Banten memiliki posisi geografis strategis di ujung barat Pulau Jawa sehingga menjadi pintu penghubung antara Jawa dan Sumatra dengan kekayaan alam melimpah mulai dari pesisir hingga pegunungan.
Meskipun dikenal sebagai kawasan industri, Banten tetap mempertahankan sisi alaminya melalui kawasan konservasi dan perkampungan adat yang memegang teguh tradisi leluhur tanpa harus menghabiskan banyak waktu perjalanan dari Jakarta.
Perjalanan menuju Serang atau Pandeglang kini semakin mudah berkat akses tol yang memadai sehingga Kawan GNFI bisa merencanakan petualangan akhir pekan dengan lebih fleksibel.
Keberagaman destinasi di sini mencakup edukasi sejarah Kesultanan Banten hingga penjelajahan hutan lindung yang menjadi situs warisan dunia, di mana setiap sudutnya menawarkan cerita berbeda tentang bagaimana masyarakat hidup berdampingan dengan alam.
Ragam Pesona Alam dan Budaya di Tanah Jawara
Banten menawarkan pengalaman lengkap bagi setiap pengunjung karena keragaman kontur wilayahnya yang unik, mulai dari bentangan pasir putih luas hingga laguna yang jernih. Berikut adalah beberapa tempat yang bisa masuk ke dalam daftar rencana perjalanan Kawan GNFI berikutnya.
1. Taman Nasional Ujung Kulon
Kawasan ini merupakan rumah terakhir bagi badak jawa yang populasinya sangat langka di dunia. Berjalan menyusuri hutan hujan tropis di sini memberikan kesempatan bagi Kawan GNFI untuk melihat satwa liar secara langsung di habitat aslinya.
Selain hutan yang lebat, pantai-pantai di sekitar Pulau Peucang memiliki laguna dengan air yang sangat tenang dan bening sehingga cocok untuk melepas penat sambil menikmati keheningan alam.
2. Perkampungan Suku Baduy
Mengunjungi wilayah ini terasa seperti melakukan perjalanan melintasi waktu karena masyarakat adatnya yang tetap teguh menjaga tradisi tanpa pengaruh teknologi modern.
Kawan GNFI bisa merasakan hidup yang jauh dari hiruk-pikuk kota, berjalan kaki melewati jembatan bambu, dan melihat langsung kearifan lokal warga dalam merawat hutan. Kesederhanaan hidup mereka memberikan perspektif baru tentang bagaimana manusia bisa hidup harmonis dengan alam sekitarnya.
3. Masjid Agung Banten
Tempat ini merupakan titik sejarah yang sangat penting karena menjadi saksi kemegahan Kesultanan Banten sejak abad ke-16. Kawan GNFI bisa melihat keunikan arsitekturnya yang memadukan elemen lokal dengan gaya Eropa serta Tiongkok, terutama pada menara ikoniknya yang menyerupai mercusuar.
Suasana di kompleks ini sangat kental dengan nilai spiritual dan edukasi masa lalu yang tetap dirawat dengan sangat baik hingga saat ini.
4. Tanjung Lesung
Bagi Kawan GNFI yang menyukai ketenangan pesisir, wilayah ini menawarkan hamparan pasir putih yang luas dan bersih di sepanjang garis pantainya.
Ombaknya yang tenang membuat suasana menjadi sangat damai sehingga sangat mendukung untuk aktivitas santai atau sekadar duduk menikmati semilir angin. Kawasan ini telah ditata sedemikian rupa untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang ingin menikmati pemandangan Selat Sunda.
5. Danau Tasikardi
Danau buatan ini menyimpan cerita tentang masa kejayaan sultan yang menjadikannya tempat untuk menerima tamu-tamu agung pada zamannya.
Kawan bisa melihat Pulau Kaputren yang berada tepat di tengah danau, sebuah daratan kecil yang dahulu merupakan area peristirahatan keluarga sultan. Duduk di bawah pepohonan rindang sambil melihat pantulan langit di permukaan air yang tenang akan membuat pikiran menjadi lebih rileks.
6. Cagar Alam Rawa Danau
Rawa pegunungan ini adalah satu-satunya yang tersisa di Pulau Jawa, menjadikannya kawasan konservasi yang sangat berharga bagi ekosistem.
Kawan GNFI bisa menyusuri perairannya dengan kano untuk melihat lebih dekat hutan rawa yang menjadi tempat tinggal bagi ratusan jenis burung dan reptil. Vegetasi yang sangat padat di sini membuat suasananya sangat sejuk.
7. Pulau Dua (Pulau Burung)
Setiap tahun, ribuan burung dari berbagai penjuru dunia bermigrasi dan singgah di pulau ini antara bulan April hingga Agustus. Pengunjung sangat dimanjakan dengan pemandangan kawanan burung yang terbang bebas di atas cagar alam seluas 30 hektar ini.
Selain burung, ekosistem di sekitar pulau juga masih sangat kaya dan terjaga kealamiannya karena letaknya jauh dari hiruk pikuk.
8. Arung Jeram Sungai Ciberang
Bagi Kawan yang ingin sedikit memacu adrenalin, menyusuri aliran Sungai Ciberang yang membelah pedalaman Lebak adalah pilihan yang tepat. Aliran airnya yang berkelok-kelok melintasi tebing dan perbukitan hijau memberikan sensasi petualangan yang menyenangkan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


