kisah laengu dan rusa cerita rakyat dari wawonii sulawesi tenggara - News | Good News From Indonesia 2026

Kisah Laengu dan Rusa, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara

Kisah Laengu dan Rusa, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara
images info

Kisah Laengu dan Rusa, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara


Kisah Laengu dan rusa adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Wawonii, Sulawesi Tenggara. Cerita rakyat ini menceritakan tentang seorang anak bernama Laengu yang tidak memiliki wawasan tentang lingkungan di sekitarnya.

Hal ini membuat Laengu sering kali gagal ketika pergi ke hutan untuk mencari hasil tangkapan bagi keluarganya. Kejadian serupa kembali terulang ketika Laengu berhasil menemukan seekor rusa ketika dirinya masuk ke dalam hutan.

Bagaimana kisah Laengu dan rusa dalam cerita rakyat dari Wawonii, Sulawesi Tenggara tersebut?

Kisah Laengu dan Rusa, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara

Disitat dari buku Cerita Rakyat Wawonii (Bahasa Daerah dan Bahasa Indonesia), alkisah ada seorang anak yang bernama Laengu. Dia baru mendapatkan sedikit pelajaran dari pengalaman setelah tidak pernah sekalipun bekerja sejak kecil.

Laengu sudah mendapatkan dua pesan dari sang ayah. Pertama, dia mendapatkan pesan jika menemukan katak di hutan, maka mesti memukulnya terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam keranjang.

Kedua, jika dia menemukan jamur, maka jangan memukulnya selayaknya katak. Jamur hanya perlu dicabut dan dibersihkan saja bagian akarnya sebelum dimasukkan dalam keranjang.

Pagi ini Laengu bangun dengan perasaan kesal setelah gagal menikmati jamur yang dia kumpulkan semalam. Sebab dia memukul semua jamur tersebut hingga hancur dan tidak bisa dimasak.

Sang ayah yang melihat hal ini berusaha menghibur Laengu. Dia berkata Laengu hanya perlu mengingat pelajaran yang sudah didapatkan agar kesalahan yang sama tidak terulang kembali.

Laengu kemudian beranjak mengambil keranjangnya. Kali ini dia berangkat ke hutan sambil mengingat pesan terakhir yang disampaikan oleh sang ayah.

Begitu sampai di hutan, Laengu melihat seekor rusa yang sedang terjerat lumpur di pinggir rawa. Laengu merasa senang melihat keberadaan rusa tersebut.

Dirinya kemudian mendekati rusa itu. Ternyata rusa yang sedang terjebak ini kesusahan untuk keluar dari lumpur tersebut.

Laengu kemudian mengalungkan keranjangnya ke leher rusa. Dia pun mengingat pesan terakhir sang ayah terkait mengumpulkan jamur yang mesti membersihkan akar-akarnya.

Mata Laengu kemudian tertuju pada kaki-kaki rusa tersebut. Dirinya kemudian mengangkat satu per satu kaki rusa itu dan membersihkannya.

Namun hal mengejutkan terjadi begitu semua kaki rusa berhasil dikeluarkan. Rusa tersebut tiba-tiba lari menjauh dari Laengu.

Laengu yang masih berada di sana terpaku melihat hal itu. Sejurus kemudian, dia sadar jika keranjang yang dibawa sebelumnya ikut dibawa lari oleh rusa tersebut.

Dengan cepat Laengu berusaha mengejar rusa tersebut. Dia juga berteriak agar rusa tersebut berhenti dan tidak lari menjauh.

Namun suara Laengu justru membuat rusa tersebut makin ketakutan. Bukannya berhenti, rusa tersebut justru memacu larinya makin kencang.

Laengu tidak sanggup lagi mengejar rusa tersebut. Akhirnya dia kembali pulang ke rumah dengan tangan kosong.

Bukannya membawa hasil untuk disantap hari itu, Laengu justru kehilangan keranjang yang dia miliki. Melihat hal ini, sang ayah langsung menanyakan apa yang baru dialami oleh anaknya tersebut.

Laengu kemudian menjelaskan peristiwa yang baru dia alami. Sang ayah hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kepolosan anaknya itu.

Sang ayah berkata bukan begitu cara yang dilakukan jika bertemu dengan rusa. Ketika bertemu rusa, maka harus langsung ditebas dengan parang agar bisa ditangkap saat itu juga.

Laengu hanya bisa tertunduk mendengarkan cerita sang ayah. Dia merasa sangat bodoh karena gagal berulang kali dan tidak membawa hasil dari hutan.

Meskipun demikian, Laengu kembali mendapatkan pelajaran berharga dalam hidupnya. Dia berharap akan mendapatkan hasil baik keesokan hari ketika kembali ke hutan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.