manisnya kemenangan qonitah ikhtiar syakuroh di para badminton semanis gula nira dari bukit menoreh - News | Good News From Indonesia 2026

Manisnya Kemenangan Qonitah Ikhtiar Syakuroh di Para Badminton, Semanis Gula Nira dari Bukit Menoreh

Manisnya Kemenangan Qonitah Ikhtiar Syakuroh di Para Badminton, Semanis Gula Nira dari Bukit Menoreh
images info

Manisnya Kemenangan Qonitah Ikhtiar Syakuroh di Para Badminton, Semanis Gula Nira dari Bukit Menoreh


Qonitah Ikhtiar Syakuroh kembali meraih prestasi dari olahraga para badminton untuk penyandang disabilitas. Siapa sangka pula, gadis yang hidupnya begitu sederhana itu mampu mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

Terbaru, Qonitah mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2025. Ia berhasil menjadi yang terbaik di cabor para badminton nomor Women's Singles SL3.

Dalam partai final yang digelar di SPADT Indoor Stadium, 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Thailand, pada Sabtu (24/1/2026), Qonitah berhadapan dengan wakil Malaysia, Siti Maisarah. Hasilnya, Qonitah tampil begitu dominan. Skor akhirnya pun tidak tanggung-tanggung: 21-10 dan 21-6.

"Alhamdulillah tadi melawan Malaysia bisa bermain cukup baik hingga bisa meraih hasil maksimal medali emas sebagai target individu saya," ujar Qonitah.

Medali emas yang diraihnya di ASEAN Para Games 2025 hanyalah salah satu pencapaian gemilangnya di para badminton. Semua prestasinya juga diraih dengan usaha yang tidak mudah dan penuh perjuangan.

baca juga

Perjuangan Qonitah Ikhtiar, Gadis Sederhana dengan Mimpi Besar

Jalan Qonitah di dunia para badminton memang penuh perjuangan. Tak mengherankan, sebab ia memang bukan berasal dari keluarga dengan privilege besar yang mampu memberinya banyak hal.

Perempuan asal Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu bahkan sudah langsung merasakan tantangan kehidupan sejak baru hadir di dunia. Sebab, ia lahir dengan Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) atau kaki pengkor. Itulah yang menyebabkan kedua telapak kaki Qonitah tidak menghadap lurus ke depan dengan sempurna.

Dengan kondisi demikian, sulit bagi Qonitah untuk melangkah, baik itu maju, mundur, atau menyamping. Kedua kakinya bahkan bisa bertabrakan saat dipakai berjalan. Meski dihadapkan keterbatasan, rasa cinta Qonitah terhadap olahraga tak main-main. Menariknya, bulu tangkis bukanlah olahraga pertama yang membuatnya jatuh cinta. Saat anak-anak, ia justru menyukai bola voli.

Qonitah baru menaruh hati kepada para badminton pada 2015. Liliyana Natsir adalah pebulu tangkis idolanya. Sejak itulah, Qonitah serius mendalami para badminton. Saat Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) digelar di Papua pada 2021, ia mempersembahkan medali emas bagi DIY. Pencapaiannya tersebut membuat namanya dimasukkan ke dalam Pelatnas ASEAN Para Games 2022.

Di ASEAN Para Games 2022 yang diselenggarakan di Surakarta, Qonitah langsung meraih emas di nomor ganda putri SL3–SU5 bersama Warining Rahayu. Dari sana, ia naik kelas lagi ke level yang lebih tinggi. Dari Kejuaraan Asia dan Asian Para Games hingga Kejuaraan Dunia dan Paralimpiade, semua medali mampu disabet olehnya.

Dalam perjalanan Qonitah hingga akhirnya mampu sampai di panggung dunia, ada perjuangannya yang seakan tak kenal lelah tekun berlatih. Dengan konsisten, ia terus mengasah baik itu secara teknik maupun fisik, terutama menjelang tampil di turnamen besar.

Dari Kulon Progo, hampir setiap hari, saat mentari pagi baru menyapa, Qonitah berangkat latihan ke Bantul dengan mengendarai sepeda motornya sendiri. Kadang, ia berlatih dengan pikiran yang bergelayut tentang keinginannya untuk membantu kerja orang tuanya. Orang tua Qonitah bekerja sebagai penderes nira dan perajin gula kelapa di Bukit Menoreh, daerah perbukitan yang berada di sekitar perbatasan DIY dan Jawa Tengah.

Sementara orang tuanya sibuk memproduksi gula nan manis, Qonitah juga memetik hasil perjuangan yang tak kalah manisnya. Dengan uang yang didapat dari kiprahnya sebagai atlet para badminton, ia menggunakannya untuk hal yang produktif seperti membuka toko dan usaha lainnya.

Datang ke ASEAN Para Games 2025 dengan koleksi gelar mentereng, Qonitah tidak lantas lupa diri, apalagi sampai meremehkan lawannya. Sebaliknya, ia justru mewaspadai lawan.

"Itu juga pertama kalinya saya bertemu dengan wakil Malaysia. Iya, sepertinya wajib diwaspadai karena masih muda juga dan tidak tahu peningkatan apa yang nantinya mereka persiapkan. Intinya saya berusaha bermain fokus saja," paparnya.

baca juga

 

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.