kanker merenggut kaki ken swagumilang tapi tidak dengan semangatnya di olahraga panahan - News | Good News From Indonesia 2026

Kanker Merenggut Kaki Ken Swagumilang, tapi Tidak dengan Semangatnya di Olahraga Panahan!

Kanker Merenggut Kaki Ken Swagumilang, tapi Tidak dengan Semangatnya di Olahraga Panahan!
images info

Kanker Merenggut Kaki Ken Swagumilang, tapi Tidak dengan Semangatnya di Olahraga Panahan!


Ken Swagumilang pernah menghadapi ganasnya kanker. Meski demikian, ia tak membiarkan penyakit berbahaya tersebut melunturkan semangatnya untuk berprestasi.

Ken Swagumilang adalah atlet para-panahan Indonesia yang turut tampil di ASEAN Para Games 2025. Ia meraih medali emas dalam nomor Men’s Individual Compound dalam pesta olahraga bagi penyandang disabilitas terbesar di Asia Tenggara itu.

Ken menyabet emas setelah mengalahkan wakil Thailand, Comsan Singpirom, dalam laga final yang diadakan di Mook Stadium Field, Nakhon Ratchasima, pada Sabtu (24/1/2026). Ia mengoleksi total skor 144 poin dari lima tembakan yang mencatatkan angka 29, 29, 28, 30, dan 28, sementara Singpirom hanya mengumpulkan 142 poin (29, 28, 28, 28, 29).

Ada cerita di balik kesuksesan Ken. Selepas memastikan emas ASEAN Para Games 2025, ia menyampaikan apresiasi khusus kepada keluarga yang telah mendukungnya.

"Dukungan keluarga nomor satu. Mulai awal itu seperti support peralatan, dukung pindahan saya ke Malang pada 2015, dan sebagainya. Dukungan keluarga itu sangat besar sekali," katanya.

Tak mengherankan apabila Ken menganggap keluarganya amat berjasa atas apa yang kini diraihnya di ASEAN Para Games 2025. Dari keluarganya pula ia bisa mengenal olahraga panahan hingga kemudian bisa berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

baca juga

Perjuangan Ken Swagumilang dan Perkenalannya dengan Panahan

Ken adalah penyandang disabilitas di mana ia hanya memiliki satu kaki. Ken tidak lahir dengan kondisi demikian, namun kanker tulang mengubah segalanya.

Saat belia, Ken harus menerima kenyataan bahwa kanker tulang bersarang di kaki kirinya. Pilihan berat namun diperlukan pun diambil: kakinya itu harus diamputasi. Setelahnya, Ken masih harus menjalani kemoterapi sebagaimana yang kerap dilakukan oleh para pengidap kanker. Dengan kondisi kakinya yang hanya satu, Ken yang gemar bermain bola voli sudah tentu harus menyesuaikan diri, termasuk berhenti olahraga karena fisiknya tidak memungkinkan.

Pada suatu hari, Ken diantar oleh ayahnya pergi ke sekolah. Saat melewati lapangan Lebo, Sidoarjo, keduanya melihat orang-orang sedang berlatih panahan. Sang ayah kemudian menawari Ken untuk diikutkan dalam latihan panahan, dan Ken yang merasa tertantang pun menerimanya.

Masuk ke dunia panahan, Ken benar-benar serius berlatih, juga aktif dalam berbagai kejuaraan. Bahkan, pernah pula ia ikut kejuaraan daerah dan bersaing dengan atlet-atlet lain yang memiliki fisik lengkap. Bagi Ken, hanya punya satu kaki bukan penghalang. Ia tak merasa kesulitan memanah sembari mengenakan kaki palsu. Yang penting, ia bisa menjaga kondisi badan agar tidak terlalu kurus atau terlalu gemuk.

Ketimbang tubuhnya sendiri, Ken lebih merasa mendapat tantangan dari hal yang bersifat eksternal, seperti embusan angin di tempat pertandingan. Itu pula yang dialaminya saat melakoni final ASEAN Para Games 2025.

"Di panahan itu tidak menentu, misalnya faktor angin yang kadang kencang kadang pelan. Kita hanya berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan emas dan alhamdulillah Allah mengizinkan," ujar Ken.

Terlepas dari angin atau apa pun yang terjadi, yang penting bagi Ken adalah tetap berusaha tampil lepas tanpa banyak pikiran meski rasa grogi dan berdebar melanda. Arahan pelatih adalah satu-satunya suara yang ia dengar.

"Kalau saya hanya fokus bertanding saja, performa maksimal, ambil busur, tembak bagus, sudah gitu saja. Seperti pakai kacamata kuda itu saja. Persiapannya juga biasa saja, apa adanya; main game, scrolling tipis-tipis, salat, itu saja," jelasnya.

baca juga

 

 

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.