Bagi Kawan GNFI, mungkin istilah “anime” sudah cukup sering terdengar atau dijumpai di era digital sekarang ini. Secara harfiah, anime merupakan tayangan grafis 2D (dua dimensi) yang menampilkan cerita yang ingin disampaikan kepada para penikmatnya, baik itu cerita mengenai petualangan, aksi, komedi, romantis, fiksi-ilmiah, historis, dan sebagainya.
Adapun sumber inspirasi anime pada umumnya berasal dari unsur kebudayaan Jepang sendiri, Benua Eropa, hingga Amerika. Tapi, tahukah Kawan GNFI kalau Indonesia juga terpilih sebagai salah satu sumber inspirasi untuk cerita yang dikembangkan oleh para produser maupun animator asal Jepang? Alasannya karena potensi keindahan alam dan keberagaman budaya yang dimiliki.
Lalu, apa saja anime yang memuat hal-hal yang berbau ‘Indonesia’ dalam ceritanya? Yuk, simak informasi berikut ini!
1. Dragon Ball
Siapa yang tidak kenal dengan anime populer satu ini? Secara garis besar, anime Dragon Ball menceritakan tentang Gokū Son yang berpetualang mencari 7 bola naga bersama teman-temannya, yang konon katanya bisa mengabulkan permintaan bagi yang mampu menemukannya.
Yang menarik, ternyata Akira Toriyama selaku sang kreator pernah mengunjungi Indonesia pada pertengahan 1980-an.
Bali menjadi salah satu sumber inspirasi arsitektur untuk menciptakan lokasi turnamen silat bernama Tenkaichi Budokai. Ini membuktikan bahwa keindahan dan keunikan budaya Bali tidak dapat diragukan lagi.
Pada situs MyAnimeList, untuk seri pertama Dragon Ball yang rilis pada periode musim dingin 1986 berhasil memperoleh nilai 7,98.
2. Naruto Shippuden
Dalam hal popularitas, serial anime Naruto bisa dibilang sebagai salah satu anime yang paling banyak mendapat atensi di tingkat internasional, terutama untuk mereka yang dikenal sebagai millennials dan Gen Z.
Anime ini bercerita tentang Naruto yang adalah wadah bagi monster berekor sembilan atau jinchūriki kyubi, yang karena statusnya inilah harus dibenci oleh penduduk Desa Konoha.
Ini karena si monster berekor sembilan pernah memorak-porandakan satu desa yang menimbulkan trauma dan amarah bagi para penduduk.
Tak putus asa dengan keadaannya yang juga merupakan yatim-piatu, Naruto terus bersemangat menjalani kehidupan dan meningkatkan ilmu ninjanya. Ia juga berkontribusi untuk memberikan makna esensial tentang perdamaian kepada semua pihak, termasuk kepada temannya sendiri, Sasuke Uchiha.
Hal unik untuk diketahui adalah bahwa Masashi Kishimoto selaku kreator pernah menyisipkan unsur Indonesia dalam cerita anime ini. Pada salah satu episode, ditampilkan wujud monster berekor sepuluh atau jūbi yang ingin menyerang aliansi shinobi dengan menciptakan bijūdama atau semacam bola chakra padat khas senjata monster berekor.
Tampak jelas bahwa moncongnya yang untuk menghimpun chakra ini terinspirasi oleh visualisasi Rafflesia arnoldii, bunga khas wilayah Bengkulu dan sebagian Sumatra Selatan.
Pada situs MyAnimeList, seri Naruto Shippuden yang pertama kali rilis pada musim dingin 2007 dengan kurang-lebih 500 episode ini berhasil memperoleh nilai 8,29.
3. Shokugeki no Souma

Salah satu karakter anime menjelaskan asal-usul tempe | Dokumentasi Pribadi
Anime ini berfokus untuk merepresentasikan terkait dunia memasak dengan sedikit suasana layaknya program MasterChef. Mengisahkan seorang anak dari pemilik kedai sederhana, Souma Yukihira terbiasa untuk bereksperimen dengan berbagai jenis masakan bersama ayahnya, Jouichirou Yukihira.
