bukan sekadar festival lampion ini makna cap go meh yang banyak orang belum tahu - News | Good News From Indonesia 2026

Bukan Sekadar Festival Lampion! Ini Makna Cap Go Meh yang Banyak Orang Belum Tahu

Bukan Sekadar Festival Lampion! Ini Makna Cap Go Meh yang Banyak Orang Belum Tahu
images info

Bukan Sekadar Festival Lampion! Ini Makna Cap Go Meh yang Banyak Orang Belum Tahu


Buat sebagian orang, Imlek adalah pesta kembang api dan makan besar keluarga. Tapi sebenarnya, pintu perayaan Tahun Baru Imlek/ Lunar New Year baru benar-benar ditutup pada hari ke-15, momen yang dikenal sebagai Cap Go Meh.

Kalau Imlek adalah “halo tahun baru!”, maka Cap Go Meh adalah “terima kasih, kami siap menjalani tahun ini.” Dan ya, Cap Go Meh dirayakan 15 hari setelah Imlek, bertepatan dengan bulan purnama pertama di tahun baru lunar.

Selengkapnya tentang Cap Go Meh, mari kita bahas!

Mengenal Arti Nama Cap Go Meh: Simbol di Balik Tiga Kata Hokkien

Nama Cap Go Meh sederhana, tapi maknanya akurat sekali.

  • Cap=Sepuluh
  • Go=Lima
  • Meh=Malam

Jadi kalau ditotal: “Malam ke-15.”

Nama ini mengikuti tradisi Tionghoa yang sangat menghormati kalender lunar. Hari ke-15 dianggap hari yang terang, harapan baru, dan waktu yang tepat untuk mengakhiri seluruh rangkaian pesta Imlek.

Mengapa Harus 15 Hari Setelah Imlek?

Sistem kalender Tionghoa berbasis bulan. Dan bulan purnama pertama di tahun baru bukan cuma cantik, tapi juga penuh makna filosofis.

Purnama=penerangan, harapan, dan kemurnian.

Hari ke-15=pengingat bahwa siklus baru tidak hanya diawali dengan doa, tapi juga ditutup dengan syukur.

Di banyak keluarga, Cap Go Meh jadi tanda bahwa:

  • masa pantang berakhir,
  • kunjungan-kunjungan keluarga mulai reda,
  • kehidupan kembali berjalan normal… dengan semangat baru.

Cap Go Meh adalah cara orang Tionghoa “mengikat simpul terakhir” dari tahun baru.

Tradisi Cap Go Meh: Dari Lampion Sampai Lontong, Semuanya Punya Cerita

Setiap daerah punya warna unik dalam merayakannya. Ada yang sederhana, ada juga yang megah seperti festival.

1. Pawai Lampion – Cahaya Harapan yang Menjulang

Itulah mengapa di banyak negara, Cap Go Meh disebut juga Festival Lampion. Dalam pelaksanaannya identik dengan Lampion berwarna merah. Hal ini karena lampion merah dipercaya membawa:

  • keberuntungan,
  • perlindungan,
  • doa-doa yang “terbang” bersama cahaya.

Anak-anak biasanya menulis harapan mereka pada lampion atau memecahkan teka-teki yang disembunyikan di baliknya.

2. Barongsai, Liong, dan Pertunjukan Seni Jalanan

perayaan cap go meh dengan pertunjukan barongsai
info gambar

perayaan cap go meh dengan pertunjukan barongsai | wikimedia commons


Suasana meriah? Jelas! dan itu yang paling menarik dari Cap Go Meh. Barongsai melompat dari tiang ke tiang, Liong (naga) meliuk panjang di jalan dan genderang berdentum menghidupkan suasana. 

Tapi, dari semua tradisi, Indonesia punya satu yang sangat ikonik, yaitu: Tatung Singkawang.

Di Singkawang, Cap Go Meh berarti ribuan orang memenuhi jalanan untuk melihat Tatung: orang-orang yang dipercaya sedang “dirasuki” roh leluhur atau dewa pelindung.

Mereka mempertunjukkan aksi ekstrem, tanpa terluka. Keberanian mereka bukan ajang pamer, tapi simbol pembersihan kota dari energi negatif. Tak heran Singkawang mendapat julukan "Kota Seribu Tatung."

