Industri fesyen di Indonesia bukan hanya milik merek besar di kota-kota metropolitan. Di berbagai sudut daerah, terdapat sekitar 590 ribu unit usaha kecil dan menengah yang bergerak di bidang pakaian jadi. Sektor ini menjadi tumpuan hidup bagi lebih dari satu juta orang.
Namun, sering kali masalah peralatan yang terbatas sehingga sulitnya akses pasar menjadi tembok besar bagi para perajin di daerah untuk berkembang.
Upaya baru pun mulai terlihat di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Pembangunan Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam hadir sebagai upaya untuk merangkul para perajin lokal agar memiliki wadah produksi yang lebih layak. Harapannya, talenta-talenta di daerah tidak lagi bergerak sendiri-sendiri, melainkan berada dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, memandang bahwa sentra semacam ini adalah jantung baru bagi ekonomi di daerah.
“Kami terus mendorong penguatan sentra-sentra industri kecil sebagai pusat pertumbuhan di daerah yang berkelanjutan, sekaligus sebagai sarana untuk meningkatkan nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja,” ungkap Agus Gumiwang.
Rumah Produksi Bersama, Bukan Hanya Bangunan Fisik
Sentra ini dirancang dengan konsep rumah produksi bersama. Artinya, para penjahit dan pelaku usaha kecil bisa menggunakan mesin-mesin modern yang tersedia di sana tanpa harus membelinya sendiri dengan biaya mahal.
Dengan alat yang lebih canggih, hasil jahitan dan kualitas pakaian yang diproduksi tentu akan meningkat drastis sehingga mampu bersaing dengan produk yang ada di pusat perbelanjaan besar.
Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, menjelaskan bahwa tempat ini bukan hanya soal urusan menjahit, tapi juga tempat untuk belajar mengelola bisnis.
“Sentra ini kami dorong sebagai rumah produksi bersama sekaligus tempat untuk meningkatkan kemampuan para perajin, mulai dari penggunaan alat, pelatihan teknis, hingga cara mengelola usaha yang lebih baik,” jelas Reni Yanita.
Melalui pendampingan ini, para perajin yang terbiasa mengerjakan pesanan skala kecil mulai diajarkan bagaimana memenuhi standar kualitas yang diinginkan oleh pasar yang lebih luas. Sehingga, produk buatan tangan lokal tidak lagi dipandang sebelah mata.
Memanfaatkan Peluang di Pintu Gerbang Negara
Bintan memiliki posisi yang sangat istimewa di peta perdagangan.
Karena lokasinya berada di kawasan perdagangan bebas, sentra industri ini mendapatkan fasilitas khusus seperti bebas bea masuk dan keluar. Ditambah lagi, jaraknya yang sangat dekat dengan Singapura dan Malaysia membuat biaya pengiriman barang menjadi lebih murah dan cepat.
Kombinasi antara kemudahan pajak sehingga lokasi yang strategis ini menjadi "karpet merah" bagi produk fesyen lokal untuk menembus pasar luar negeri. Perajin lokal di Bintan kini punya kesempatan besar untuk mengekspor karya mereka ke negara tetangga dengan harga yang tetap bersaing.
Hal ini diharapkan bisa mengubah pola pikir pelaku usaha daerah agar lebih berani bersaing di level internasional.
Sinergi untuk Masa Depan Ekonomi Kreatif
Berjalannya sentra industri ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dukungan anggaran digunakan bukan hanya untuk membangun gedung, tetapi juga memastikan pengelola sentra memiliki kemampuan untuk mendampingi para perajin secara berkelanjutan.
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, berharap sentra ini bisa menjadi jembatan bagi usaha kecil agar bisa bekerja sama dengan industri yang lebih besar.
“Ke depan, kami berharap sentra ini dapat menghubungkan para pelaku usaha kecil untuk masuk ke dalam rantai pasok industri besar, sehingga tercipta kemitraan yang saling menguntungkan,” kata Budi Setiawan.
Pada akhirnya, keberhasilan Sentra Fesyen Seri Kuala Lobam akan diukur dari seberapa banyak perajin lokal yang berhasil meningkatkan taraf hidupnya. Adanya fasilitas yang tepat sehingga semangat kreativitas yang tak kunjung padam, industri fesyen dari daerah diharapkan bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus tamu yang disegani di mancanegara.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


