Indonesia punya banyak event lari, salah satunya Pocari Sweat Run 2026. Event lari tersebut bukan sekadar untuk bersenang-senang, melainkan juga bisa menjadi bagian untuk mendorong sport tourism dan nation branding negeri ini.
Event lari, terutama yang beken dan dikenal luas seperti Pocari Sweat Run 2026, biasanya diikuti oleh begitu banyak pelari. Nah, di sinilah kemudian sport tourism berkembang di daerah yang menjadi lokasi event karena banyak orang dari berbagai daerah, bahkan negara lain, yang datang berkunjung untuk ikut berlari.
Pocari Sweat Run sudah membuktikannya. Pada 2025 saja, event tersebut digelar di dua daerah, yakni Kota Bandung dan Lombok. Hasilnya, sekitar 25 ribu pelari ambil bagian dan menggerakkan perekonomian dengan nilai yang ditaksir mencapai Rp150 miliar.
Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, menjelaskan bahwa pada dasarnya sport tourism memang punya dampak besar terhadap ekonomi daerah. Efek tersebut bahkan bersifat berganda karena banyak sektor usaha yang turut merasakan keuntungan, mulai dari transportasi hingga UMKM.
"Bayangkan 20 ribu orang datang ke Lombok. Kita anggap 5 ribunya orang Lombok dan 15 ribu dari luar Lombok. Mereka tinggal tiga hari, minum, menginap, bertransportasi, hingga pemandu wisata. Economic impact-nya pasti besar sekali," ujar Ni Luh Puspa di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Pergerakan roda ekonomi yang sedemikian besar melalui sport tourism itu berpotensi terjadi kembali lewat Pocari Sweat Run 2026. Event tersebut dijadwalkan digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 11–12 Juli 2026 dan Bandung, Jawa Barat tanggal 19–20 September 2026.
Di Lombok, Pocari Sweat Run 2026 menghadirkan jarak 4,3K, 10K, dan maraton, sementara di Bandung kategori yang tersedia adalah 10K dan half marathon. Para pelari dapat mendaftarkan diri mulai 26 Januari 2026 untuk event Lombok dan 2 Februari 2026 untuk di Bandung.

Dengan Pocari Sweat Run 2026, Sport Tourism Jadi Pendukung Nation Branding
"Ini bukan sekadar product branding, tetapi nation branding," demikian kata Ni Luh lagi mengenai Pocari Sweat Run 2026.
Ya, di samping menggerakkan perekonomian setempat dengan sport tourism, event lari seperti Pocari Sweat Run 2026 juga berperan penting dalam nation branding.
Adapun nation branding yang dimaksud adalah Indonesia bakal dikenal sebagai negara yang jadi tujuan para pelari dari berbagai penjuru dunia. Untuk mewujudkan hal itu, sekadar menyelenggarakan event lari saja tidak cukup. Harus ada daya tarik wisata lainnya dari daerah setempat yang juga bisa membuat pelari kesengsem.
Oleh karena itulah, menurut Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati, pelari yang berpartisipasi di Pocari Sweat Run 2026 juga perlu merasakan experience lain di daerah tempat digelarnya event. Bukan tanpa alasan, pelari umumnya memang tidak datang hanya sekadar untuk berlari mencapai garis finis.
Lazimnya, pelari akan tinggal selama beberapa hari di daerah tempat digelarnya event dan menikmati berbagai hal yang ada di sana, mulai dari kuliner hingga atraksi budayanya. Mereka juga akan membagikan pengalamannya sehingga di situlah sport tourism Indonesia bisa mendunia dan nation branding pun terbentuk.
"Di zaman medsos sekarang ini, mereka tidak cuma experience, tapi juga influence orang lain untuk merasakan hal itu. Dampak itu yang sebenarnya snowball," tutur Wina.
Nah, untuk mencapai itu semua, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat. Lewat event Pocari Sweat Run yang telah diselenggarakan sejak 2014, PT Amerta Indah Otsuka dipandang telah berperan aktif. Hal ini pun diapresiasi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir.
"Saya apresiasi ketika ada private sector seperti Pocari Sweat yang bisa mengintervensi ini menjadi sebuah kegiatan yang tidak hanya menyehatkan masyarakat, juga bagaimana ekonominya naik, tapi impact branding kota sebagai nationwide bisa terlihat di dunia," kata Erick.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