3. Hidangan Khas Cap Go Meh

Kalau Imlek identik dengan keluarga yang berkumpul, maka Cap Go Meh identik dengan kehangatan meja makan. Di banyak daerah, perayaan ini bukan hanya soal lampion atau pawai naga, tetapi juga tentang hidangan yang sarat makna. 

Dua makanan berikut adalah “bintang” yang selalu muncul di berbagai tradisi Cap Go Meh, baik di Indonesia maupun Tiongkok.

baca juga

Lontong Cap Go Meh — Cerita Panjang Perjumpaan Budaya

Lontong Cap Go Meh bukan sekadar menu khas peranakan, tetapi simbol akulturasi terindah antara Tionghoa dan Jawa.

Konon, hidangan ini mulai populer ketika para peranakan Tionghoa yang menetap di Jawa ingin merayakan Cap Go Meh dengan cara yang “lebih tanah air”, lebih dekat dengan lingkungan mereka sehari-hari. Maka lahirlah sebuah hidangan lengkap: meriah, hangat, dan penuh filosofi.

Satu piringnya saja seperti rangkuman doa. Karena berisikan:

  • lontong sebagai lambang kesederhanaan,
  • opor ayam berwarna putih yang melambangkan niat baik,
  • sambal goreng ati untuk mengingatkan bahwa hidup butuh keberanian,
  • telur pindang sebagai simbol kesuburan dan awal baru,
  • sayur labu yang rasanya lembut seperti harapan,
  • dan bubuk kedelai yang konon membawa keberkahan.

Setiap keluarga punya versi mereka sendiri ada yang lebih pedas, ada yang lebih gurih tetapi maknanya tetap sama: kemakmuran yang dirayakan bersama. Dan mungkin itu sebabnya, banyak orang bilang "Cap Go Meh belum lengkap tanpa lontong Cap Go Meh." Karena di balik rasanya yang kaya, ada pesan lembut: kita berbeda, tetapi bisa berpadu menjadi satu rasa yang indah.

Tangyuan / Yuan Xiao — Manisnya Kebersamaan dalam Bentuk Bulat

Sementara itu di Tiongkok, suasana Cap Go Meh terasa kurang tanpa tangyuan, bola-bola ketan manis yang mengapung di kuah hangat. Tangyuan bukan sekadar makanan penutup; ia adalah bahasa cinta dalam bentuk yang paling sederhana.

Bentuknya yang bulat sempurna, melambangkan:

  • keutuhan keluarga,
  • kebersamaan yang tidak terputus,
  • dan harapan agar hubungan tetap selaras sepanjang tahun.

Ada tradisi kecil yang lucu namun penuh makna: Tangyuan dimakan pelan-pelan, katanya supaya manisnya bisa “meresap ke hati.” Di beberapa keluarga, jumlah bola ketan bahkan dihitung-hitung, ada yang percaya semakin banyak, semakin besar rezeki dan keberuntungan yang akan datang.

Menariknya, meski sederhana, tangyuan adalah hidangan yang bisa membuat seseorang langsung merasa “pulang.” Hangatnya kuah, lembutnya ketan, dan manisnya isian menjadi penanda bahwa tahun baru sudah selesai, dan kehidupan siap berjalan lagi dengan harapan baru.

FAQ: Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Cap Go Meh

Q: Apakah Cap Go Meh sama dengan Imlek?

A: Tidak. Imlek adalah hari pertama, Cap Go Meh adalah hari ke-15 dan penutup seluruh rangkaian.

Q: Apakah Cap Go Meh hari libur nasional di Indonesia?

A: Juga tidak. Meskipun dirayakan di banyak kota, tanggalnya bukan tanggal merah.

Cap Go Meh, Perayaan Penutup yang Hangat 

Jika Imlek adalah awal, maka Cap Go Meh adalah jeda: momen untuk menarik napas, melihat kembali 15 hari penuh doa, dan mengirim cahaya ke masa depan, secara simbolis melalui lampion, secara batin melalui harapan.

Perayaan ini mengajarkan bahwa tahun baru bukan hanya soal pesta, tapi bagaimana kita menutupnya dengan:

  • syukur,
  • kebersamaan,
  • dan hati yang kembali terang.

Melalui lampion yang menyala, parade yang meriah, dan makanan yang hangat, Cap Go Meh mengajarkan bahwa setiap tahun baru seharusnya ditutup dengan rasa syukur dan dibuka dengan hati yang penuh cahaya.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MA
MS
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.