleh mamalia besar berplasenta yang khas Asia.
Hewan-hewan ini memiliki hubungan evolusioner yang kuat dengan spesies di daratan Asia Tenggara dan Asia Timur.
Di sebelah timur, komposisi fauna berubah secara drastis, dengan dominasi spesies endemik dan hewan yang menunjukkan kemiripan dengan Australia.
Sulawesi menjadi contoh paling menarik karena pulau ini berada tepat di wilayah peralihan. Fauna Sulawesi bukan campuran sederhana antara Asia dan Australia, melainkan hasil evolusi unik yang berlangsung dalam isolasi.
Tingginya tingkat endemisme di Sulawesi memperkuat peran Selat Makasar sebagai penghalang biogeografis yang sangat efektif.
Peran Lempeng Tektonik dan Sejarah Geologi

Sumber: Wikimedia Commons CC-BY-SA-3.0.
Garis Wallace tidak hanya ditentukan oleh jarak geografis, tetapi juga oleh sejarah geologi yang kompleks. Kalimantan berada di atas Paparan Sunda, yang secara geologis terhubung dengan daratan Asia.
Sebaliknya, Sulawesi terbentuk dari pertemuan beberapa lempeng tektonik yang berbeda, termasuk lempeng Australia dan Pasifik. Proses tumbukan dan pergeseran lempeng ini menciptakan pulau dengan struktur geologi yang rumit dan sejarah evolusi yang berbeda.
Selat Makasar sendiri merupakan bagian dari zona yang relatif stabil secara geologis dan telah menjadi laut dalam selama waktu yang sangat lama.
Stabilitas ini memastikan bahwa pemisahan antara kedua wilayah biogeografi tetap terjaga, memungkinkan perbedaan fauna berkembang dan bertahan hingga saat ini.
Mengapa Garis Wallace Menjadi yang Paling Signifikan

Sumber: Wikimedia Commons CC-BY-SA-2.5.
Banyak wilayah di dunia memiliki batas biogeografi, tetapi Garis Wallace dianggap yang paling signifikan karena kejelasan dan konsistensinya. Di tempat lain, peralihan fauna sering terjadi secara bertahap. Di kawasan Selat Makasar, perubahan tersebut sangat mendadak.
Hanya dengan menyeberangi selat, komposisi fauna berubah secara drastis, sebuah fenomena yang jarang ditemukan di bagian dunia lain.
Selain itu, Garis Wallace memiliki dampak besar terhadap pemahaman ilmiah tentang evolusi dan penyebaran spesies.
Pengamatan Wallace di wilayah ini membantu memperkuat teori seleksi alam yang ia kembangkan secara independen dari Charles Darwin. Dengan kata lain, Garis Wallace tidak hanya penting secara geografis, tetapi juga berperan besar dalam sejarah ilmu pengetahuan.
Implikasi bagi Konservasi dan Ilmu Pengetahuan Modern
Sumber: Wikimedia Commons CC-BY-SA-4.0.
Hingga saat ini, Garis Wallace tetap relevan dalam studi biologi dan konservasi. Wilayah di sekitar Selat Makasar memiliki tingkat keanekaragaman hayati dan endemisme yang sangat tinggi, tetapi juga rentan terhadap kerusakan lingkungan.
Memahami batas biogeografi ini membantu para ilmuwan dan pembuat kebijakan merancang strategi konservasi yang lebih efektif dan sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.
Garis Wallace di Selat Makasar adalah pengingat bahwa batas alam tidak selalu terlihat secara kasat mata, tetapi dampaknya dapat sangat besar.
Ia menunjukkan bagaimana laut, waktu, dan evolusi bekerja bersama membentuk pola kehidupan di Bumi, menjadikannya salah satu pembatas geografis paling penting dan berpengaruh di dunia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


