Siapa sangka, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, punya jiwa musik yang begitu menyala. Dari gairah musiknya itu, lahirlah karya yang dinikmati anak-anak Indonesia.
Baru-baru ini pemerintah menerapkan aturan baru dalam pelaksanaan upacara bendera hari Senin di sekolah mulai tahun 2026. Salah satunya adalah menyanyikan lagu berjudul "Rukun Sama Teman" Nah, lagu tersebut adalah ciptaan Abdul.
Selain "Rukun Sama Teman", ada lagi lagu ciptaan Abdul, yakni "Hari Baru". Keduanya adalah lagu yang ditujukan kepada anak-anak.
Hal ini jadi menarik karena sejatinya Abdul Mu’ti bukanlah musisi, melainkan akademisi dan pakar pendidikan Islam yang diangkat menjadi Mendikdasmen di kabinet yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Ia banyak berkiprah sebagai dosen dan menyandang predikat Guru Besar Bidang Pendidikan Agama Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Di balik sosoknya yang lekat dengan dunia akademik itulah tampak ada jiwa musik dalam diri Abdul, terutama yang menyangkut lagu anak.

Jiwa Musik Abdul Mu’ti
Jika diperhatikan, memang sudah berkali-kali Abdul bersinggungan dengan urusan musik mesti tidak selalu secara langsung. Biasanya, ia membahas soal musik dan kaitannya dengan pendidikan.
Abdul bahkan memasukkan musik ke dalam kebijakannya. Misalnya saja, ia pernah menyoroti bahwa saat ini anak- anak usia dini sangat kekurangan lagu anak dalam media pembelajaran. Sebagai tindak lanjutnya, Kemendikdasmen mengadakan lomba membuat lagu anak bertajuk Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini (KICAU) pada 2025 lalu.
Pria yang pernah menjabat Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah itu tampaknya paham betul bahwa musik punya peran penting bagi pendidikan anak. Oleh karena iti pula, Abdul pernah mengatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya memastikan lagu anak-anak yang dinyanyikan oleh anak-anak Indonesia sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka.
“Jangan lagi anak Indonesia terpapar lagu-lagu orang dewasa yang tidak dipahami dan tidak sesuai tumbuh kembang anak,” ujar Abdul dalam kegiatan “Car Free Day Guru Maju, Pendidikan Bermutu” Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini di Kompleks Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (2/2/2025) lalu.
Abdul juga tahu lagu seperti apa yang cocok untuk anak-anak.
“Lagu anak-anak yang baik adalah lagu yang sesuai dengan usia anak-anak, berjiwa anak-anak, dan menjadi bagian dari aktivitas anak sehari-hari,” ujarnya.
Jiwa musik Abdul dan keinginannya untuk mendidik anak-anak Indonesia lewat musik ternyata selaras dengan semangat para guru. Buktinya, program KICAU disambut gembira dan ada ratusan lagu karya para pengajar PAUD dari berbagai penjuru Indonesia yang masuk. Panitia kemudian menyeleksi karya yang masuk untuk menentukan pemenang dan lagu-lagu terpilih untuk dijadikan album.
Lantas, mengapa musik khususnya lagu anak berperan begitu penting bagi pendidikan hingga Abdul begitu perhatian terhadap hal tersebut? Menurutnya, lagu anak punya peran strategis, khususnya dalam membentuk karakter serta mengembangkan kecerdasan anak usia dini.
“Lagu anak bukan sekadar hiburan, tetapi juga merupakan bagian dari pembelajaran yang dapat membantu anak memahami berbagai konsep dengan cara yang menyenangkan. Lagu yang sesuai dengan usia mereka dapat menanamkan nilai-nilai positif, meningkatkan daya ingat, serta melatih keterampilan bahasa dan sosial,” demikian katanya.
Menariknya lagi, Abdul sampai mengajak para orang tua untuk ikut mendengarkan lagu anak. Ia berharap semangat bermusik bisa hidup baik itu di sekolah maupun di rumah.
“Kami berharap para guru dan orang tua dapat lebih sering memperdengarkan lagu-lagu anak, mengadakan kegiatan menyanyi dan mencipta lagu anak di lingkungan sekolah maupun di rumah, serta mendorong musisi dan pendidik untuk terus berinovasi dalam menciptakan lagu-lagu yang edukatif dan menarik bagi anak-anak kita,” pungkasnya.
Setelah "Rukun Sama Teman" dan "Hari Baru", akankah ada lagu anak lagi yang diciptakan Abdul? Kita nantikan saja!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


