cerita rakyat dari maluku kisah misteri telaga namniwel - News | Good News From Indonesia 2026

Cerita Rakyat dari Maluku, Kisah Misteri Telaga Namniwel

Cerita Rakyat dari Maluku, Kisah Misteri Telaga Namniwel
images info

Cerita Rakyat dari Maluku, Kisah Misteri Telaga Namniwel


Konon ada sebuah cerita rakyat dari Maluku yang berkisah tentang misteri Telaga Namniwel. Menurut ceritanya, telaga ini dulunya sebuah kampung yang ditelan oleh bumi dan menghilang begitu saja.

Hal ini terjadi karena adanya situasi yang tidak mengenakkan di kampung tersebut dulunya. Hilangnya kampung tersebut merupakan jawaban dari Yang Maha Kuasa atas doa yang dipanjatkan oleh semua masyarakat yang ada di sana.

Simak kisah lengkap dari cerita rakyat Maluku tersebut dalam artikel berikut ini.

Kisah Misteri Telaga Namniwel, Cerita Rakyat dari Maluku

Dilansir dari artikel Aminah Ipa, "Misteri Telaga Namniwel" dalam buku Antologi Cerita Rakyat Pulau Buru, pada zaman dahulu ada sebuah kampung yang bernama Namniwel. Kampung ini dihuni oleh masyarakat yang aman dan damai.

Kampung Namniwel diberkahi oleh hasil alam yang melimpah. Sebagian besar masyarakat yang ada di sana berprofesi sebagai petani dan mengolah hasil alam di kampung tersebut.

Nantinya hasil alam ini akan dijual ke kampung lainnya. Tidak jarang orang-orang asing juga datang ke Kampung Namniwel untuk membeli hasil kebun yang ada di sana.

Kampung Namniwel dipimpin oleh seorang tokoh masyarakat yang bernama Haji Farai Ipa. Pemimpin kampung ini lebih akrab dipanggil oleh masyarakat dengan nama Bapak Haji.

Bapak Haji merupakan sosok pemimpin yang adil dan bijaksana. Tidak jarang dia menyelesaikan berbagai macam permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat Namniwel.

Pada suatu masa, terjadi kegaduhan di Kampung Namniwel. Masyarakat merasa khawatir dengan situasi yang terjadi di kampung mereka pada waktu itu.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, banyak orang asing yang datang ke Kampung Namniwel untuk membeli hasil bumi yang ada di sana. Seiring berjalannya waktu, orang-orang asing ini mulai menetap di Kampung Namniwel.

Namun kedatangan orang asing ini ternyata memberikan dampak buruk. Banyak anak-anak muda yang ada di Kampung Namniwel yang terpengaruh dengan gaya hidup negatif dari orang-orang asing tersebut.

Situasi ini meresahkan masyarakat yang ada di sana. Apalagi masyarakat Namniwel dikenal menjunjung tinggi norma yang berlaku di tengah mereka sejak lama.

Melihat situasi ini, Bapak Haji kemudian mengumpulkan masyarakat yang ada di Kampung Namniwel. Bapak Haji mengajak masyarakat untuk berdiskusi terkait situasi di kampung tersebut.

Banyak orang tua yang mulai menyampaikan keluhannya masing-masing. Para orang tua menyebutkan bahwa anak-anak mereka sudah mulai menyimpang dari ajaran yang berlaku.

Sayangnya, para orang tua ini tidak menemukan solusi atas permasalahan ini. Sebab orang-orang asing punya cara yang lebih cerdik untuk memengaruhi anak muda yang ada di sana.

Bapak Haji kemudian mengajak masyarakat untuk memanjatkan doa kepada Yang Kuasa. Bapak Haji berkata bahwa hanya itu satu-satunya cara yang bisa mereka lakukan agar Kampung Namniwel kembali aman dan tentram.

Masyarakat kemudian mengikuti saran dari pemimpinnya tersebut. Hari demi hari mereka berdoa agar kondisi Kampung Namniwel bisa kembali seperti sedia kala.

Doa masyarakat Kampung Namniwel akhirnya didengar oleh Sang Pencipta. Namun jawaban dari doa mereka berbeda dari yang diharapkan.

Pada suatu hari, musibah besar datang menimpa Kampung Namniwel. Tiba-tiba kampung tersebut ditelan oleh bumi begitu saja.

Bekas Kampung Namniwel akhirnya meninggalkan cekungan yang dalam. Seiring berjalannya waktu, cekungan tersebut diisi oleh air dan berubah menjadi telaga.

Oleh masyarakat setempat, telaga tersebut kemudian dikenal dengan nama Telaga Namniwel. Begitulah kisah misteri dari Telaga Namniwel, salah satu cerita rakyat Maluku.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.