Saat masuk ke Akademi Kuliner Totsuki, Souma merasa tertantang dengan kemampuan dari murid-murid yang lain. Apalagi ketika berhadapan dalam ‘Shokugeki’—duel masak dengan taruhan seperti reputasi hingga posisi mentereng di akademi, Souma harus mengeluarkan seluruh kreativitas, tenaga, maupun sumber daya yang dimilikinya agar bisa bersaing.
Sang kreator, Yūto Tsukuda ternyata pernah memperkenalkan tempe sebagai hidangan khas asal Indonesia dalam salah satu episode.
Tempe diceritakan sebagai makanan dari kedelai yang difermentasi dan sudah ada sejak 400 tahun yang lalu. Kudapan ini juga digunakan sebagai hidangan alternatif bagi yang berpantang memakan produk olahan daging sesuai keyakinannya masing-masing.
Pada situs MyAnimeList, sejak perilisan awal pada musim semi 2015 hingga sekitar 2020-an, Shokugeki no Souma mendapatkan rata-rata nilai sebesar 7,70 terhadap semua tayangan yang tercatat di situs ini.
4. Jormungand: Perfect Order
Tema anime ini cenderung pada perdagangan senjata, konflik kemanusiaan, dan unsur kekerasan yang cukup kental, sehingga memang bukan diperuntukkan bagi remaja dan anak-anak di bawah 18 tahun.
Dikemas dalam dua sesi, serial Jormungand berfokus pada seorang pedagang senjata internasional bernama Koko Hekmatyar yang berkeliling dunia bersama tim pengawalnya.
Dia ditemani oleh anak tentara yang trauma dengan peperangan dan membenci senjata bernama akrab Jonah, setelah sebelumnya direkrut paksa oleh kakak dari Koko sendiri, yaitu Kasper Hekmatyar. Dua bersaudara ini bekerja pada perusahaan ekspedisi HCLI yang bergerak di bidang logistik dan perdagangan senjata.
Saat Kasper menjalankan misinya untuk divisi Asia, dia bersama timnya diketahui pernah singgah di Jakarta. Dalam kondisi hujan, Kasper dan tim mengunjungi restoran setempat dan memesan masakan lokal seperti misalnya nasi goreng dan es serut.
Belum berhenti di situ, timnya ini bahkan berinfiltrasi ke salah satu rumah musuh yang juga divisualisasikan sedang meminum bir yang kemasannya sangat mirip dengan produk Bintang.
Uniknya lagi, ada salah seorang anggota tim yang diperlihatkan seperti memegang beberapa lembar pecahan uang Rp50.000,00 milik musuh.
Harus diakui, Keitaro Takahashi selaku sang kreator cukup totalitas untuk melibatkan berbagai unsur Indonesia dalam ceritanya terutama untuk seri ‘Perfect Order’ ini. Pada situs MyAnimeList, Jormungand: Perfect Order berhasil memperoleh nilai 7,88.
5. Nichijou
Anime ini berfokus pada keseharian tiga gadis SMA—Mio, Yūko, dan Mai—serta orang-orang di sekitar mereka. Konsep cerita yang dimuat penuh dengan kejadian komedi absurd, berlebihan, dan tidak logis. Namun, tetap hangat dan menghibur.
Nichijou banyak memasukkan unsur Indonesia ke dalam ceritanya, mulai dari percakapan seperti “selamat pagi”, “selamat malam”, dan “selamat tinggal”, hingga ada juga karakter kakek yang divisualisasikan mirip dengan Suharto sedang makan sushi.
Anime karya Keiichi Arawi ini pertama kali rilis pada musim semi 2011, dengan perolehan nilai 8,47 menurut situs MyAnimeList.
Itulah 5 anime yang diketahui memiliki unsur Indonesia dalam ceritanya. Apakah Kawan GNFI punya rekomendasi anime dengan unsur Indonesia lainnya?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


