Mohammed Taufiq Johari adalah Menteri Belia dan Sukan (bahasa Indonesia: Menteri Pemuda dan Olahraga) Malaysia yang resmi dilantik pada Desember 2025 lalu. Ia masuk ke dalam jajaran menteri Kabinet Madani di bawah Perdana Menteri Anwar Ibrahim, sekaligus menjadi menteri termuda dalam kabinet tersebut.
Namun, ada yang menarik di balik terpilihnya Taufiq sebagai salah satu jajaran politisi penting di Malaysia. Rekam jejak pendidikannya disorot karena merupakan jebolan salah satu kampus swasta di Bandung, Jawa Barat.
Pendidikan dan Awal Karier
Lahir pada 6 Maret 1996, Taufiq merupakan anak ke enam dari delapan bersaudara. Ia berasal dari keluarga yang sudah memiliki ‘nama’ di parlemen Malaysia. Ayahnya pernah menjabat sebagai Anggota Parlemen untuk Sungai Petani sejak 2008 hingga 2022. Latar belakang keluarganya ini yang disebut ikut membantu akselerasi karier politiknya hingga menjadi Menteri Belia dan Sukan di usia yang masih sangat muda.
Ia menamatkan pendidikan dasarnya di Malaysia. Kemudian, ia melanjutkan studinya di Universitas Islam Bandung (UNISBA) dan mengambil jurusan kedokteran. Dalam situs Instagram resmi kampusnya, dituliskan jika Taufiq merupakan mahasiswa jurusan kedokteran angkatan 2015.
“Selamat kepada Dr. Muhammed Taufiq Johari alumni Fakultas Kedokteran Unisba angkatan 2015, sebagai Menteri Belia dan Sukan Malaysia. Semoga amanah yang diemban menjadi ladang kebaikan, serta memberikan manfaat yang luas bagi umat. Semoga Allah SWT memberi kesehatan, keteguhan hati, dan kelapangan dalam memimpin amanah ini,” tulis @universitasislambandung beberapa waktu setelah Taufiq dilantik.
Taufiq juga sudah resmi mendapatkan gelar ‘dr.’ dari UNISBA. Sebelum terjun ke dunia politik, ia mengawali kariernya sebagai dokter dan mengabdi di salah satu rumah sakit di Garut, Jawa Barat pada 2020.
Meskipun mendapatkan gelar ‘dr.’, ternyata gelar tersebut tidak betul-betul diakui di Malaysia. Hal ini dikarenakan Taufiq memperoleh gelar itu di Indonesia dan tidak mendaftarkannya ke Malaysian Medical Council (MMC), sehingga tidak dapat digunakan di negaranya.
Kawan GNFI, praktik semacam ini lumrah ditemui jika seorang dokter bukan merupakan lulusan kampus di negaranya. Sebagai contoh, dokter Indonesia yang lulus dari kampus luar negeri harus menjalani ujian penyetaraan dan adaptasi terlebih dahulu untuk bisa praktik dan bekerja di Indonesia. Sama halnya dengan Malaysia yang juga mewajibkan hal demikian dan harus disetujui oleh MMC.
Lebih lanjut, menyadur dari situs Partai Keadilan Rakyat, Taufiq tercatat sebagai salah satu anggota mereka. Ia memiliki banyak pengalaman selain di bidang medis.
Dicatatkan bahwa Taufiq pernah menjabat sebagai Ketua Pemuda Perpaduan Negeri Kedah, Ketua Angkatan Muda Harapan (PH) Kedah, Majlis Pimpinan AMK Pusat, Ketua AMK Negari Kedah, Ketua AMK Cabang Sungai Petani, Ketua Cabang Sungai Petani, dan Wakil Ketua AMK.
Lebih lanjut, melalui Bernama—kantor berita resmi Kerajaan Malaysia—pada November 2022 sampai Desember 2025, Taufiq menjadi anggota Parlemen untuk Sungai Petani. Setelahnya, ia ditunjuk oleh PM Anwar Ibrahim untuk menjadi Menteri Belia dan Sukan pada 17 Desember 2025 dan menggantikan Hannah Yeoh.
Menteri Termuda dalam Kabinet Madani
PM Anwar melakukan perombakan besar-besaran dalam tubuh Kabinet Madani yang ia komandoi pada pertengahan Desember 2025. Total ada 28 posisi menteri dan wakilnya yang dirombak, termasuk posisi Menteri Belia dan Sukan.
Kemudian, tepat pada 17 Desember 2025, Taufiq bersama dengan jajaran pejabat lainnya dilantik di Istana Negara. Taufiq juga didaulat sebagai menteri termuda dalam Kabinet Madani. Ia dilantik di usianya yang ke-29 tahun.
Dengan latar belakang dan pengalaman politiknya, Taufiq diharapkan dapat menjadi representasi anak muda Malaysia yang baik. Ia membawa tanggung jawab serius untuk memperkuat struktur olahraga nasional, memajukan bakat muda, dan memastikan dukungan pada atlet Malaysia di berbagai level kejuaraan internasional.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


