voyager golden record mengapa sapaan dalam bahasa indonesia melayang di antara bintang dan galaksi - News | Good News From Indonesia 2026

Voyager Golden Record: Mengapa Sapaan dalam Bahasa Indonesia Melayang di Antara Bintang dan Galaksi?

Voyager Golden Record: Mengapa Sapaan dalam Bahasa Indonesia Melayang di Antara Bintang dan Galaksi?
images info

Voyager Golden Record: Mengapa Sapaan dalam Bahasa Indonesia Melayang di Antara Bintang dan Galaksi?


Voyager 1 dan 2 adalah rangkaian misi luar angkasa yang diluncurkan oleh Amerika Serikat pada tahun 1977. Di antara keduanya, Voyager 1 sekarang berada lebih jauh yaitu di jarak sekitar 24 miliar kilometer dari bumi.

Memiliki misi utama untuk mengidentifikasi bagian terluar tata surya, Voyager juga membawa pesan yang diharapkan bisa dimengerti jika suatu saat salah satu atau kedua Voyager ditemukan oleh peradaban di luar angkasa.

Voyager Golden Record

Di dalam masing-masing wahana Voyager disertakan sebuah piringan emas yang dikenal sebagai Voyager Golden Record. Piringan ini berisi kumpulan suara, musik, gambar, dan pesan yang dirancang sebagai potret kecil tentang kehidupan dan kebudayaan manusia di Bumi.

Golden Record bukanlah alat komunikasi aktif, melainkan kapsul waktu kosmik yang ditujukan bagi siapa pun atau apa pun yang mungkin menemukannya di masa depan, entah itu peradaban luar angkasa atau manusia dari generasi yang sangat jauh.

Salah satu isi paling menarik dari Golden Record adalah sapaan dalam berbagai bahasa dunia. Sapaan ini dimaksudkan sebagai ungkapan sederhana namun universal, sebuah bentuk salam dari umat manusia kepada alam semesta.

Di antara puluhan bahasa yang direkam, terdapat sapaan dalam Bahasa Indonesia, sebuah fakta yang sering menimbulkan rasa bangga sekaligus rasa ingin tahu di kalangan masyarakat Indonesia.

Gagasan Carl Sagan untuk Merepresentasikan Kemanusiaan

Ide tentang Golden Record dipelopori oleh Carl Sagan, seorang astronom dan komunikator sains ternama, bersama tim kecil yang terdiri dari ilmuwan, seniman, dan ahli budaya.

Tujuan utama mereka adalah merepresentasikan Bumi sebagai rumah bagi umat manusia yang beragam, baik dari segi budaya, bahasa, maupun cara hidup.

Karena itu, pemilihan isi Golden Record tidak hanya berfokus pada pencapaian teknologi atau sains, tetapi juga pada ekspresi kemanusiaan yang paling mendasar.

Sapaan dalam berbagai bahasa dipilih karena bahasa adalah salah satu ciri paling fundamental dari manusia. Dengan memasukkan banyak bahasa, tim Golden Record ingin menunjukkan bahwa Bumi tidak diwakili oleh satu bangsa atau satu budaya saja.

Bahasa Indonesia dipandang sebagai bagian penting dari mosaik tersebut, mewakili wilayah yang luas, populasi yang besar, serta latar belakang budaya yang kaya.

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Dunia Berkembang

Salah satu alasan utama dimasukkannya Bahasa Indonesia dalam Voyager Golden Record adalah jumlah penuturnya yang besar.

Pada dekade 1970-an, Bahasa Indonesia telah digunakan oleh puluhan juta orang sebagai bahasa nasional dan bahasa pemersatu di sebuah negara kepulauan yang sangat beragam.

Dalam konteks global, Indonesia juga dipandang sebagai negara berkembang yang memainkan peran penting dalam dinamika politik dan budaya dunia pascakolonial.

Bahasa Indonesia memiliki karakter unik sebagai bahasa yang relatif muda sebagai bahasa nasional, tetapi berhasil menyatukan ratusan kelompok etnis dengan latar bahasa ibu yang berbeda. Keberhasilan ini menjadikannya simbol persatuan dan komunikasi lintas budaya.

Bagi tim Golden Record, fakta tersebut membuat Bahasa Indonesia layak dimasukkan sebagai representasi suara dari kawasan Asia Tenggara dan dunia berkembang secara umum.

Sapaan Sebagai Simbol Niat Baik

Kalimat sapaan yang direkam dalam Bahasa Indonesia bersifat sederhana dan langsung. Kesederhanaan ini bukan kebetulan, melainkan pilihan sadar. Sapaan tersebut tidak dimaksudkan untuk menjelaskan konsep kompleks, melainkan menyampaikan niat baik.

Dalam konteks komunikasi antarperadaban, pesan yang terlalu rumit berisiko tidak dipahami sama sekali. Sebaliknya, sapaan adalah bentuk komunikasi paling dasar yang mencerminkan keinginan untuk berkenalan dan hidup berdampingan.

Bahasa Indonesia, dengan struktur yang relatif lugas dan tanpa perubahan bentuk kata kerja berdasarkan waktu, dianggap mudah diucapkan dan didengar.

Meskipun maknanya mungkin tidak dapat dipahami oleh makhluk luar angkasa, ritme dan intonasi sapaan tersebut tetap membawa muatan emosional tentang keramahan dan keterbukaan.

Proses Kurasi dan Keterbatasan Media

Penting untuk dipahami bahwa Golden Record memiliki keterbatasan ruang. Tidak semua bahasa di dunia dapat dimasukkan. Pemilihan bahasa merupakan hasil kompromi antara keinginan untuk mencakup sebanyak mungkin budaya dan keterbatasan teknis media piringan.

Dalam proses kurasi, tim berusaha menyeimbangkan representasi geografis, jumlah penutur, serta keunikan budaya.

Masuknya Bahasa Indonesia menunjukkan bahwa tim kurator memandang Indonesia sebagai bagian penting dari cerita manusia.

Hal ini juga mencerminkan kesadaran global pada masa itu bahwa dunia tidak hanya berpusat pada negara-negara Barat, tetapi juga pada masyarakat besar di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Makna Simbolis bagi Indonesia dan Umat Manusia

Bagi masyarakat Indonesia, keberadaan sapaan dalam Bahasa Indonesia di Voyager Golden Record memiliki makna simbolis yang kuat.

Bahasa nasional Indonesia kini bukan hanya bergema di antara pulau-pulau Nusantara, tetapi juga melayang di ruang antarbintang, melampaui batas negara, planet, dan bahkan zaman. Sapaan tersebut menjadi pengingat bahwa Indonesia adalah bagian dari komunitas manusia global.

Secara lebih luas, sapaan dalam Bahasa Indonesia menegaskan pesan utama Golden Record, yaitu bahwa umat manusia adalah spesies yang beragam namun memiliki niat yang sama untuk menyapa, berkomunikasi, dan dikenal.

Di tengah luasnya alam semesta yang sunyi, sapaan sederhana itu menjadi tanda kecil keberadaan manusia, sebuah suara dari Bumi yang mungkin akan terus melayang di angkasa selama miliaran tahun.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Daniel Sumarno lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Daniel Sumarno.

DS
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.