Belum lama ini, Pulau Kenawa sempat menjadi sorotan usai sebuah video pendek dari film legendaris 5 cm beredar di media sosial. Dalam teaser poster yang diunggah oleh Soraya Intercine Films pada (1/1/2026) lalu, tampak sebuah kapal kecil tengah mengarungi laut biru.
Meskipun hanya memperlihatkan sedikit, warganet berasumsi bahwa pulau ini digadang-gadang menjadi salah satu lokasi syuting dari sekuel film populer tersebut.
Pulau yang berada di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat ini dikenal akan keindahan alam dan panorama yang menakjubkan. Tak heran, Pulau Kenawa termasuk salah satu ikon wisata yang ada di Sumbawa. Selain menyuguhkan hamparan pasir putih dan laut berwarna biru, pulau tak berpenghuni ini juga memiliki savana yang menawan.
Tak hanya itu, Sumbawa juga menyimpan beragam potensi wisata yang belum banyak tersentuh oleh wisatawan, mulai dari pantai, pegunungan hingga sejarah. Dalam beberapa tahun terakhir, tempat wisata di pulau ini mulai banyak dilirik, terutama pelancong yang berasal dari luar negeri.
Lalu, destinasi wisata apa saja yang bisa dijelajahi dan dikunjungi saat berada di Sumbawa? Berikut rekomendasinya yang dapat masuk wishlist Kawan GNFI saat liburan!
1. Hiu Paus Teluk Saleh

Hiu Paus di Teluk Saleh | Foto: Wikimedia Commons by Muhammad syaran
Hiu paus di Teluk Saleh, Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu tempat wisata favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah ini, karena dapat melihat, berenang bersama, bahkan berfoto dengan penjaga teluk tersebut.
Untuk dapat berfoto dan mengambil video bersama hiu paus, ada biaya yang harus Kawan GNFI keluarkan, yakni sebesar Rp2.000.000—Rp3.000.000.
Biaya yang diberikan bukan untuk perorangan, tetapi biaya per grup atau per paket wisata dari pelabuhan hingga ke lokasi titik hiu paus berada. Bagaiman, tertarik untuk mencobanya?
2. Air Terjun Mata Jitu

Air Terjun Mata Jitu di Sumbawa | Foto: Unsplash by Johnny Africa
Air terjun yang terletak di Kabupaten Sumbawa ini pernah dikunjungi oleh Lady Diana pada 1993 silam, mendiang putri Inggris yang dicintai dan dikagumi banyak orang. Berbeda dengan air terjun yang biasa dikenal, Mata Jitu merupakan air terjun bertingkat bak mahakarya alam yang memanjakan mata.
Untuk menuju ke tempat ini, wisatawan perlu melakukan trekking. Meski membutuhkan stamina dan usaha, setibanya di sana, Kawan GNFI akan merasakan suasana yang tenang, ditambah dengan gemericik air segar yang mengalir di bebatuan.
3. Pantai Pink Lambu
Ketika mendengar Pantai Pink, sebagian orang akan teringat dengan Pink Beach yang ada di Lombok atau Labuan Bajo. Namun, tahukah Kawan GNFI, Pantai Pink juga terdapat di Sumbawa, lo! Tepatnya di Kabupaten Bima.
Dikelilingi perbukitan, pantai yang dikenal dengan Pink Lambu ini menawarkan panaroma khas dengan perpaduan pasir pink, laut biru jernih, dan bukit hijau.
Untuk mencapai Pantai Pink Lambu, wisatawan perlu menyewa perahu dengan tarif sekitar Rp100.000—Rp150.000 per orang. Perjalanan memakan waktu sekitar satu jam. Namun, jangan khawatir karena selama perjalanan, Kawan GNFI akan disuguhkan dengan panorama laut yang eksotis.
4. Pantai Lakey

Pantai Lakey, surganya peselancara | Foto: Wikimedia Commons by Gusprihan
Pantai Lakey terletak di Dompu, Sumbawa dan dapat ditempuh hanya sekitar 45—50 menit dari ibu kota kabupaten. Ombak di pantai ini menjadi salah satu daya tarik bagi turis asing yang gemar melakukan surfing atau berselancar.
Pantai Lakey juga disebut-sebut sebagai salah satu pantai terbaik untuk surfing di dunia. Bahkan, deburan ombaknya memiliki karakteristik tersendiri, seperti Nangas (ombak datar), Lakey Peak (ombak yang dianggap menantang), Lakey Pipe (ombak berbentuk pipa) dan Periscope (ombak yang memiliki bentuk bergulung).
5. Pulau Bungin

