Berbicara kegiatan sosial dan kreatif anak muda seperti tidak ada habisnya. Contohnya TemanDinny, sebuah komunitas sosial dari anak muda yang hadir di kota Medan.
Melaksanakan kegiatan bertajuk “Januari Ber-Isyarat”, teman dengar diajak untuk belajar bersama dengan teman tuli. Berlangsung pada 25 Januari 2026, kegiatan ini menambah wawasan serta meningkatkan kepekaan sosial dengan seru dan menyenangkan.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh komunitas TemanDinny yang berkolaborasi bersama Rumah Difabel Sharaswaty, sebuah lembaga pemberdayaan dan inkubasi difabel yang hadir di Medan. Dari acara ini menyampaikan bahwa siapa saja bisa bersosialisasi dan berteman tanpa batasan.
Sekilas tentang TemanDinny
TemanDinny adalah komunitas pemberdayaan sosial yang saat ini hadir di Kota Medan, Sumatera Utara. Komunitas ini dibentuk pada 1 Mei 2025 oleh Dinny Rahmayani Zebua, S.Sos.
Dibentuk karena Dinny sebagai pendiri komunitas ini melihat terkadang ada anak muda merasa sendirian untuk bergerak keluar dari zona nyaman dan enggan untuk eksplor banyak hal.
Melalui TemanDinny yang hadir sebagai teman, berharap agar setiap anak muda bisa bergerak untuk saling berkembang dengan berbagai kegiatan positif dan membangun semangat dari jiwa anak muda yang merasa sendirian.
Komunitas ini berfokus dalam kegiatan pemberdayaan dan sosial, salah satunya adalah topik terkait disabilitas. Berdasarkan hasil wawancara singkat bersama Dinny, beliau merasa bahwa akses dunia tuli di Medan masih perlu diwadahi lagi dan awal tahun 2026 adalah momentum yang tepat untuk dapat menemukan versi baru dalam diri termasuk salah satunya belajar dunia tuli.
Wawasan baru tentang dunia tuli
Dinny sebagai pencetus komunitas ini merasa perlu adanya gerakan dari anak muda untuk bisa bergerak melakukan beragam kegiatan positif. Oleh karenanya, “Januari Ber-Isyarat” adalah cara baru untuk mengetahui dunia disabiltas yang tampaknya masih cukup awam.
Sekilas Kawan GNFI akan merasa acara “Januari Ber-Isyarat” ini tampak sederhana. Mulai dari loka karya mengenal bahasa isyarat dasar, dilanjut dengan makan siang dan bermain antara teman tuli dan teman dengar.
Tetapi sebenarnya makna kegiatan ini lebih dari itu. Teman dengar bersama teman tuli mendapat perspektif baru tentang rasa unik dalam berkoordinasi dengan nuansa baru yang akan terasa saat mengikuti serangkaian acara.
Rangkaian kegiatan "Januari Ber-Isyarat"
Kegiatan “Januari Ber-Isyarat” dimulai dari pengenalan bahasa isyarat dasar. Jika mengikuti kegiatan ini, Kawan GNFI akan merasa takjub dengan beragam peragaan tangan dan mimik wajah yang ternyata punya makna dalam bahasa isyarat.
Saat belajar, teman dengar dan teman tuli duduk berdampingan. Agar tidak merasa canggung, panitia mengarahkan teman dengar lebih dahulu mencoba perlahan komunikasi dengan bahasa isyarat karena terkadang teman tuli terkadang mersa malu dan sungkan untuk berkomunikasi.
Jika mengikuti kegiatan ini, Kawan GNFI tidak hanya tidak hanya mengikuti loka karya dan belajar bersama teman tuli, namun juga mengikuti beragam gim yang mengasah kekompakan. Dalam rangkaian gim, para teman dengar dan teman tuli diacak bersama membentuk satu kelompok yang mengharuskan kerjasama tim dan keselarasan dalam menyampaikan pesan.
Komunitas TemanDinny dalam acara “Januari Ber-Isyarat” ini adalah sebuah wujud kepedulian anak muda terhadap fenomena sosial yang bisa diangkat melalui rangkaian kegiatan seru. Acara ini menyampaikan pesan jika komunikasi bukan hanya verbal, tapi bagaimana sebuah pesan juga bisa disampaikan oleh siapa saja melalui rasa saling berkaitan.
Bagi teman dengar, acara ini adalah wadah anak muda agar meningkatkan kepekaan sosial tanpa adanya batasan. Hadirnya acara ini juga diharapkan bisa membuka kepercayaan diri teman tuli untuk bisa bebas berinteraksi dan bebas mengeksplorasi diri dengan banyak orang dan menjadi diri sendiri tanpa khawatir tekanan sosial yang ada.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


