saoto bathok mbah katro jogja - News | Good News From Indonesia 2026

Saoto Bathok Mbah Katro, Nyoto di Jogja yang Mangkoknya dari Batok Kelapa

Saoto Bathok Mbah Katro, Nyoto di Jogja yang Mangkoknya dari Batok Kelapa
images info

Saoto Bathok Mbah Katro, Nyoto di Jogja yang Mangkoknya dari Batok Kelapa


Makan soto dengan batok atau tempurung kelapa menjadi hal unik yang patut dicoba oleh Kawan GNFI saat berkunjung ke Sleman. Salah satu rekomendasinya adalah Saoto Bhatok Mbah Katro. Soto ini memiliki perbedaan dalam penyajiannya sehingga banyak pengunjung yang menyerbu.

Saoto Bhatok Mbah Katro terletak di Simbasari, Purwomartani, Kalasan, Sleman. Banyak pengunjung yang datang untuk menyantap soto bathok ini setiap harinya, terutama weekend dan musim libur tiba. Jam operasionalnya dari pukul 06.00 WIB hingga 16.00 WIB. 

Begitu sampai di Saoto Bathok Mbah Katro, pengunjung akan langsung disambut dengan wangi dari kuah soto yang sedang disajikan ke batok kelapa dan tempe yang sedang digoreng.

baca juga

Menurut Kompas.com, pemilik usaha soto, Katro Sumaryo, saat pertama kali merintis pada awal tahun 2015, tidak memiliki cukup besar modalnya untuk membeli mangkuk pada umumnya. Karena itu, ia memanfaatkan tempurung kelapa. 

“Namanya Soto Bathok karena mangkoknya dari batok kelapa, bukan mangkok biasa,” ujar salah satu pegawai, seperti diwartakan detikJateng.

Walaupun mangkuknya hanya menggunakan batok kelapa, rasa dari Saoto Mbah Katro juga tiada tandingannya. Komposisi dari nasi, kuah soto, tauge, dan bawang putih gorengnya sama dengan soto pada umumnya. Namun, pengalaman unik dari makan soto pakai batok kelapa yang tentunya berbeda dari warung soto lainnya.

Terdapat juga makanan pendampingnya seperti tempe, sate, peyek, lempeng, dan kerupuk putih. Kawan GNFI bisa meminta untuk penyajian nasinya dicampur atau dipisah, disesuaikan dengan selera. Harga yang ditawarkan dari Rp1000 untuk lauk hingga Rp7000—Rp9000 untuk porsi sotonya.

Dilansir dari IDN Times Jogja, disarankan untuk langsung memesan porsi dobel soto karena satu porsi mungkin dirasa kurang mengenyangkan. 

Konsep rumah tua yang dikelilingi oleh persawahan membuat pengunjung yang sedang makan betah berlama-lama di sana. 

baca juga

Kompas.com mewartakan bahwa Katro Sumaryo memulai usaha warung soto ini dimulai tanpa adanya latar belakang kuliner. Pak Karto hanya bekerja di bidang perhotelan selama 22 tahun, tetapi hal dasar dalam melayani tamu yang diajarkan cukup baginya untuk memulai usahanya.

Yang menarik, terdapat destinasi wisata bersejarah yang tersembunyi dan dekat dengan Saoto Bathok Mbah Katro, namanya Candi Sambisari. Karena itu, jika Kawan GNFI lelah menyusuri Candi Sambasari, bisa langsung mampir ke Saoto Bathok.

Bagi pengunjung yang membawa mobil tidak usah khawatir, karena tempat parkir yang disediakan luas.

Bagaimana nih, Kawan GNFI? Bagi kamu yang tinggal atau sedang berkunjung ke Jogja dan perlu referensi kuliner baru, bisa mencoba Saoto Bathok Mbah Katro ini.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.