Pulau Bungin, salah satu pulau terpadat di dunia | Foto: GNFI
Pulau Bungin merupakan sebuah pulau kecil dengan luas 8,5 hektar. Meskipun wilayahnya sangat kecil, pulau ini dihuni lebih dari 5.000 jiwa.
Tak seperti pulau wisata kebanyakan yang identik dengan pantai pasir putihnya, pulau yang dihuni oleh suku Bajo ini dikenal karena kehidupan sosial, budaya, dan kearifan lokal masyarakatnya yang berkembang di tengah keterbatasan ruang.
Fenomena unik yang dapat Kawan GNFI jumpai ketika datang ke Pulau Bungin adalah melihat hewan ternak seperti kambing yang memakan kertas dan kardus, alih-alih rerumputan hijau. Hal ini terjadi akibat keterbatasan lahan di pulau ini.
Selain itu, pulau yang dikenal sebagai salah satu pulau terpadat di dunia ini juga pernah menjadi latar tempat di salah satu novel hits karya Tere Liye yang berjudul Tentang Kamu.
Dalam novel tersebut mengisahkan tentang perjalanan hidup karakter utama, Sri Ningsih yang lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Pulau Bungin.
6. Gunung Tambora

Kaldera Gunung Tambora | Foto; Wikimedia Commons by Jialiang Gao
Pecinta gunung jangan lewatkan gunung yang satu ini! Tambora merupakan destinasi wisata pegunungan unggulan di Pulau Sumbawa. Gunung ini memiliki nilai sejarah yang unik karena pernah menjadi gunung tertinggi di Indonesia.
Letusan dahsyat pada 1815 silam mengubah ketinggian Gunung Tambora dari sekitar 4.300 meter, kini menjadi 2.851 meter. Kaldera gunung ini juga menjadi salah satu daya tarik utama Gunung Tambora.
Secara administratif, gunung ini terletak di antara dua kabupaten yaitu Bima dan Dompu. Bagi Kawan GNFI yang tertarik untuk mendaki Gunung Tambora, terdapat 4 jalur pendakian yang bisa kalian pilih, yaitu jalur Pancasila, Doro Ncanga, Oi Marai, dan Piong.
7. Istana Dalam Loka

Istana Dalam Loka, wisata sejarah dan budaya di Sumbawa | Foto: Wikimedia Commons by MosheA
Istana Dalam Loka merupakan destinasi wisata sejarah dan budaya di Sumbawa yang dibangun pada tahun 1885 lalu. Istana ini pernah menjadi kediaman sekaligus tempat bertahtanya Sultan Muhammad Djalaluddin III, salah seorang Sultan Sumbawa.
Istana kayu berbentuk rumah panggung ini memiliki atap kembar yang megah, menjadikannya sebagai bangunan yang memiliki arsitektur khas. Selain itu, Istana Dalam Loka juga menyimpan nilai-nilai islam yang sarat makna.
Jumlah 99 tiang yang ada di istana ini melambangkan Asmaul Husna dan 17 anak tangga yang ada di istana merepresentasikan jumlah rakaat sholat dalam sehari semalam.
Lokasinya yang berada di pusat kabupaten dan dekat dengan bandara Sultan Muhammad Kaharuddin, Sumbawa menjadikan Istana Dalam Loka sebagai tempat wisata yang perlu Kawan GNFI kunjungi saat bertandang ke pulau ini.
8. Museum Bala Datu Ranga

Museum Bala Datu Ranga | Foto: Instagram resmi Museum Bala Datu Ranga @museum.bala.daturanga
Terletak di Kabupaten Sumbawa, tempat ini merupakan museum khusus yang dibentuk atas dasar bangunan bersejarah tempat kediaman Datu Ranga, Perdana Menteri terakhir dari Kesultanan Sumbawa.
Museum Bala Datu Rangan menyimpan setidaknya tiga koleksi utama yang berasal dari pusa keluarga dan benda budaya peninggalan Kesultanan Sumbawa, termasuk struktur bangunannya yang juga menjadi salah satu koleksi paling bersejarah.
Selain itu, museum ini juga memiliki nilai simbolik yang kuat, di mana pilar-pilar kayu jatinya mencerminkan nilai religius dan filosofi budaya setempat.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


