jejak kh achmad siddiq ulama penggagas trilogi ukhuwah dari jember - News | Good News From Indonesia 2026

Jejak K.H Achmad Siddiq, Ulama NU Penggagas Trilogi Ukhuwah dari Jember

Jejak K.H Achmad Siddiq, Ulama NU Penggagas Trilogi Ukhuwah dari Jember
images info

Jejak K.H Achmad Siddiq, Ulama NU Penggagas Trilogi Ukhuwah dari Jember


Kiai Haji Achmad Siddiq merupakan sosok tokoh besar dari Nahdlatul Ulama’ (NU). Beliau pernah menjabat sebagai Rais A’am atau pimpinan tertinggi di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada tahun 1984 sampai 1991. 

Kiai Achmad lahir di Talangsari, Jember, Jawa Timur pada tanggal 10 Rajab 1344 H atau 24 Januari 1926. Berada di lingkungan agamis, membuat Kiai Achmad Shiddiq atau biasa disingkat dengan KHAS ini mengenyam pendidikan di pesantren Tebuireng, Jombang, yang diasuh oleh K.H Hasyim Asy’ari.

Pada 23 Januari tahun 1991, beliau menghembuskan napas terakhirnya setelah dirawat di Rumah Sakit Dr. Soetomo, Surabaya. Yang mana pada saat itu K.H Achmad Shiddiq memasuki usia 65 tahun.

Ia menjadi sosok ulama yang sangat berpengaruh atas kontribusi dalam menyelaraskan Islam, kebangsaan, dan pemikiran moderat. Sebagai bentuk penghormatan, kini nama beliau diabadikan di salah satu perguruan tinggi negeri yang ada di Jember.

baca juga

Ulama Penggagas Trilogi Ukhuwah

Dikutip laman resmi muslimatnu.or.id, kata “ukhuwah” ternyata berkaitan erat dengan relasi antara agama dan masyarakat. Ukhuwah itu sendiri jika diartikan dengan nilai-nilai dan pandangan hidup adalah berarti menjalin persaudaraan.

K.H Achmad Siddiq atau biasa disingkat dengan KHAS, mencoba memberikan solusi dalam pola hubungan masyarakat Indonesia. Beliau ingin menggabungkan antara Ukhuwah Islamiyah, nasionalisme, dan pluralisme. Karena itu, pada acara Muktamar NU ke-28 yang diselenggarakan di Krapyak, Yogyakarata pada tahun 1989, beliau mengenalkan konsep Trilogi Ukhuwah.

Konspe Trilogi Ukhuwah ini dirumuskan berdasarkan landasan Al-Qur’an, khususnya Surat Al-Hujurat ayat 13 dan Surat Al-Isra ayat 70.

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.” [Q.S Al-Hujurat ayat 13]

“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.” [Q.S Al-Isra ayat 70]

Namun, sebagian masyarakat menilai jika konsep tersebut terlalu inklusif, bahkan bisa juga dianggap secara berlebihan mendekati non-Muslim. Meskipun demikian, KHAS tetap memperjuangkan dan mempertahankan konsepnya dengan argumentasi keagamaan yang lebih kuat.

Bahkan, sampai sekarangp un konsep trilogi ini menjadi bagian terpenting dalam menyatukan persaudaraan dan toleransi antarmasyarakat yang beragam.

Trilogi Ukhuwah

Konsep yang dikenal dengan istilah trilogi ukhuwah, yaitu ukhuwah al-Islamiyah, ukhuwah al-wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah (al-Insaniyah).

Ukhuwah Islamiyah

Maksud dari Ukhuwah Islamiyah adalah konsep persaudaraan sesama muslim. Hal ini merupakan bekal seseorang dalam melakukan interaksi sosial antarumat Islam.

Melalui bekal ini, tentunya perbedaan-perbedaan yang tidak sesuai dengan prinsip antarumat Islam, tidak menimbulkan perpecahan. Ukhuwah Islamiyah menjadikan sebuah ikatan, tidak saja secara emosional, tetapi juga secara spiritual.

Ukhuwah Wathaniyah

Konsep ini berselaras dengan hubungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Hal ini merupakan bekal seseorang dalam berinteraksi sosial dalam lingkungan yang lebih luas dan tentunya tidak terbatas pada satu agama saja.

Caranya adalah dengan membangun komitmen persaudaraan antarseluruh masyarakat yang terdiri dari bermacam-macam agama, suku, bahasa, dan budaya.

Ukhuwah Basyariyah atau Ukhuwah Insaniyah

Inti dari konsep yang ketiga ini adalah sebuah prinsip yang dilandasi hubungan bersaudara yang memiliki hubungan darah.

Kunci dari persaudaraan ini terlepas dari status gama, suku, bangsa, bahkan batas geografis sekalipun. karena poin penting dari persuadaraan ini adalah kemanusiaan.

baca juga

Tidak hanya sampai di situ, dari laman resmi jatim.nu menyebutkan bahwa KHAS sendiri memiliki beberapa karya tulis, di antaranya:

  1. Kitab Fath Al-Rahman
  2. Riwayat Singkat Hadratus Syaikh Simbah KH. Ma’shum Ahmad Rahimahumullah 3. Islam, Pancasila, dan Ukhuwah Islamiah, buku terbitan LTNNU (Lajnah Ta’lif wa Nasyr)
  3. Pemikiran KH. Achmad Siddiq
  4. Majmu’ah al-Aurad fi al-Ma’had al-Islami as-Shiddiqi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DC
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.