de javasche bank sejarah institusi perbankan kolonial yang kemudian menjadi bank indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

De Javasche Bank: Sejarah Institusi Perbankan Kolonial yang Kemudian Menjadi Bank Indonesia

De Javasche Bank: Sejarah Institusi Perbankan Kolonial yang Kemudian Menjadi Bank Indonesia
images info

De Javasche Bank: Sejarah Institusi Perbankan Kolonial yang Kemudian Menjadi Bank Indonesia


Bank Indonesia yang kita kenal sekarang memiliki sejarah yang cukup panjang. Bermula dari institusi keuangan yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda, Bank Indonesia sudah menemani Indonesia melalui berbagai era yang penuh dengan tantangan.

Lahirnya De Javashe Bank

Sumber: Wereldmuseum Amsterdam via Wikimedia Commons CC-BY-SA-3.0.
info gambar

Sumber: Wereldmuseum Amsterdam via Wikimedia Commons CC-BY-SA-3.0.


De Javasche Bank didirikan pada tahun 1828 oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai bank sirkulasi di Hindia Belanda. Lembaga ini memiliki peran utama dalam menerbitkan dan mengedarkan uang gulden, sekaligus mendukung aktivitas perdagangan dan keuangan kolonial.

Sebagai bank sirkulasi, De Javasche Bank bertanggung jawab menjaga kepercayaan terhadap mata uang dengan memastikan stabilitas nilainya serta kelancaran sistem pembayaran.

Pada masa ini, kebijakan moneter sepenuhnya diarahkan untuk kepentingan ekonomi kolonial, bukan untuk kesejahteraan masyarakat pribumi.

Meski demikian, fondasi kelembagaan dan teknis yang dibangun oleh De Javasche Bank kelak menjadi dasar penting bagi sistem perbankan sentral di Indonesia.

Transformasi Pasca Kemerdekaan

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sumber: PICRYL.
info gambar

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sumber: PICRYL.


Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, keberadaan De Javasche Bank menjadi isu penting dalam perjuangan kedaulatan ekonomi. Pemerintah Indonesia menyadari bahwa kemerdekaan politik harus diikuti oleh kendali atas kebijakan moneter.

Melalui proses nasionalisasi yang panjang, De Javasche Bank akhirnya resmi dinasionalisasi pada tahun 1951 dan kemudian berganti nama menjadi Bank Indonesia pada tahun 1953. Perubahan ini menandai lahirnya bank sentral nasional yang bertugas melayani kepentingan ekonomi Indonesia.

Pada era awal ini, Bank Indonesia menghadapi tantangan besar, termasuk inflasi tinggi, keterbatasan cadangan devisa, dan ketidakstabilan fiskal akibat kondisi politik dan ekonomi yang belum mapan.

Peran Bank Indonesia pada Era Demokrasi Terpimpin dan Orde Baru

Soeharto dan Soedharmono beserta Para Istri. Sumber: PICRYL.
info gambar

Soeharto dan Soedharmono beserta Para Istri. Sumber: PICRYL.


Pada masa Demokrasi Terpimpin, kebijakan moneter sering kali dipengaruhi oleh keputusan politik, sehingga peran Bank Indonesia sebagai otoritas moneter menjadi kurang independen.

Pembiayaan defisit anggaran melalui pencetakan uang menyebabkan inflasi yang sangat tinggi pada pertengahan 1960-an.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya bank sentral yang kuat dan mandiri dalam menjaga stabilitas moneter. Kemudian ketika memasuki era Orde Baru, peran Bank Indonesia mulai diperkuat kembali dan stabilitas moneter dijadikan salah satu pilar utama pembangunan ekonomi.

Bank Indonesia berperan dalam mengendalikan inflasi, menjaga nilai tukar, dan mendukung pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan moneter yang lebih disiplin, seiring dengan keterbukaan ekonomi dan masuknya investasi asing.

Krisis dan Reformasi

Demonstrasi di Jakarta, 1998. Sumber: PICRYL.
info gambar

Demonstrasi di Jakarta, 1998. Sumber: PICRYL.


Krisis keuangan Asia pada akhir 1990-an menjadi titik balik penting dalam sejarah Bank Indonesia. Nilai tukar rupiah yang terjun bebas dan runtuhnya sistem perbankan nasional mengungkap kelemahan dalam pengawasan dan koordinasi kebijakan moneter.

Sebagai respons, dilakukan reformasi besar-besaran, termasuk pemberian independensi kepada Bank Indonesia melalui undang-undang yang disahkan pada tahun 1999.

Sejak saat itu, Bank Indonesia tidak lagi berada di bawah instruksi langsung pemerintah, melainkan bertanggung jawab menjaga stabilitas nilai rupiah.

Independensi ini memperkuat kredibilitas Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi dan menstabilkan sistem keuangan di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Peran Bank Indonesia di Era Modern

Museum Bank Indonesia, Jakarta. Sumber: Flickr/Siska Maria Eviline.
info gambar

Museum Bank Indonesia, Jakarta. Sumber: Flickr/Siska Maria Eviline.


Di era modern, peran Bank Indonesia semakin luas dan kompleks. Selain menjaga stabilitas moneter melalui pengendalian inflasi dan nilai tukar, Bank Indonesia juga berperan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan mengembangkan sistem pembayaran nasional.

Tantangan baru muncul seiring dengan digitalisasi ekonomi, globalisasi pasar keuangan, dan meningkatnya risiko eksternal. Bank Indonesia dituntut untuk adaptif dan inovatif, tanpa mengabaikan mandat utamanya.

Dari masa kolonial sebagai De Javasche Bank hingga menjadi bank sentral yang modern dan independen, perjalanan Bank Indonesia mencerminkan upaya berkelanjutan untuk menjaga stabilitas moneter sebagai fondasi bagi pembangunan ekonomi Indonesia di berbagai era.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Daniel Sumarno lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Daniel Sumarno.

DS
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.