sd mexico di jaksel saksi bisu persahabatan indonesia dan meksiko yang kini jadi cagar budaya - News | Good News From Indonesia 2026

SD Mexico di Jaksel, Saksi Bisu Persahabatan Indonesia dan Meksiko yang Kini Jadi Cagar Budaya

SD Mexico di Jaksel, Saksi Bisu Persahabatan Indonesia dan Meksiko yang Kini Jadi Cagar Budaya
images info

SD Mexico di Jaksel, Saksi Bisu Persahabatan Indonesia dan Meksiko yang Kini Jadi Cagar Budaya


Di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ada sebuah sekolah legendaris yang menjadi saksi persahabatan Indonesia dan Meksiko sejak lama. Ialah SD Meksiko atau SDN Gunung 05 Pagi.

Berdiri di atas lahan seluas kurang lebih ±4.638 meter persegi, SD Meksiko memiliki bentuk bangunan yang khas zaman dahulu. Bangunan sekolahnya hanya terdiri dari satu tingkat.

Dindingnya terbuat dari bata berplester. Sementara itu, bagian kelasnya menggunakan dinding kamprot berwarna hijau. Di seluruh bangunan sekolah, elemen-elemen kayu banyak dijumpai di struktur balok, pintu, serta jendela.

SD Meksiko merupakan bukti persahabatan Indonesia dan Meksiko yang sudah dijalin sejak masa Presiden Soekarno. Bagaimana ceritanya?

Kenapa Namanya SD Meksiko?

Beralamat di Jl. Hang Lekir B No.53, Gunung, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, SDN Gunung 05 Pagi dulunya adalah sekolah Belanda. Kemudian, sekolah ini berganti menjadi Sekolah Rakjat Blok H.

Melalui situs resmi SDN Gunung 05 Pagi, diterangkan bahwa SD tersebut berdiri pada 1954. Kemudian, tahun 1962 namanya diubah menjadi Sekolah Dasar Meksiko alias Escuela Republica de Mexico. Kenapa tiba-tiba diubah?

Alasannya cukup menarik. Di masa itu, Indonesia memang menjalin banyak relasi dengan negara-negara lain, terutama negara-negara nonblok. Soekarno secara khusus melawat ke Amerika Latin di akhir tahun 1950-an. Saat itu, Meksiko menjadi salah satu negara tujuannya.

baca juga

Ia bertemu dengan Presiden Meksiko serta tokoh kenegaraan lainnya. Di sela-sela kunjungannya, Soekarno mengunjungi sekolah di Tacuba, Meksiko. Uniknya, sekolah tersebut kemudian diresmikan namanya menjadi La Escuela Republica de Indonesia atau Sekolah Republik Indonesia di Meksiko sebagai bukti kerekatan kedua negara.

Nah, sebagai bentuk ‘balasan’, Indonesia pun mengubah nama salah satu sekolahnya di wilayah ibu kota menjadi Sekolah Dasar Meksiko. Peresmiannya pun dihadiri langsung oleh Presiden Soekarno dan Presiden Meksiko Adolfo Lopez.

Ada sebuah prasasti bersejarah yang ada di lingkungan sekolah. Prasasti itu menjadi saksi bisu kuatnya persahabatan Indonesia dan Meksiko.

Baik sekolah di Indonesia dan Meksiko, seluruhnya merupakan bentuk kerja sama konkret kedua negara di bidang pendidikan. Sekolah Meksiko mengenalkan budaya Meksiko ke siswa Indonesianya, pun sebaliknya.

Menyadur dari Kedutaan Besar Meksiko di Indonesia, pihak Kedutaan Meksiko beberapa kali berkunjung ke SD Meksiko. Semetara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Meksiko juga beberapa kali berkunjung ke Sekolah Republik Indonesia, khususnya saat perayaan kemerdekaan Indonesia.

Namun, pada tahun 1979, SD Meksiko berganti nama menjadi SDN Gunung 05 Pagi. Perubahan itu terjadi karena pemerintah memecah SD Meksiko menjadi dua sekolah. Akan tetapi, dua sekolah yang dipecah itu kembali disatukan di kemudian hari.

Nama ‘SDN Gunung 05 Pagi’ ini juga masih dipakai hingga saat ini. Meskipun demikian, identitasnya sebagai Sekolah Meksiko tetap abadi hingga saat ini.

Ditetapkan sebagai Cagar Budaya

Kawan GNFI, pada Agustus 2025, Gubernur DKI Jakarta melalui Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 732 Tahun 2025, resmi menetapkan SDN Gunung 05 Pagi sebagai Bangunan Cagar Budaya. Sekolah ini memenuhi beberapa kriteria dasar untuk ditetapkan sebagai bangunan bersejarah nasional, salah satunya menjadi penanda hubungan antara Indonesia dengan Meksiko.

Sebelum ditetapkan sebagai situs cagar budaya, Tim Pusat Konservasi Cagar Budaya (PKCB) Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta sudah melakukan kunjungan awal ke SDN Gunung 05 Pagi sejak Juni 2024. Sebulan setelahnya, tim melakukan peninjauan lanjutan serta mengumpulkan data dokumentasi sebagai bukti.

Penetapan ini menjadi pengakuan bahwa SDN Gunung 05 Pagi memiliki akar sejarah yang kuat serta bernilai penting bagi sejarah. Dengan demikian, sekolah ini menjadi salah satu aset warisan budaya yang dilindungi dan dijaga agar terus lestari.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.